SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 32


__ADS_3

"Kau tahu... aku seorang pedagang ten,aku telah bepergian ke beberapa belahan dunia untuk mengumpulkan berbagai jenis teh. Aku menyediakan teh untuk setiap jenis acara dan aku mendapatkan beberapa ekstrak di benua bagian timur,aku juga bertemu dengan putri di sana,"kata periday menjelaskan.


"Kesatria Naga, kurasa kita memulai dengan cara yang salah. Aku ingin minta maaf. Maafkan aku, aku hampir dibunuh dan itu membuat aku gila. Aku tidak berpikir bahwa akan ada orang yang bertindak sejauh itu."


Lia mendengarnya dan dia merasa kasihan pada Duke periday dan memahami kekhawatirannya. "Itulah sebabnya kami di sini,untuk menyelesaikannya tanpa pertumpahan darah."


"Baiklah, kau bisa menanyakan apapun yang kau inginkan dariku," sambung Duke periday.


"Apa pelayan itu menawarkan minuman kepadamu malam itu?"


"Apakah dia adalah pelayan yang dikatakan menghilang?"


"Ya. Pelayan itu bernama Kenzo. Ketika putri menemukan racun, pelayan itu tiba-tiba saja menghilang".


"Baiklah. Apa hubunganmu dengan Duke Leeds?"


"Sungguh, aku hanya mengundang dia dan istrinya untuk minum teh saat mereka baru menetap di sini. Aku dan Leeds adalah orang yang sangat berbeda dan aku tidak bisa mengatakan kami berteman."


"Terima kasih. Dan mengapa kau pikir Duke Leeds ingin membunuhmu?"


periday melihat ke luar jendela. Dia tidak merespon dan Lia tahu ada sesuatu yang mencurigakan.


"Jadi?"

__ADS_1


"Dengar, aku hanya tahu seperti itu. Dan aku tidak punya bukti."


"Apa cenayangmu memberitahumu?"


"Tuan Lio. Aku lebih suka jika Anda menyebutku Sakura. Apa kau meragukanku?" putri muncul dari belakang


"Nona putri maafkan aku. Aku belum pernah bertemu dengan dirimu sebelumnya jadi izinkan aku untuk bertanya."


"Dengar, ketika aku menemukan racun aku pergi untuk mencari pelayan. Aku tidak bisa menemukannya tapi aku menemukan ini," kata putri sambil menunjukkan sebuah koin.


"Ini adalah bayaran yang diberikan kepada pelayan yang melakukannya. Aku merasakan aura di sekitarnya, itu pasti berasal dari mansion Duke Leeds."


"Maaf, tapi kau ingin mengatakan bahwa bukti yang kau punya hanyalah sebuah firasat dari statusmu sebagai penyihir?"


putri mendekatinya. Dia meraih tangan Lio dan dengan kemampuannya dia mulai menyentuh sisi dalamnya. Iris matanya menjadi putih dan kelopak matanya bergetar.


Sesaat kemudian putri menjauh dari Lia dengan napas terengah-engah.


"Apa yang terjadi? Apa yang kau lihat?" tanya Lia.


"Tidak itu...aku..."


"Baiklah, aku tidak bisa mengambil kesimpulan dan memutuskan bahwa Duke Leeds bersalah hanya karena firasat Anda, Nona putri. Aku butuh bukti. Sampai Anda berdua dapat menyediakan itu, aku akan keluar untuk mencari udara segar." Kemudian Lia meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Lia berdiri di bawah pohon sambil memegangi dagunya. Kemudian putri muncul di hadapannya.


"Lio, atau aku harus memanggil Anda Lia?" Lia terkejut dan berdiri ketakutan.


"Apa yang kau katakan?" dia meneoba untuk tidak tersinggung dan menyembunyikan ketakutannya.


"Anda adalah anak yang ditemukan oleh Master Arga, dia mengajari Anda untuk bertindak sebagai laki-laki. Dan Anda sepertinya tertarik pada Pangeran Farel."


"Baiklah baiklah hentikan ini! Apa yang kau inginkan?" kata Lia ketakutan.


putri memperhatikan itu dan mencoba untuk menenangkannya. "Tunggu,tenanglah! Aku tidak akan mengungkapkan rahasiamu!"


"Kau tidak akan mengungkapkannya? Kenapa?"


"Karena Anda adalah keajaiban. Anda adalah sesuatu yang kami nantikan selama ini, kita perempuan melindungi satu sama lain."


Lia merasa bahwa putri mengatakan kebenaran dan hal itu sangat melegakan.


"Terima kasih. Apa yang kau lihat saat kau menyentuh tanganku?" tanya Lia penasaran.


"Pertama-tama aku melihat Anda sebagai seorang gadis. Tapi aku juga melihat rasa sakit dan penderitaan yang sedang menanti Anda. Berhati-hatilah terhadap Revan dan percayalah pada diri sendiri."


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2