SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 46


__ADS_3

"Baiklah. Apa yang kulakukan dengan waktu luangku adalah urusanku. Jika aku ingin belajar cara bertarung menggunakan pedang dari sepupumu,jelas itu bukan urusanmu. Apakah kau tidak akan berhenti untuk meremehkanku dan pilihanku? dan juga kumohon berhentilah menyalahkanku untuk alasan apapun karena kau tidak menyukai Rangga."


Lia mengutarakan pemikirannya dengan kesal karena dia tidak mau berurusan dengan wajah pemarah Farel dalam waktu yang lama.


Kemudian Farel menatapnya dengan mata memelas,dia menyadari bahwa sikap Lia sedikit kasar.


"Farel, maafkan aku.. "Lia ingin memperbaiki situasi yang ia buat. Dia sadar bahwa dia telah bertindak kasar.


"Tidak, jangan minta maaf. Sejujurnya,aku marah padamu karena kau bersama Rangga."Farel kembali menjadi tenang seperti semula.


"Apa yang terjadi dengannya?"


"Ceritanya panjang... ada hal yang membuatku tidak menyukainya. Tapi dia adalah seorang pendekar yang hebat.Kau harus belajar dari dia. Jangan biarkan pendapat bodoh kami menghalangi latihanmu."Dengan cepat Farel mengubah pemikirannya.


"Terkadang Farel bisa jadi dewasa,"pikir Lia.


"Baiklah. Jadi, kau membutuhkanku untuk melakukan apa?"


"Ya, kau benar. Apa kau lupa? Hari ini kita akan menanyai Duke Leeds dan aku ingin kau ada di sana."


Lia hampir lupa dengan pengkhianatan Duke Leeds.Mereka membawanya ke dalam istana secara diam-diam, mereka tidak ingin menarik perhatian sampai mereka memecahkan misteri.


Sebuah usaha untuk melawan keluarga kerajaan akan memberikan kesempatan bagi musuh untuk menyerang.

__ADS_1


Lia berjalan mengikuti Farel ke sebuah tempat yang tidak pernah diketahui sebelumnya oleh Lia.Tidak banyak orang yang berada di sana.Dan orang-orang di tempat itu semuanya adalah orang terpercaya.


Sang kaisar dan Guru Besar sedang menunggu seseorang untuk menanya Duke Leeds.


Lia melihat wajah yang belum pernah dia lihat sebelumnya, Seorang pria tinggi dengan rambut cokelat panjang.


Matanya berwarna abu-abu dan dia memakai seragam. Apa yang menarik perhatiannya adalah pedang besar yang dibawa olehnya.


Farel dan Lia berjalan mendekati pria itu.


"Salam Putra Mahkota." Pria itu dengan ramah menyambut Farel.


"Paman Albert." Farel melakukan hal yang sama.


Meskipun dia memiliki rambut coklat dan mata abu-abu, Albert terlihat lebih jantan dan maskulin, dengan rahang yang kuat. Sedangkan wajah Rangga terlihat lebih halus.Dia lebih cantik dari beberapa wanita.


Lia berpikir bahwa Rangga mungkin mendapatkan penampilannya dengan mengikuti ibunya.


"Dan kau?" Albert bertanya pada Lia .


"Saya Lio Tuanku. Saya seorang kesatria naga."


"Lio? Sepertinya aku pernah mendengar tentangmu."Albert terlihat menerka-nerka tetapi ia tidak yakin.

__ADS_1


"Tentangku?" Lia menatapnya dengan penuh tanda tanya.


Seorang pendekar besar pernah mendengar tentang dirinya?


"Ini akan segera dimulai, ayo kita segera menemui ayah."Farel menyela mereka.


Farel berdiri di samping kaisar dan Lia berdiri di samping Guru Besar.


Lia merasa benar-benar canggung,dia sudah lama tidak melihat Guru Besar. Guru Besar tidak aktif untuk.pelatihan mereka lagi dan tampaknya dia memiliki misi di seluruh kerajaan akhir-akhir ini.


"Guru Besar."Lia menyapanya dengan canggung.


"Lio."


"Dia mengingatku, " pikir Lia.


"Aku melihat pangeran Farel membawamu bersamanya... Apakah itu buruk?" tanya Guru Besar


"Buruk? Disukai oleh keluarga kerajaan adalah hal yang diinginkan setiap orang Itu sama sekali tidak buruk."


"Tentu saja. Aku senang dia memilihmu.Dari saat aku melihatmu,aku tahu kau akan menjadi penerusku."


"Tunggu, apa?"

__ADS_1


Bersambung~~~


__ADS_2