
"E'den!" Suara pekikan seorang wanita paruh baya terdengar dari belakang bangku taman yang kini di duduki Brandon dan Jelita.
Terlihat di sana Emma melotot bahkan mulutnya terperangah mendengar pengakuan putra yang selama ini dia banggakan "Jadi begini kelakuan mu selama ini!" Sentak nya.
"Jadi Shasha sudah menipu ku mentah-mentah E'den?" Tambahnya, gurat kecewa terulas jelas di wajah wanita itu.
Brandon menunduk "Maaf kan E'den Mi."
"Ini semua gara-gara simpanan mu! Dia yang terus mengompori Mami, andai saja tidak ada Shasha dalam rumah tangga mu E'den! Pasti sekarang Mami sudah menimang cucu!" Wanita itu histeris menyesali kelakuan putra semata wayangnya.
Tanpa berkata apa pun lagi Jelita beranjak dari duduknya, meskipun saat ini hatinya sudah berpindah pada lain orang tetap saja terasa menyakitkan menyimak derai kata yang terlontar dari mulut mantan suaminya.
"Jeje, jangan pergi nak," Emma menghalangi jalan mantan menantunya "Rujuk lah nak, kalian bisa mulai lagi dari nol, Mami minta maaf sudah salah padamu." Rintih nya.
"Maaf Mi, Jeje tetap akan melanjutkan perpisahan ini, mungkin ini yang terbaik bagi semuanya, tapi, Mami Papi tetap orang tua Jeje, tidak ada yang berubah bagi hubungan anak dan orang tuanya."
"Tapi Je,"
"Permisi Mi, jaga kesehatan Mami." Masih mengemban rasa kecewa yang teramat dalam, Jelita berlari memasuki mobil miliknya, meninggalkan rumah besar yang selama dua tahun lebih menjadi naungan.
Jika di pikir lagi, selama ini Brandon anggap apa Jelita di rumah itu? Sakit sekali rasanya. Tapi syukurlah setidaknya kata cerai sudah di ikrar, mungkin cukup sekian saja penderitaannya.
...🖋️................🖋️...
Rupanya Brandon lebih sesak lagi kala melihat ekspresi datar Jelita, terlihat sekali gurat kesakitan di balik kediaman itu.
Wanita yang dia cintai dari masih anak-anak harus rela ia lepas mencari kebahagiaannya sendiri.
Meskipun dirinya tak yakin akan mampu melewati hidup tanpa wajah cantik Jelita Maharani. Biarlah, kali ini dia lepas dengan ikhlas layang-layang indah miliknya.
...🖋️................🖋️...
Hari dan bulan pun berganti kembali, musim cuaca hawa terus berpindah seirama dengan perotasian bumi. Tujuh bulan pun kini berlalu Jelita sudah menyandang gelar janda sekarang.
Untuk gono-gini Jelita tak mau membawa sepeserpun uang dari suaminya, meskipun Anson sempat memaksa memberikan beberapa tanah dan saham padanya.
__ADS_1
Namun, Jelita tak mau mengambil kesempatan itu, bisa terlepas dari Brandon saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.
Masalah Shasha, biarlah waktu yang akan menjawab apakah pantas wanita sepertinya hidup tenang? Jelita ikhlas, biarlah Tuhan yang maha adil memberikan ganjaran sesuai perbuatan, jika beruntung Jelita akan di berikan kesempatan untuk melihat kehancuran Brandon dan Shasha secara langsung.
Lalu, di mana laki-laki yang dulu berkata ingin menunggu status jandanya? Nyatanya sampai saat ini tak jua nampak di kerlingan mata.
Dylan benar-benar melakukan apa yang dia ucapkan berbulan bulan yang lalu, sudah lebih dari tujuh bulan lelaki bule itu tak pernah lagi datang mengganggu janda cantik nan seksi ini.
Tapi ya sudah lah, Jelita juga sudah mulai menikmati kesendiriannya, terlihat wajahnya juga semakin cerah tubuhnya semakin indah.
Sejujurnya, Minggu-minggu terakhir ada beberapa kolega abangnya melamar Jelita secara serius namun selalu saja wanita itu tolak, alasannya belum siap menikah lagi. Masih ingin bebas, Ok lah, Tristan dan Galang pun mengerti akan hal itu.
