
"Saat belum ada ARV, ODHA yang sudah dalam keadaan infeksi oportunisktik atau HIV berat, umumnya hanya mampu bertahan hidup selama 6 bulan dan paling lama 2 tahun." Jelas Galaxy pada Ranti, keduanya masih duduk berhadap-hadapan di sofa ruang tunggu.
"Tapi setelah ada ARV, kondisinya berubah. Angka kematian akibat HIV AIDS menurun, Tante percaya lah, Om Edbert masih bisa hidup seperti sedia kala." Tambah Galaxy.
Ranti mengangguk "Kamu lakukan tugas mu, Tante percaya pada mu." Ucapnya dalam harap.
"Sampai sekarang Dylan belum juga datang, mungkin dia masih tidak mau perduli pada ayahnya. Tante cuma punya kamu Gaga!" Tambahnya sendu.
"Tante tidak perlu cemas. Gaga siap siaga menjaga Om Edbert." Lanjut Galaxy tersenyum.
...🖋️................🖋️...
Di mansion, Bella dan Mila sudah berkemas untuk pergi, Hendra juga sudah bersiap di mobil untuk membawa lari ibunya dan Bella.
Mila terlihat membawa beberapa koper besar, Bella pun sama, semua barang mewah mereka bawa tanpa terkecuali hingga mobilnya penuh dengan barang bawaan.
Mila duduk di jok belakang dan Bella di jok depan "Cepetan Hendra, jalan! Sebelum Dylan tahu kepergian kita!" Ucap Mila memberi titah pada putranya.
"Iya!" Perlahan Hendra melajukan mobilnya, bergegas pergi dari istana klasik Edbert "Apa tidak ada yang tertinggal?" Tanyanya.
"Ga ada, semuanya sudah, termasuk surat tanah yang tidak sengaja aku temukan di meja kerja Daddy lima bulan yang lalu." Sambung Bella.
"Bagus sayang." Hendra mengelus rambut wanita itu sambil menoleh sekilas kearahnya. Mereka memang sudah sangat lama berhubungan.
"Kan kamu yang ngajarin." Kata Bella mengelus lembut lengan kekasihnya.
"Tentu saja, aku pintar bukan? Aku juga sudah berhasil memboyong dua puluh milliar ke rekening ku, tanpa Dylan ketahui. Sudah ku bilang, dia terlalu bodoh untuk menjadi pemimpin!" Hendra menyeringai getir.
"Bagus, sekarang kita ke luar kota saja, biar Dylan ga bisa nemuin kita, dengan uang ini, kita bisa bangun perusahaan baru dari nol, Mamah percaya kamu cerdas Hendra, pasti bisa sukses seperti Daddy Edbert." Sahut Mila antusias.
Ketiganya tertawa iblis bersamaan menikmati keberhasilannya. Rupanya masa depan cerah menantinya. Dylan bisa dengan mudah mereka bodohi "Dasar pemimpin bodoh!" Sarkas nya.
Perjalanan sudah lumayan jauh dari daerah mansion milik Edbert, tapi tiba-tiba saja satu buah mobil berjenis mini bus menghadang laju mobil putih yang di kendarai Hendra.
Segera Hendra menginjak rem hingga kepala Mila, Bella dan pria itu terpentok kabin mobil.
"Aaaahhh!"
"Hendra! Hati-hati, Bella lagi hamil cucu ku! Gimana kalo anak mu keguguran?" Pekik Mila geram saat mendengar teriakan Bella yang seperti menahan sakit di bagian perut.
"Ada mobil yang menghalangi jalan kita, Mah!" Kata Hendra menoleh sekilas ke belakang.
Mata Hendra membulat setelah melihat beberapa pria berbadan besar turun dari mini bus tersebut dan berlanjut menuju mobil putih miliknya.
"Siapa mereka Yank?" Bella bertanya pada Hendra ketakutan. Pasalnya barang bawaan mereka lumayan berharga bisa saja yang mencegat itu rampok.
__ADS_1
"Apa perampok?" Tanya Mila yang juga ikut ketakutan.
"Entah lah, tapi kita harus mundur saja, aku jelas tidak bisa melawan mereka yang sebanyak itu." Kata Hendra.
Hendra mengutak-atik kopling lalu memundurkan mobilnya tapi....
BRAK!!
Rupanya satu mini bus lagi menghalangi jalannya kembali. Mobil putih Hendra di apit kedua mini bus.
"Hassial, mau apa sebenarnya mereka?" Hendra gusar, sedikit banyak ia sudah tahu siapa yang mengirim orang-orang itu.
Jika di lihat dengan seksama. Salah satunya adalah orang-orang Edbert yang sekarang sudah menjadi orang-orang Dylan Jackson.
"Oh Tuhan, jangan bilang Dylan sudah tahu, baru saja kita akan kabur, kenapa secepat ini dia tahu!" Hendra meracau sambil memukul setir miliknya mulai frustasi.
"Kamu bilang tanpa di ketahui Dylan, kenapa bisa dia mengirim orang-orang menakutkan ini Yank." Bella semakin ketakutan jangan sampai dia di penjara dalam keadaan hamil, ini bukan cita-citanya.
"Kita jangan buka saja Hendra. Tetap di mobil, kalo ada kesempatan baru kita lari!" Sambung Mila gusar.
