SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 57


__ADS_3

"Kita sudah melakukannya selama lima jam dan aku hanya bisa menguasai satu langkah! Rasanya jauh lebih mudah ketika kau menunjukkannya, tapi saat aku melakukannya... Itu benar-benar sulit." Lia mulai menangis dan kehilangan semangat.


"Aku tahu,itulah tujuannya. Ayo, jangan menyerah, oke?"


Sebelum mereka melanjutkan,seorang wanita tinggi muncul dengan rambut halus dan mata biru.


"Putri Viona," tebak Lia.


"Ibu? "Rangga mencoba membujuknya.


"Kau harus datang sekarang," kata Putri Viona.


"Ibu aku sedang berlatih."


"Nona Tari di sini. Dia datang dari barat dan bepergian hanya untuk menemuimu. Kau harus segera mandi dan menemuinya."


"Ibu.. Lio..


"Aku tidak bertanya."


Rangga sekarang berpaling ke Lia.


"Dengar, aku akan melakukannya dengan cepat dan aku pastikan akan kembali dalam dua jam. Untuk saat ini kau bisa mempelajari gulungan yang menjelaskan tentang beberapa 'Langkah. Gulungan Itu di sisi utara perpusta kaan, oke?"


"Pergi, pergi. Bersenang-senanglah dengan Nona Tari!" Lia menggoda Rangga.


Lia sekarang berdiri di sana sendirian. Dia akan pergi dan melakukan apa yang dikatakan Rangga dan mencari gulungannya. Dia melewati area latihan yang berbeda,melihat para pria berkelahi dengan berbagai jenis senjata.


Dia berhenti dan menatap para pemanah. Dia melihat bagaimana elegan mereka meregangkan tali dan membuat panah terbang pada target. Itu terlihat seperti satu gerakan tapi itu semua bagian dari keseluruhan.


"Tunggu."Lia berdiri sangat tegak.

__ADS_1


"Apa yang baru saja aku pikirkan?


~Pagi berikutnya


"Apakah dia akan datang?" tanya Master alex.


"Dia harus,"jawab Master lain.


Para Master telah berkumpul dengan Guru Besar yang duduk di tengah. Sudah hampir waktunya, tapi Lia belum juga muncul.


Sementara itu, timnya sedang menunggu,dan tidak tahu keberadaannya.


Farel dan Rangga bergabung dengan mereka.


"Yang Mulia," sapa para kesatria naga dengan sopan.


"Dimana dia?" tanya Zack.


Sementara itu Rangga merasa bersalah.


Ketika dia kembali untuk melatihnya,Lia tidak ada di tempat itu dan dia berasumsi bahwa Lia menyerah.


"Jika dia tidak datang dalam lima menit,dia akan didiskualitikasi dan mungkin mencoba tahun depan."


"Tahun Depan?" timnya terlihat kaget.


"Tidak akan ada alasan untuk melakukannya tahun depan." Lia akhirnya muncul.


Kemudian dia membungkuk untuk menyapa mereka.


"Guru Besar, aku di sini untuk mengklaim gelar Master." Lia mengumumkan dengan yakin.

__ADS_1


"Baiklah, tunjukkan kepada kami teknik baru yang telah kau ciptakan."


Semua orang langsung terdiam. Tidak ada gangguan suara saat ini, tidak ada yang akan berkedip sedikitpun.


Lia berdiri tegak meregangkan punggungnya.Dia menarik napas masuk dan keluar,mencoba untuk menenangkan Mana Api nya.


Sementara itu, Rangga memperhatikan kantung hitam di bawah matan Lia. Sepertinya dia tidak tidur.


Lia merentangkan tangan kirinya ke arah langit dengan kaki lebar sejajar bahu. Kemudian dia menariknya kembali dan menggerakkan jari-jarinya. Bunga api kecil tereipta dengan cepat.


Api terlihat mengeras dan membentuk potongan-potongan kecil. Mereka semua datang bersama-sama dan berkumpul di satu titik untuk menciptakan satu hal, itu adalah sebuah busur.


Lia meraih busur itu dan membawanya ke depan. Lalu dengan tangan kanannya,dia menempatkan dua jari di tengah-tengah busur itu. Dia menarik tangan kanannya ke belakang dan terciptalah anak panah dari api.


Lia sekarang berdiri tegap dan siap untuk menembak. Dia membidik sebuah pohon dan dengan satu serangan,pohon itu langsung terbakar.


Semua orang melongo,tidak ada yang mengatakan apa-apa.


"Apakah dia menciptakan sesuatu yang kupikir akan dia lakukan?" Doni bergumam.


"Dia menciptakan senjata api baru," kata Rangga dalam kekaguman.


Lia berdiri di depan mereka sambil memegang busur di tangannya."Aku menyebutnya Busur Api."


Kemudian Guru Besar berdiri dan mulai bertepuk tangan. Semua orang mengikuti apa yang dilakukan. Seluruh tim dan kedua Pangeran memberikan selamat.


"Kupikir keputusannya sudah jelas. Selamat Lio. Kau melewati tugas terakhirmu untuk menjadi seorang Master. Sekarang kau boleh menerima tato nagamu."


Lia merasa sangat senang,dia akan mengingat hari ini, selamanya.


****

__ADS_1


Bersambung~~~


__ADS_2