SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 43


__ADS_3

"Kau ingin aku untuk apa?" tanya Rangga memastikan.


"Aku ingin kau mengajariku menggunakan pedang dengan baik"


Rangga menatap Lia dengan tatapan bingung. Dan beberapa detik kemudian dia tertawa terbahak-bahak,"Apa kau sedang bercanda?"


Dia merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar, seorang kesatria naga ingin belajar teknik pedang?


"Apakah wajahku seperti seseorang yang sedang bercanda?" Lia balik bertanya.


" Ka... Kau serius?"Rangga sedikit terbatah. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Lia akan serius mengatakan hal itu.


"Ya.. Tentu saja," kata Lia yakin.


"Baiklah. Aku akan mengajarimu, tapi aku punya satu syarat."


Beberapa saat kemudian mereka sudah berada di sebuah kedai kecil dengan bir dan berbagai jenis olahan daging.


"Kau benar-benar meminta ini dariku?" kata Lia kemudian dia tertawa. Dia tidak menyangka bahwa syarat yang dikatakan Rangga adalah untuk menemaninya minum.


"Apa yang lebih baik dari menikmati minuman, makanan, dan wanita?


"Wanita? Oh sial, jangan lagi,"pikir Lia.

__ADS_1


"Ya, tentu saja!" Lia berusaha untuk menutupi traumanya.


Kemudian ekspresi Rangga menjadi lebih serius, "Baiklah Lio, sekarang ceritakan tentang dirimu. Apakah kau memiliki keluarga?"


Lia terdiam sejenak, dia baru saja menyadari bahwa dia tidak pernah terbuka kepada siapa pun tentang hidupnya. Meskipun dia baru saja bertemu dengan Rangga tetapi dia merasa bahwa mereka dekat.


"Aku tidak punya keluarga. Master Arga menemukanku dan membawaku bersamanya. Dia mengajari banyak hal kepadaku termasuk cara untuk menjadi seorang kesatria naga dan di sinilah aku."


"Oh... aku tidak tahu itu." Rangga tampak sedikit bersalah karena menyinggung sesuatu yang sensitif untuk Lia Sementara Lia hanya tersenyum padanya.


"Bagaimana denganmu?"tanya Lia kemudian.


"Aku? Emm pada dasarnya aku tumbuh di istana. Ayahku Albert, adalah seorang ahli pedang. Kemudian dia menikahi adik Kaisar, Putri Viona. Kemudian mereka memiliki seorang anak dan di sinilah aku."


Kemudian Lia terkesiap saat dia menyadari sesuatu. Orang yang ada di hadapannya adalah keluarga Raja.


Kemudian Lia berdiri dan melongo menatap Rangga.


"Ada apa?" tanya Rangga bingung.


"Yang Mulia," kata Lia kemudian membungkuk.


Rangga tertawa melihat tingkah Lia.

__ADS_1


"oh ya ampun. Apa yang kau lakukan? Duduklah dan berhenti memperlakukanku seperti itu."


Lalu Lia segera mengikuti perintahnya. "Kau seorang pangeran"


"Ya, dan aku lebih suka kau tetap diam tentang hal itu."


"Tapi kenapa?" dia berbisik.


"Kami telah bepergian untuk sementara waktu karena kebutuhan kerajaan. Sudah beberapa bulan kami kembali. Tidak ada yang ingat bagaimana aku dan aku lebih suka seperti ini.Aku bisa santai dan berbaur, melakukan sesuatu tanpa menarik perhatian."


"Oh, begitu! Kau ingin tetap merahasiakannya! T'api, kenapa memberitahuku?"


"Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku hanya ingin jujur padamu. Ada baiknya untuk memiliki teman dan aku merasa kau adalah orang yang tepat. Jika kau ingin aku untuk melatihmu, kau harus menjaga rahasiaku."


Sejenak Lia merasa bahwa dia dapat mengatakan rahasianya kepada Rangga.


Rangga berbagi rahasia dengannya dan Lia merasa bahwa Rangga juga bisa menjaga rahasianya.


Tetapi Lia tahu, itu hanyalah mimpi.


"Aku berjanji akan menyimpan rahasiamu, kau bisa percaya padaku. Ngomong-ngomong ini akan sangat menakjubkan, berlatih di bawah pengawasan Pangeran!"


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2