SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
Lencana Sekte Es


__ADS_3

"Apa aku mempunyai kewajiban untuk mengatakan identitas ku pada orang seperti mu?"


Yan Liyan menatap tetua di depannya. Sebenarnya Yan Liyan malas untuk bertele-tele dan segera ingin membunuh orang di depannya.


Namun apakah dia akan mendapatkan keuntungan ketika melakukan hal itu? tentu saja jawabannya adalah tidak.


"Kau!!


Baru kali ini dia mendapatkan perlakuan seperti ini dari seseorang. Dia adalah tetua keluarga Nan yang dihormati oleh banyak orang. Dan sekarang ada seorang bocah yang dengan beraninya berkata seperti itu kepadanya?


Tetua itu sebenarnya tidak mengenal Yan Liyan. Yang dia incar adalah Lin Xi. Namun siapa sangka jika pemuda yang berada di dekat Lin Xi itu mempunyai kekuatan yang tidak boleh dianggap remeh.


"Aku peringatkan pada mu bocah. Meskipun kau memiliki sedikit kemampuan, tapi tidak baik jika kau ikut campur dengan urusan orang lain. Atau kau akan berurusan dengan seseorang yang tidak kau inginkan."


Yan Liyan ingin tertawa mendengar ancaman tetua di depannya. Jika Yan Liyan ingin, Dia bisa saja langsung mendatangi kediaman keluarga Nan dan meratakanya dengan tanah.


Dan sekarang ada seseorang yang berani mengancamnya? Jika saja Yan Liyan tidak diperhatikan oleh muridnya mungkin dia sudah tertawa terbahak-bahak saat ini.


"Jangan mengucapkan hal omong kosong pak tua."


Wusss!


Yan Liyan seketika menghilang dan muncul di depan tetua itu.


"Rasakan ini!!"


Booommm!!


Tetua dari keluarga Nan itu terhempas ketika menerima pukulan telak Yan Liyan yang begitu cepat sehingga tidak dapat dihalau.


Dampak dari ledakan itu merusak banyak bangunan seperti toko dan perumahan warga sehingga menyebabkan kegaduhan di banyak tempat.


Banyak para warga yang terbangun dari tidurnya akibat suara dari ledakan keras yang mereka dengar di tengah malam.


Para warga keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan terkejut ketika melihat kerusakan yang terjadi pada bangunan di kota daun.


Mereka bertanya-tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Apa baru saja terjadi gempa bumi? atau suatu pertarungan kultivator hebat?


Dan pertanyaan itu langsung terjawab ketika melihat seorang pemuda yang melayang di langit kota daun serta 8 tetua keluarga Nan yang berdiri diatas gedung tertinggi kota daun.


"Kultivator pertapa agung."


Ya. Siapa pun akan mengetahui jika orang yang bisa melayang di udara seperti itu berada di ranah kultivator pertapa agung atau mungkin saja lebih tinggi.

__ADS_1


Mereka juga bertanya-tanya bagaimana bisa seseorang mencapai ranah pertapa agung diusianya yang masih sangat muda.


"Oh tidak. Apa keluarga Nan telah menyinggung kultivator ranah pertapa agung?"


"Apakah ini akan menjadi akhir keluarga Nan?"


"Jika itu benar, Maka ini akan menjadi sesuatu yang baik."


Para warga berharap kepada pemuda yang melayang tersebut dapat menghancurkan keluarga Nan untuk mengakhiri penderitaan mereka alami selama ini.


Mereka sebenarnya sudah muak dengan keluarga Nan yang selalu mengatur urusan mereka. Tapi karena mereka tidak mempunyai kekuatan, maka mereka hanya diam saja.


-


-


-


Keributan ditengah malam itu tidak hanya membuat para warga kota daun penasaran namun Nan Su yang merupakan keluarga Nan juga ikut penasaran.


Awalnya dia mengira jika itu hanya pertempuran kultivator biasa yang terjadi di kota daun. Tapi ketika dia merasakan aura bawahannya yang berada di tempat pertarungan. Nan Su langsung bergerak cepat.


Nan Su mengira jika para bawahannya sedang menghadapi musuh yang kuat. Jika salah satu bawahannya mati, maka dia akan mengalami kerugian yang besar dan kekuatan keluarga Nan bisa berkurang drastis.


Ya. Sebuah efek domino yang Nan Su takuti jika itu benar-benar terjadi.


Sesampainya di tempat pertarungan. Nan Su melihat 8 tetua sedang bertarung dengan dua orang gadis yang ciri-ciri dan penampilanya sama persis dengan apa yang dikatakan oleh putranya.


Pertarungan antara para tetua dan 2 gadis bergaun biru dan hijau itu terlihat imbang bahkan Namun itu tidak berlangsung lama sampai para tetua itu mulai kehabisan Qi sedangkan dua gadis itu terlihat tidak kelelahan sama sekali.


