
Lin Xi melesat menuju gua yang dikatakan gurunya tadi, meskipun banyak binatang buas yang menghalanginya. Lin Xi dapat membunuh mereka dengan mudah.
2 jam kemudian...
Lin Xi telah sampai di depan pintu gua yang dimaksud oleh gurunya. Dia memandang gua di depannya dengan tatapan rumit.
Gua di depannya itu terlihat seperti gua pada umumnya, tapi Lin Xi sedikit merasakan aura pelindung di dalamnya.
"Ada Aray yang menghalangi gua itu." ucap Yan Liyan menjawab kebingungan Lin Xi.
"Aray?"
"Ya.. Dulu aku memasangnya untuk mencega seseorang memasuki gua ini." Yan Liyan lalu keluar dari dalam ruang jiwa Lin Xi.
Terlihat rambut putih panjang yang bergerai dan warna mata ungu yang cerah serta jubah Phoenix api dan es yang Yan Liyan pakai menambah ketampananya walaupun dia hanya dalam bentuk jiwa saja.
Lin Xi bahkan mengakui jika sebelumnya dia tidak pernah melihat laki-laki lain setampan gurunya itu dalam hidupnya.
Yan Liyan mengabaikan tatapan kekaguman dari Lin Xi yang tertuju kearahnya. Dia memfokuskan pandangannya pada gua di depannya, entah kenapa rasa nostalgia tiba-tiba menerpa dirinya.
Yan Liyan bahkan seperti melihat bayangan dirinya yang sedang menggendong Xiao Yi. Dan Xiao Yi yang terus saja merengek kepadanya.
Mengingat masa itu, muncul senyuman kecil diwajah Yan Liyan dan memikirkan tentang Xiao Yi.
Sedang apa dia sekarang? Apa dia masih mengingat dirinya? dan bagaimana reaksinya ketika dia mendengar tentang kematianku?
"Guru.."
Panggilan dari Lin Xi membuyarkan perasaan nostalgia dari Yan Liyan.
Lin Xi keheranan dengan gurunya yang hanya terdiam memandang gua kosong di depannya dan dengan ekspresi yang berubah-ubah.
Yan Liyan yang sudah tersadar. Dia kemudian menyentuh Aray di depannya lalu mengalirkan Qi kedalamnya.
Aray itu Seketika mengeluarkan cahaya emas yang menyilaukan. Aray tersebut mulai beresonansi dengan Qi milik Yan Liyan.
Krak!
Muncul retakan kecil pada Aray itu dan lama kelamaan muncul banyak retakan yang muncul hingga akhirnya Aray tersebut hancur menjadi serpihan cahaya.
Ketika Aray itu hancur.. Hal yang pertama kali mereka lihat adalah perapian dan dua tempat tidur.
Ya, itu merupakan tempat tidur dari Yan Liyan dan Xiao Yi. Tempat itu terlihat seperti baru saja ditinggalkan beberapa hari yang lalu, sama sekali tidak berubah sedikitpun.
Hal itu sangat wajar karena Aray yang dipasang oleh Yan Liyan tadi melindungi gua agar tidak dimasuki oleh siapapun, Baik binatang buas atau atau serangga seperti laba-laba.
Lin Xi mengabaikanya, walaupun dia ingin bertanya karena sangat penasaran dengan gua tempat mereka berada saat ini. Lin Xi memutuskan untuk tetap diam dan mengikuti Yan Liyan dari belakang.
__ADS_1
"Xi'er.. Berapa umurmu sekarang?"
"Mmm.. Mungkin 17 atau 18 tahun. Aku tidak tahu pasti karena aku tidak pernah menghitungnya." ucap Lin Xi dengan ragu-ragu. Dia juga malu karena ragu menjawab pertanyaan semacam itu.
Lin Xi benar-benar sibuk dengan kultivasi dan latihan teknik tanpa memperdulikan tumurnya.
