SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
Trik Tipuan


__ADS_3

Yan Liyan mempunyai banyak trik dan teknik untuk mengalahkan kalajengking iblis di depannya ini, tetapi tentunya trik ini akan beresiko karena racun yang dimiliki oleh kalajengking Iblis di depannya dapat merusak jiwanya.


Dia harus ekstra hati-hati agar tidak membuat kesalahan fatal yang menyebabkan nyawanya terancam.


"Teknik Elemen Es! Hujan Salju!"


Yan Liyan membuat segel tangan. Lalu menyatukan dua tanganya seperti seorang pertapa agung.


Butir-butiran es muncul disekitarnya diikuti aura yang sangat dingin keluar dari dalam tubuhnya. Penampilannya terlihat seperti seorang master ahli elemen es tapi memang begitulah kenyataannya.


Kalajengking Iblis yang menyadari musuhnya akan mengeluarkan serangan, tentu saja dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Kalajengking tersebut lalu mengarahkan ekornya yang mempunyai capit tajam kearah Yan Liyan yang menutup matanya, mencoba untuk berkosentrasi.


Ketika ekor tajam itu hampir mengenai Yan Liyan, capit tersebut seketika berhenti. Butiran-butiran es mengenai ekor kalajengking tersebut dan membekukanya dengan sangat cepat.


Bahkan kalajengking tidak sempat untuk menarik ekornya agar tidak membeku.


Kagghh!!


Kalajengking tersebut melengking lalu mengeluarkan gas beracun lebih banyak lagi kemudian mengarahkanya kearah Yan Liyan.


Yan Liyan membuka matanya dan menatap tajam Kearah kalajengking iblis itu.


"Teknik tipuan. Apa kau menyukainya?"


Sebenarnya tadi Yan Liyan berpura-pura tidak bergerak sama sekali agar iblis tersebut terpancing untuk menyerangnya, karena dirinya terlihat sama sekali tidak memiliki pertahanan apa pun.


Satu persatu tombak es tiba-tiba muncul di depannya. Tombak tersebut es berjumlah sepuluh buah dan berukuran sangat besar.


"Membekulah!!"


Wusss!


Tombak es itu melesat menuju kearah kalajengking Iblis. Kalajengking Iblis tidak bisa menghindar karena ekornya tertahan oleh teknik Yan Liyan.


Karena tidak bisa menghindar, Kalajengking iblis tersebut menarik paksa ekornya sehingga menyebabkan ekornya putus.


Kalajengking itu melompat menjauh dari Yan Liyan dengan suara lengkingan kesakitan akibat ekornya yang putus.


Senyuman tipis terukir di wajah Yan Liyan..


Disaat Kalajengking iblis mengira jika dia telah lolos dari serangan Yan Liyan, tiba-tiba dari samping muncul 10 tombak es tadi.


Tombak es itu mengenai Kalajengking tersebut sehingga membuat terhempas keluar dari gua dan berakhir menabrak sebuah batu besar.

__ADS_1


"Kaghhh!!


Kalajengking itu melengking kesakitan lagi. Hidupnya sangat sial karena bertemu lawan seperti Yan Liyan, Jika saja kalajengking tersebut mengetahui serangan Yan Liyan dapat berubah haluan, maka dia akan memutuskan untuk menerima serangan Yan Liyan dari awal tanpa memutuskan ekornya.


Tapi apa boleh buat, ekornya telah putus dan berubah menjadi bongkahan es padat.


Yan Liyan melayang lalu mendarat tepat di depan kalajengking Iblis yang meringis kesakitan di depannya.


"Aku tidak pernah menyangka jika trik tipuan sederhana tadi dapat menjatuhkan binatang iblis sepertimu. Sepertinya tadi aku terlalu meninggikan binatang iblis di alam tingkat rendah ini."


Gumam Yan Liyan yang betapa bodohnya dia menyamakan binatang iblis yang ada di alam tingkat rendah dan tingkat tinggi.


Kalajengking itu menatap Yan Liyan dengan penuh kebencian dan nafsu membunuh Yang kuat. Matanya tiba-tiba mengeluarkan warna merah terang, serta muncul aura berwarna merah dari dalam tubuhnya.


Kalajengking itu bangkit dan melengking lebih keras daripada sebelumnya. Dia mengamuk dan menghancurkan apa pun di sekitarnya.


"Dia membakar esensi darahnya? entah kenapa aku merasa trauma mengahadapi lawan seperti ini."


Kalajengking Iblis membakar esensi darahnya yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatannya secara besar-besaran, Namun tentunya ada efek samping dibalik teknik ini yaitu kematian yang menyiksa.


Yan Liyan bisa saja menghindar dan bersembunyi untuk menunggu kalajengking Iblis itu kehabisan esensi darahnya lalu mati mengenaskan.


Tapi dia bukanlah seorang pengecut yang melakukan trik rendahan semacam itu, lagi pula dia harus memastikan agar kalajengking tersebut tidak menggangu Lin Xi yang berada di dalam gua.


"Baiklah! Aku akan lebih serius kali ini!"