"Dari mana mereka berasal? Apa benar-benar ada seorang remaja yang memiliki kekuatan semacam itu di dunia ini?"


Menyadari jika para tetua mulai terdesak. Nan Su berniat membantu.


Walaupun sangat memalukan jika Nan Su ikut bertarung membantu para tetua melawan dua orang gadis kecil. Namun dia harus melakukannya sebelum dia mengalami kerugian besar.


"Aku tidak menyangka jika kepala keluarga Nan yang sangat ditakuti di kota daun ini dengan tidak tahu malunya berniat untuk mengeroyok dua orang gadis lemah."


Yan Liyan tiba-tiba muncul dari kegelapan bayangan dari sebuah bangunan. Aura dingin keluar dari dalam tubuhnya yang menyebabkan tanah yang dia injak seketika membeku disertai serpihan kristal es.


"Siapa kau!"


Awalnya Nan Su terkejut dengan kemunculan Yan Liyan secara tiba-tiba, karena dia sama sekali tidak merasakan keberadaan dari Yan Liyan.


Tapi ketika melihat aura dingin dan es yang muncul ketika dia menginjakan kakinya. Nan Su tiba-tiba menunjukkan ekspresi pucat.

__ADS_1


Siapa pun akan mengetahui jika orang yang mempunyai elemen es adalah orang yang berkaitan dengan sekte es.


Sekte yang sangat ditakuti di Kekaisaran Han Ini. Rumornya matriak sekte es berada di ranah pertapa suci yang bahkan kaisar dari Kekaisaran Han sendiri harus hormat ketika bertemu dengannya.


Apa lagi jika hanya keluarga kecil seperti keluarga Nan. Bukankah dia telah menyinggung pihak yang Kekaisaran Han sekali pun tidak berani untuk menyinggungnya.


Menyadari hal itu tentu saja membuat Nan Su ketakutan karena dia dengan bodohnya telah menyinggung orang yang salah.


"Apa anak muda ini berasal dari sekte es?" tanya Nan Su untuk memastikan.


Yan Liyan berhenti ketika mendengar pertanyaan Nan Su. Dia mengingat sejenak tentang sekte es. Salah satu bawahannya atau dari 7 dewi kematian berasal dari sana. Nama sosok itu adalah Yin Su dan Yin Zu.


"Ya, aku mempunyai hubungan dengan sekte es. kenapa? apa itu akan merubah keadaan akan kematiamu hari ini?"


Nan Su langsung menunduk di hadapan Yan Liyan. Walaupun Nan Su seorang penindas kejam, tapi dia tidak bodoh untuk berurusan dengan sekte es.


"Ampuni kami tuan muda. Kami tidak bisa melihat tingginya gunung. Dan meninggikan diri kami sendiri yang terlihat seperti semut kecil di hadapanmu."


Diam!


Semuanya terdiam ketika melihat apa yang dilakukan oleh Nan Su. Bahkan para warga yang melihat itu membuka mulutnya lebar-lebar.


Mereka semua Tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini seolah-olah mereka telah bermimpi di siang bolong.


Mereka semua bertanya-tanya tentang apa yang membuat kepala keluarga Nan menunduk seperti itu bahkan tampak ketakutan kepada seorang pemuda.


Bahkan jika lawanya berada di tingkat pertapa agung. Nan Su tidak akan semuda itu menunduk tanpa melakukan perlawanan, apa lagi dengan dukungan yang berada di belakang mereka.


Para tetua yang sedang bertarung dengan Lin Xi dan Xiao Mei juga ikut terdiam. Mereka menghentikan pertarungan mereka ketika melihat Nan Su menunduk ketakutan.


"Apa yang sedang kau Yang Mulia!!" Salah satu tetua berteriak. Berpikir jika tuanya terkena suatu teknik ilusi atau semacamnya.


"Diam! Kalian semua menunduk!!" perintah dari Nan Su. Walaupun para tetua kebingungan dengan apa yang terjadi, tapi mau tidak mau mereka menuruti perkataan Nan Su untuk menunduk kepada Yan Liyan.


Lin Xi dan Xiao Mei kebingungan. Mereka mendarat di samping Yan Liyan dan ingin menanyakan sesuatu.


Tapi sebelum mereka bertanya. Yan Liyan berbisik pada Lin Xi.


Lin Xi mengangguk lalu mengeluarkan sebuah Lencana dengan simbol teratai es pada mendali itu.


Lencana tersebut merupakan pemberian dari Yin Su kepada Lin Xi ketika dulu saat mereka akan berpisah.


Para tetua yang melihat lencana tersebut, tiba-tiba seluruh anggota tubuh mereka seketika bergetar. Mereka semua akhirnya mengerti


kenapa pemimpin mereka menunduk kepada Yan Liyan dengan ekspresi ketakutan seperti tadi.

__ADS_1


__ADS_2