Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan

Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan
BC, Menua bersama mu


__ADS_3

...Lima belas tahun kemudian setelah kelahiran putra kedua Dylan Jackson dan Jelita Maharani....


Dylan masih berdiri tegak menyandang predikat tertinggi di kedua perusahaan besarnya, Jelita adalah wanita yang sangat beruntung mendapatkan suami tampan, romantis nan kaya raya. Bunga mawar merah selalu menyambut terbukanya sang netra di kala pagi hari Jelita.


Tiada hari bagi Dylan tanpa mengucapkan 'aku mencintaimu Baby' pada wanita cantik nan mungil itu. Yah, siapa lagi jika bukan Jelita Maharani mantan istri terabaikan.


Ngomong-ngomong sudah lima belas tahun berlalu, maka tinggi putra-putra Jelita pun telah melebihi tingginya.


Nathan Ellard Jackson dan Ethan Erland Jackson, keduanya tumbuh menjadi pribadi yang sangat baik, sayang terhadapnya dan saling membela satu sama lain.


Meski demikian, tetap mereka memiliki sifat yang lain. Nathan kaku sementara Ethan sangat supel. Siapa pun orangnya, pasti menyukai keramahtamahan dirinya.


Saat ini Nathan sudah menjadi mahasiswa, sedang Ethan adiknya masih duduk di bangku SMA, begitu juga dengan Gerald Van Houten yang hanya selisih satu kelas di atas Ethan.


Bukan cerita Nathan atau Ethan. Kali ini, author ingin membagikan cerita tentang kehidupan Ranti setelah putra ke duanya dewasa.


Gerald Van Houten, pemuda berwajah tampan nan rupawan yang tingginya lebih dari rata-rata model pria Indonesia. Pemuda yang di kenal playboy ini memiliki cinta yang teramat besar terhadap ibundanya.


Sayangnya, di usianya yang telah menginjak kedewasaan, acap kali sang ibunda melupakan namanya, melupakan jati dirinya bahkan melupakan semua proses pertumbuhannya sebagai putra mahkota.


Di bawah semburat jingga yang indah, angin sepoi-sepoi menyingkap rambut pekatnya, Gerald berjalan mendekati sosok cantik ibunya.


Di sore hari ini, sama-sama mereka mengenakan pakaian serba putih.


Ranti duduk pada sofa putih menghadap ke arah lautan lepas, menikmati kerinduan yang entah kepada siapa, Edbert lah, nama yang acap kali terceletuk dari bibir nya.


Tak di pungkiri, wajah Ranti masih sangat cantik bahkan di sela keriputnya kulit yang berangsur-angsur menua.


Ada sebagian wanita yang menolak tua dan Ranti adalah salah satunya, tapi yang namanya umur, tak pernah salah dan tak bisa di hindari. Kendati masih cantik, pikun menjadi masalah terberat bagi wanita itu.

__ADS_1


"Mammi." Panggil Gerald.


Ranti tersenyum menyambut kedatangan putranya "Dylan, kamu dari mana saja?" Sahutnya.


"Di rumah besar Daddy mu, Mammi selalu sendiri, Daddy mu sibuk mengurus kantor, kamu juga jarang pulang, Mammi kesepian." Ujarnya menimpali.


Hati Gerald terenyuh namun masih bisa memberikan senyum manis pada sang ibunda, dia bersimpuh di depan lutut ibunya, menggenggam tangan wanita itu "Mammi, ini aku Gerald, putra ke dua mu." Katanya.


Ranti mengernyit "Gerald?" Ucapnya sambil mengingat-ingat kembali, nama pemuda itu.


"Iya, Gerald Van Houten." Ujar Gerald.


"Lalu Dylan kemana? Apa dia pergi lagi? Apa karena Bella dia pergi dari rumah lagi?" Sambung Ranti.


Gerald menggeleng, entah yang ke berapa kali nya Ranti berkata seperti itu, ingatan Ranti terus beralih pada masa di mana dirinya mengalami kesakitan terbesar dalam hidup. Tak ayal, hal itu memang terjadi pada sebagian wanita tua yang memiliki trauma.