CRACK!!!
Sekejap saja kaca mobil bagian belakang remuk menjadi debu kristal "Aaaaaaa!" Bella dan Mila berteriak bersamaan sambil menunduk dan menutup telinganya.
CRACK!!! Satu tongkat bisbol mengenai kaca mobil bagian depan hingga hancur lebur.
Hendra menangkis butiran kristal itu dengan kedua tangan hingga kehilangan keseimbangan laju mobilnya dan.....
BRAK!! ..........
Hendra, Mila, Bella tak sadarkan diri setelah mobil putih itu menabrak mini bus yang masih menghalangi jalannya.
Benturan keras di kepala ketiganya membuat mereka pingsan bersamaan.
"Nasib yang malang!"
Suara sepatu besar yang begitu mengkilap turun dari mobil lainnya, lelaki itu berjalan perlahan menuju mobil putih milik Hendra.
Dia tak lain adalah Dylan Jackson.
Dylan menyembunyikan kedua tangan di balik saku celana bahannya sambil menatap wajah-wajah korban kecelakaan itu.
"Urus para penghianat ini, bawa ke rumah sakit yang sama dengan Tuan besar kalian. Bawa semua barang bukti, termasuk aman kan kamera dashboard yang kalian pasang di mobil pecundang ini!" Titah Dylan dengan hawa dingin yang mencekam di raut wajahnya.
"Baik Tuan muda, segera."
__ADS_1
Dylan menyeringai kemudian kembali memasuki mobil miliknya.
Gegas orang-orang nya melakukan perintah Dylan tanpa meninggalkan sedikitpun jejak, akan di buat kecelakaan itu ulah Hendra sendiri bukan ulah orang-orang nya yang sengaja menghalangi jalan dan memukul kaca mobilnya.
Dylan memang hangat pada ibu dan isterinya, tapi kejam jika sudah berhadapan dengan musuhnya.
Hendra mengorupsi uang perusahaan yang belum masuk ke data cash flow. Hendra pikir Dylan bisa di kelabui hanya karena Dylan bukan lulusan luar negeri, Hendra tidak tahu saja kalau Dylan sudah mempelajari bisnis sedari Dylan masih sangat kecil.
Dylan yang cerdas mampu menangkap pelajaran yang Edbert utarakan saat Edbert meeting bersama bawahannya, tanpa Edbert sadari rupanya Edbert sudah menjadi guru otoriter Dylan kala itu.
Di jok mobil mewahnya, Dylan membuka ponsel miliknya rupanya sudah ada pesan masuk dari isteri tercinta beberapa saat yang lalu.
📩 "Aku sudah di rumah sakit, Mami terus menangis, kamu kapan datangnya Hubby?"
📨 "Setelah ini. Aku langsung ke rumah sakit, I miss you Baby." Tulisnya dan langsung di baca.
📩 "I miss you too." Dylan tersenyum membaca itu, di sela kepanikan, di sela kecemasan, di sela permasalahan, Dylan selalu di buat tenang oleh kabar dan tuturan lembut dari isterinya.
Mungkin ini yang di namakan cinta sejati tulus murni. Yang selalu haus mendengar suaranya, selalu haus akan kehadirannya, terobsesi dengan kebahagiaannya. Dylan sangat mencintai isterinya.
...🖋️................🖋️...
Hari pun kini berganti sesuai dengan kebiasaan alam semesta ini, setelah di Edbert menjadi ODHA (orang dalam HIV Aids), seluruh istrinya juga dilakukan tes HIV.
Rupanya, dari sekian banyak istri hanya Bella yang terinfeksi virus tersebut, mengetahui hubungan haram Bella bersama Hendra polisi juga meminta pihak rumah sakit memeriksa pria itu. Rupanya, Hendra juga positif terjangkit virus tersebut.
Edbert selalu berhati-hati dalam berhubungan, ia menjaga para wanitanya di istananya, tujuannya agar tidak terjadi hal seperti ini, akan tetapi sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh jua.
Rupanya Hendra lah yang pada mulanya memiliki virus terkutuk itu, lalu ke Bella dan berakhir pada Edbert.
Edbert memang selalu menggunakan pengaman, akan tetapi dia sangat menyukai o.r.a.l, dan itu yang menjadi alasan utama virus itu berpindah pada Edbert.
Virus ini bukan virus yang bisa menular hanya karena sentuhan tangan dan ciuman biasa, karena virus ini tidak bisa bertahan hidup di dalam air liur, air mata, dan keringat.
Selain darah penderita kita masih aman untuk berdekatan dengan penderita. Maka itu isteri Edbert yang lainnya tidak terkena virus tersebut.
"Aku tidak mungkin terkena virus! Dokter pasti salah!" Bella berteriak histeris sambil menggelinjang hebat meronta dari cekalan para suster.
"Ini pasti salah! Hiks...."
"Tenang Nyonya, jangan seperti ini." Terpaksa perawat berusaha menyuntikkan obat penenang pada wanita hamil itu.
...🖋️..... Bersambung.....🖋️...
...Gais, mohon doanya ya, supaya akoh bisa lanjut cerita ini, sumpah aku udah banyak banget menemukan garis besar cerita ini, tapi karena kondisi kurang sehat jadi up nya terkendala.😭...
__ADS_1