SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 56


__ADS_3

"Terberkatilah Kesatria Naga! Berkatilah Kaisar dan Dinasti Matahari!"


Orang-orang terus bersorak di sepanjang jalan.


Mereka berada di dalam gerbang istana.


Kemudian Lia menyerahkan Berto kepada para prajurit.


"Penjarakan kotoran ini," perintahnya.


"Lihat siapa yang kembali!" Rangga muncul dan Lia segera berlari dan memeluknya.


"Sudah lama aku tak melihatmu! Kemana saja kau?" Lia bertanya pada Rangga.


"Aku bepergian ke beberapa tempat. Ibu mengatakan sudah waktunya bagiku untuk menetap. Jadi dia memintaku untuk mengunjungi beberapa wanita dan putri-putri bangsawan."


"Astaga! Apakah kau menemukan sesuatu yang baik?" tanya Lia dengan nada mengejek.


"Diam! Apakah kau menemukan teknik baru?" Rangga balik bertanya.


Lia menggeram mendengar pertanyaan itu.Dia belum membuat apapun.Beberapa bulan terakhir mereka berlatih keras,mereka memiliki banyak misi yang sulit dan sukses menjalankan semuanya.


Mereka juga bekerja dengan sangat baik bersama-sama. Lia telah menguasai pedang api dengan cukup baik, juga berhasil membuat pedang ganda.


Tapi ketika dia berusaha untuk membuat teknik baru,dia sama sekali belum bisa melakukannya.


"Jika aku tidak membuat teknik baru dengan cepat maka seluruh rencana akan sia-sia."Lia tampak murung dan khawatir.

__ADS_1


Kemudian Guru Besar datang menghampiri mereka. "Jangan buang waktu, Lio kau harus pergi dan ciptakan teknik baru yang sudah lama kunanti. Sisanya ikut denganku."


Sekarang Lia berada di tempat pelatihan,dia mencoba untuk membuat sesuatu yang baru.


Dia tampak melihat sebuah gulungan yang berisi beberapa teknik lama yang sudah lama tidak digunakan.


"Kau seharusnya menciptakan teknik baru,bukan mencuri teknik lama yang sudah dilupakan,"kata Farel yang tiba-tiba saja sudah berada di dekat Lia.


"Mungkin aku bisa membuat sesuatu yang sama!" Lia merasa buruk.


"Jangan khawatir Lio. Kau akan berhasil." Farel mencoba untuk memberinya semangat.


"Sepertinya kau sangat optimis," kata Lia.


"Aku telah melihat seberapa besar perkembanganmu. Aku percaya kau akan dapat menemukan solusi untuk ini."


"Hei. Aku pernah melihatmu menguasai kemustahilan. Apakah di seluruh negeri ini ada banyak kesatria naga berusia 16 tahun yang menguasai teknik pedang api?" kata Farel kemudian dia tersenyum.


"Aku tahu, tapi -"


"Tapi kau harus tidur."


"Tidak! Aku harus berlatih-" Lia menolak. Tapi Farel meraih pundaknya dan memaksanya untuk pergi.


"Percayalah, kau perlu pikiran yang jernih. Kau tidak akan pernah tau ide seperti apa yang akan muncul ketika pikiranmu lebih tenang."


Lia mengikuti perintah Farel dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


Sudah berbulan-bulan tak ada mimpi baru yang mengunjunginya. Juga,dia belum melihat Revan karena ia dikirim ke perbatasan luar untuk mengakhiri kerusuhan.


pagi berikutnya Lia berjalan naik dan turun istana.


Dia punya ide cemerlang tadi malam.


Bagaimana jika dia belajar teknik pedang dan memperkuat itu dengan api dan membuat sesuatu yang baru?


Dia pergi ke area pelatihan prajurit untuk menemukan Rangga di sana.


"Bagaimana aku bisa membantu?" Rangga menyadari bahwa Lia membutuhkannya.


"Katakan padaku teknik pedang yang rumit, mungkin aku bisa membuat sesuatu dari itu."


Rangga menjelaskan teknik 'Tarian Pedang' dimana sang prajurit membalikkan dan memutar pisaunya,melakukannya dengan cepat dan menciptakan semacam perisai di sekelilingnya.


"itu luar biasa! Aku bisa menciptakan perisai api Tapi ada satu masalah. Teknik ini terlalu sulit untuk kemampuan berpedangmu saat ini."


"Kenapa?"


"Pertama-tama kau harus menguasai langkah dan pergerakan yang sulit. Lalu kemudian entah bagaimana kau harus melakukannya dengan pedang api."


"Dengar, besok aku harus memperlihatkan sesuatu yang baru.Tolong bantu aku!" Lia sedikit memelas.


"Oke, oke, mari kita coba," kata Rangga setuju.


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2