"Bang Dylan sudah memimpin perusahaan, dia sibuk mengurus kita satu keluarga, sekarang Gerald yang akan menemani kesepian Mammi." Ucap Gerald yang tak pernah lepas dari senyuman manisnya.


"Oya, Gerald punya lagu baru ciptaan Gerald sendiri, Gerald mau nyanyi lagu buat Mammi, apa Mammi mau memberi ku kecupan?" Tanya Gerald sambil mengangkat kedua alisnya.


Ranti berkerut kening "Dari kapan kamu suka menyanyi Dylan? Bukannya kamu lebih suka melukis?" Tanyanya.


Gerald menggeleng lagi "Aku Gerald Mammi, bukan Bang Dylan. Bang Dylan masih di kantor. Mammi ingat kan, Mammi punya putra ke dua yang ketampanan nya melebihi Bang Dylan." Protesnya.


Kembali Ranti menatap waspada putranya "Gerald, iya, Mammi ingat." Ujarnya tersenyum.


"Kalo begitu peluk Gerald." Pinta pemuda itu sembari meletakkan kepalanya pada pangkuan ibunya.


"Gerald, putra Mammi yang tampan." Ranti mengelus lembut kepala putranya "Mammi sudah tua, Mammi sering lupa, maafkan Mammi yah sayang." Tambahnya.

__ADS_1


"Tidak apa, lupa itu alami, asal Mammi terus bersama ku, Gerald rela tak di akui pun, teruslah begini, jangan pernah berhenti membelai rambut ku." Kata Gerald lirih.


Tis ...


Air mata terjatuh dari sudut netra lelaki tampan yang kini berdiri di belakang mereka, Garry terenyuh mendengarnya.


Bukan hanya Gerald saja yang sering di lupakan oleh Ranti tapi dirinya sebagai suami pun acap kali tak di akui.


Edbert, nama yang sering menjadi panggilannya. Kendati demikian, Garry tak pernah lelah mencintai wanita kesayangannya.


"Hei, bagaimana dengan Daddy? Apa hari ini Daddy juga di lupakan Mammi lagi?" Setelah menyeka buliran bening yang membasahi pipinya, Garry duduk di sisi istrinya.


Ranti menoleh "Tentu saja tidak, bagaimana aku lupa padamu suamiku." Ujarnya.


Garry dan Gerald tak ingin menanyakan siapa suami yang Ranti maksud, sebab pasti Edbert yang akan wanita itu sebut.


Garry tersenyum mengecup lembut kening istrinya "Engkau istriku yang masih sangat cantik meskipun usiamu semakin menua, tapi senja terasa lebih indah dari sebelumnya. Bila tuhan nanti memisahkan jalinan ini, kita akan tetap tersenyum bangga melambaikan tangan, karena senja merona bahagia, karena kita telah membuktikan nya, menua bersama seindah langit senja." Ucapnya.


"Sejak kapan kau bisa berpuisi Edbert?"


Garry dekap kepala istrinya, meletakkannya pada belahan dada bidangnya "Sejak aku mengenal mu. Sejak aku mencintaimu, Neng." Jawabnya terenyuh.


Gerald tersenyum menatap wajah tampan ayahnya, rupanya tiada berat bagi Garry menjadi laki-laki yang kelilingi perempuan cantik. Buktinya, sampai usia putranya dewasa, tidak pernah dia bermain serong di belakang istrinya.


........... End'...........


...Terimakasih telah membaca part tambahan ini, semoga kalian sehat jasmani rohani dan ekonomi nya... 🥰...


...Oya bagi yang mau mampir ke cerita baru ku silahkan klik profil akun baru ku... Pasha Ayu, judulnya Second Wife, genre cerita yang menguras jiwa, akan menemani waktu senggang kalian... Bagi yang mau bonus chapter lagi, silahkan komentar......

__ADS_1


#


__ADS_2