Yan Liyan membentuk sebuah pedang dari Qi miliknya. Pedang tersebut terlihat seperti pedang teratai es miliknya dulu.


Yan Liyan lalu melesatkan secara vertikal membentuk bulan sabit yang mengarah kearah kalajengking. Namun sayang kalajengking darah yang telah meningkatkan kekuatanya.. tidak terlalu berpengaruh oleh serangan Yan Liyan.


Namun teknik tersebut cukup untuk membuat kalajengking Iblis terdiam untuk sesaat.


Yan Liyan kemudian melayang di udara, memandang binatang iblis di depannya dengan tatapan merendahkan.


"Teknik kedua! Hujan pedang Es!"


Muncul ratusan pedang es dari langit, lalu melesat menuju kearah kalajengking Iblis.


Tidak sampai disana.. Yan Liyan mengeluarkan teknik lagi.


"Teknik ketiga! Hujan teratai es!"


Teratai yang terbentuk dari es berukuran cukup besar muncul dari kekosongan dan jatuh menimpah kalajengking Iblis.


Jleb!

__ADS_1


Booommm!


Dua teknik itu langsung menimpa kalajengking Iblis sehingga membuat melengking. Yan Liyan sama sekali tidak membiarkan musuhnya untuk bergerak dan memberikan kesempatan padanya.


Ledakan beserta lengkingan dari kalajengking Iblis terdengar menggema di seluruh jurang. Jika ada seseorang mendengar lengkingan itu. Dia pasti akan bergidik ngerih.. dan bertanya tanya tentang Apa yang terjadi kepada suatu mahkluk hidup sehingga mengeluarkan lengkingan semacam itu selain perasaan sakit yang tidak terbendung.


Tidak berhenti sampai distu, sebelum kabut es akibat ledakan menghilang. Yan Liyan membuat segel tangan lagi.


"Ini akan menjadi yang terakhir."


"Teknik keempat! penghakiman teratai es!!"


Wusss!


Muncul empat pilar dengan ukiran teratai di berbagai sisinya. Pilar itu mengelilingi kalajengking Iblis seperti menguncinya dalam satu ruangan sempit.... Keempat pilar tersebut kemudian mengeluarkan Aray untuk mencegah kalajengking iblis kabut. Serta energi yang memusat kesatu titik tepat di tengah keempat pilar tersebut.


Lama kelamaan energi yang memusat pada satu titik itu menjadi energi yang sangat besar dan perlahan membentuk teratai es yang berukuran besar yang mengeluarkan hawa dingin yang mencekam.


Kalajengking Iblis yang menyadari jika dirinya berada dalam bahaya besar, dia mencoba memberontak untuk keluar dari dalam empat pilar itu.


Namun usahanya hanya sia-sia saja karena Aray pertahanan yang kokoh dari keempat pilar tersebut bahkan tidak tergores sedikitpun.


Yan Liyan lalu membuat segel tangan lagi untuk mengacaukan energi yang terpusat pada teratai es.


"Meledak!!"


Booommm!


Teratai es tersebut meledak yang mengahasilkan ledakan yang sangat keras, bahkan gelombang angin dari ledakan itu menembus Aray pertahanan dan menghempaskan batu-batu besar yang ada disekitar gua.


Sementara itu kalajengking Iblis membeku menjadi patung es akibat ledakan tadi dan tidak lama kemudian patung es tersebut hancur menjadi serpihan es kecil.


Bahkan tubuh dan darah kalajengking iblis sama sekali tidak terlihat, yang menandakan jika tidak ada sama sekali yang tersisah dari tubuh kalajengking Iblis.


Yan Liyan mengehela nafas lega karena penganggu sudah dia musnahkan. Namun dia mengira jika akan ada lebih banyak binatang buas lagi yang akan datang karena terpancing pertarungan mereka.


Oleh sebab itu Yan Liyan mengeluarkan aurahnya untuk memberikan peringatan kepada binatang buas yang akan mendekati gua.


Setelah itu Yan Liyan masuk kembali kedalam gua untuk beristirahat dan memulihkan kekuatanya. Sesampainya dia ditempat Lin Xi.


Yan Liyan menjatuhkan dirinya disebelah Lin Xi dan bersandar dipeti mati sambil melihat Lin Xi di sampingnya yang sedang berkultivasi.


Yan Liyan tidak menyangka jika dirinya akan kelelahan melawan binatang iblis yang ada di alam tingkat rendah. Sepertinya dia terlalu meremehkan kalajengking iblis tadi.


Yan Liyan tanpa sadar menutup matanya dan tidak lama kemudian dia tertidur dengan nyenyak karena terlalu kelelahan.

__ADS_1


Saat Yan Liyan tertidur. Lin Xi sedikit membuka matanya dan menatap gurunya itu. Dia tahu jika gurunya telah melindungi dirinya.


"Terima kasih guru." ucapnya lembut lalu kembali menutup matanya untuk melanjutkan proses penyerapan 2 sumberdaya berharga di depannya.


__ADS_2