...🖋️................🖋️...
Hari ini Jelita baru saja keluar dari tempat gym, dia berjalan menenteng tas selempang masih dengan pakaian ketatnya.
Setiap harinya Jelita fokus merawat dan membentuk tubuh indahnya meskipun entah untuk siapa. Jelita memang sudah memiliki hobi itu sedari dia kecil.
"Nona," Di lobby bangunan tersebut dua orang pria menghalangi jalannya dan Jelita sempat mengerutkan keningnya bingung "Bisa tolong ikut kami!" Tanya pria itu.
"Ini perintah dari Tuan kami, untuk menjemput mu Nona." Sambung pria itu.
Jelita mengernyit, Tuan siapa yang menjemputnya dengan mengutus pria seram? Pikir nya dia siapa? Beraninya berucap demikian.
"Siapa Tuan mu? Suruh datang sendiri menemui ku!" Jelita melanjutkan langkah.
Bugh!
Namun, satu pukulan di bagian tengkuk berhasil mengalihkan dirinya ke alam bawah sadar.
Jelita lunglai di tangan lelaki itu "Kita bawa Nona ini ke Tuan, segera!" Pada akhirnya lelaki itu menggendong tubuh mungil Jelita menuju sebuah mobil Van. Satu pria membuka pintu lalu bergegas membawa wanita cantik itu kabur.
...🖋️................🖋️...
Malam harinya,
__ADS_1
Seluruh keluarga besar Marseille kalang kabut, saat tahu berita penculikan Jelita. CCTV di tempat gym sempat merekam kejadian terakhir saat Jelita di ringkus beberapa pria kekar.
Galang dan Tristan segera bertindak dengan orang-orang nya, meskipun perusahaan Marseille tak sebesar milik Anson, tapi Galang dan Tristan masih mampu menyewa hacker dan detektif terbaik di kota ini.
...🖋️................🖋️...
Lain halnya dengan pria bule yang satu ini, Dylan justru terjun untuk turun tangan sendiri menjemput wanita cantik yang masih menjadi tambatan hatinya.
Di sela hentakan langkah kaki nya, rahang Dylan mengeras tangannya mengepal kala mengingat pesan video dari sang ayah beberapa saat yang lalu.
"Kembali ke rumah, atau wanita mu Daddy nikahi!" Dalam video itu Edbert melepas smirk Casanova nya sambil sesekali menghisap asap rokok dari pipa gading mahalnya.
BRAK!!
Sebuah pintu, Dylan banting dan langsung jebol hanya dengan sekali hentakan saja.
Tatapan nyalang laki-laki itu tengah terusung dan hampir menembus jantung sang ayah yang kini duduk di dampingi beberapa selirnya.
"Akhirnya, putra ku menginjakkan kakinya lagi di rumah ini, selamat datang sayang." Sambut Edbert seraya berdiri dengan tangan yang merentang menawarkan pelukan pada Dylan.
"Di mana Jelita!" Kata itu yang terucap dari bibir putranya sambil menepis tangan sang ayah.
Edbert menggeleng dengan dengusan pelan seolah kecewa "Apa kau benar-benar tidak merindukan Daddy hm?" Tanyanya.
"Di mana Jelita!?" Sentak Dylan lagi.
"Memang mau kamu bawa kemana hm? Dia sudah betah tinggal di sini Dylan, Mami mu sudah menjadi sahabat yang baik untuknya, gimana menurut mu? Daddy boleh kan menikahinya?" Tanya Edbert meminta restu.
"Jangan coba-coba menyentuh nya! Atau aku melupakan status darah kita!" Ancam Dylan yang masih setia dengan tatapan tajamnya.
"Apa alasannya putra ku? Jelita bilang sudah janda, juga tidak memiliki kekasih, lalu kenapa tidak boleh? Mami mu saja sudah setuju Daddy menikah lagi."
Kerah t-shirt Edbert sudah di raih putranya "Dia milikku!" Tegas Dylan.
...🖋️..... Bersambung.....🖋️...
__ADS_1
Like... bunga.... vote juga boleh.... 🤗