SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 26


__ADS_3

Kemudian Kaisar berjalan menghampiri dirinya, "Apakah ada sesuatu yang menggangumu Nak?"


"Kapan kita bisa tahu bahwa aku adalah Rachel atau bukan?"


"Bersabarlah anakku. Semua akan segera terjawab."


Farrell merasa gelisah, dia merasa seperti ada sesuatu yang salah. Dia khawatir tentang cerita yang telah ia baca sebelumnya.


Cerita tentang pembuangan White dragon. Ada yang tidak masuk akal tentang hal itu.


(White dragon mengkhianatiku. Aku tidak percaya ini. Aku percaya padamu, mengapa kau melakukan ini padaku? Kau mengatakan kepadaku bahwa kau akan berada di sisiku tidak peduli apa yang terjadi, bahwa kita akhirnya menyatukan bangsa-bangsa bersama-sama dan menyingkirkan bangsa Saiyan, dan sekarang kau memutuskan untuk berpihak pada orang itu. ini adalah penghianatan yang sangat menyakitkan dan... Kau adalah segalanya bagiku. Tapi sekarang aku harus membiarkanmu pergi).


Farel membaca pesan tentang pembuangan White dragon. Tidak banyak hal yang ditulis di sana dan tidak ada alasan yang jelas mengapa hal itu bisa terjadi.


Apa White dragon mencoba membunuh sahabatnya?


Tapi Farel juga memperhatikan sesuatu yang lain.


Rachel berbicara tentang White dragon seolah dia seorang kekasih. Tampaknya dia kehilangan bagian besar dari dirinya dan dia takut untuk mengakuinya. Dan untuk beberapa alasan, Farel merasakan rasa sakitnya melalui pesan yang Rachel buat.


Kemudian Farel mengingat perkataan ayahnya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana jika dia benar dan Lia adalah White dragon?" Pikiran ini terlintas di benaknya.


"Bagaimana jika dia harus mengusirnya? Tidak, aku tidak akan mempercayai hal itu." Farel memutuskan untuk membentuk jalan cerita hidupnya sendiri dan dia tidak akan membiarkan masa lalu mempengaruhi masa depan.


Dia akan percaya pada Lio.


***


Saat ini Lia mengenakan seragam latihan. Ada dua orang yang sudah bersiap untuk melawannya, satu di kanan dan satu di kiri. Dia menyiapkan tinjunya dan tubuhnya dalam posisi Siaga.


Dan tentu saja Revan ada di sana untuk memberi arahan.


Kedua orang itu terlihat melemparkan api ke arah Lia menggunakan tangan mereka. Sementara itu Lia berlari ke sebelah kirinya dan mulai meninju pria itu dengan cepat. Pria itu mencoba untuk menahannya tapi akhirnya dia terjatuh. Pria lain datang dari belakang dan Lia menendangnya, api keluar dari tendangannya dan segera menyebar.


Pria itu melindungi mukanya dan kehilangan keseimbangannya.


Lalu pria pertama menendang kaki Lia dan membuatnya terjatuh.


"Fokus!" teriak Revan.


Lalu Lia segera berdiri dan dia menciptakan pisau kecil dengan api.

__ADS_1


Bentuknya tidak terlalu stabil dan padat, tetapi pisau itu memancarkan panas yang bisa melelehkan segalanya.


Lia bersiap dan segera melesat ke arah pria itu dan memotong zirah besi pria itu. Lalu pria lain datang mendekati dirinya. Pria itu memiliki dua buah pedang di tangannya.


Pria itu segera melesat ke arah Lia dan Lia langsung menghindarinya.


Sekarang otot-otot Lia menjadi lebih gesit karena berlatih. Staminanya telah tumbuh lebih besar dan dia semakin lihai dalam mengendalikan gerakannya.


Lia melompat tinggi dan berakhir di belakang pria itu. Lia menendangnya dan mengirim pria itu ke seberang lapangan. Lalu dua orang lainnya bergerak untuk melawan Lia pada saat yang sama.


Lia mengetahui hal itu dan dia segera menghindari mereka, lalu saat dia mendapat kesempatan, Lia segera mengarahkan pukulannya dan meraih tangan dari salah satu pria itu, kemudian dia memelintirnya dan membuatnya terjatuh.


Setelah selesai dengan satu orang, Lia kembali bergerak dan menendang perut pria yang satu lagi dan memukul rahangnya.


Sekarang empat orang yang menyerang Lia telah kalah dan berakhir tergeletak di atas tanah. Salah satunya adalah Master terlatih dan tiga orang lainnya adalah prajurit.


Master Revan tersenyum dan merasa puas dengan kinerja Lia.


"Itu bagus, White dragon," gumam Revan dalam hati.


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2