Yan Liyan tersenyum.. Dia mengingat jika pertama kali mereka bertemu. Lin Xi berusia 12 tahun dan pada saat itu dirinya berusia 17 tahun.
Jadi bisa dibilang umurnya sekarang yaitu 23 tahun. Memikirkan hal itu membuat Yan Liyan menggeleng tidak percaya.
"Waktu berlalu begitu cepat. Semua yang aku lalui terasa seperti kemarin saja." gumamnya. Yan Liyan melirik Lin Xi yang ada di belakangnya.
Melihat ekspresi Lin Xi saja.. Yan Liyan sudah menduga jika muridnya itu hanya memiliki sedikit teman, tidak berbeda jauh darinya.
".........."
Yan Liyan dan Lin Xi telah sampai di bagian terdalam gua. Mereka berdua melihat peti mati kosong yang merupakan tempat Xiao Yi dulu.
Yan Liyan kemudian mengangkat peti mati tersebut dan terlihat di bawah peti mati itu ada 5 tanaman jamur yang berwarna hitam dan putih dikedua sisi yang berbeda.
"Jamur Yin dan Yang!!" Lin Xi terkejut ketika melihat jamur Yin dan Yang.
Bagaimana tidak, jamur Yin dan Yang merupakan tanaman herbal yang akan meningkatkan 1 ranah Kultivasi sekaligus.
Dan sekarang ini ada 5 jamur Yin dan Yang di depannya. Bukankah ini gila.
Namun jamur Yin dan Yang itu masih berada dalam tanah atau belum tumbuh sepenuhnya, jadi dia hanya mengambil dua jamur saja pada waktu itu.
Aray pelindung digua juga bertujuan untuk melindungi Jamur Yin dan Yang agar tidak jatuh ketangan orang yang salah.
"Guru! tanaman Ini...
"Seperti yang kau tahu. Jamur ini sangat berguna untukmu. Ah Maksudku untuk kita berdua. Ambilah dan serap agar kekuatan kita meningkat!" Yan Liyan menyodorkan jamur Yin dan Yang tersebut kepada Lin Xi.
"Lin Xi mengangguk lalu mengambil 5 jamur Yin dan Yang."
Lin Xi kemudian bersilah lalu menyerap dua jamur Yin dan Yang di depannya sedangkan tiga jamur lainya.. Lin Xi menyimpanya terlebih dahulu untuk diserap nanti.
Ya. tidak baik bagi seorang kultivator untuk meningkatkan kultivasinya Secara terus-terusan, karena dapat menyebabkan fondasi dari seorang kultivator akan melemah.
Apa lagi belum lama ini, Lin Xi telah menerobos karena telah menyerap Bunga teratai tiga warna.
Hal itu sangat berbeda dengan Yan Liyan yang dulunya dapat menerobos secara terus menerus. Hal tersebut dikarenakan Yan Liyan memiliki sistem yang dapat menstabilkan fondasinya dengan sangat cepat ditambah lagi Yan Liyan memiliki 4 tubuh spesial yang sangat membantunya.
"........"
kembali pada Lin Xi..
__ADS_1
Seperti biasa Lin Xi menggunakan teknik kultivasi pelahap untuk menyerap sumberdaya berharga.
Yan Liyan berdiam dan mengamati Lin Xi dengan seksama. Jika Lin Xi melihatnya mungkin dia akan berpikir jika Yan Liyan akan melakukan hal yang aneh-aneh kepadanya.
Disaat Yan Liyan mengamati Lin Xi, Dia tiba-tiba merasaka keberadaan binatang buas di luar.
Yan Liyan melesat menuju luar gua. Sesampainya di sana, Dia melihat seekor kalajengking berwarna merah darah di seluruh bagian tubuhnya.
Kaghhh!
Kalajengking itu mendesis seperti seekor ular.
"Kalajengking Iblis! Apa yang dilakukan binatang iblis di jurang ini?"
Yan Liyan yang keheranan karena menurutnya binatang iblis sangat langka di alam tingkat rendah dan mereka bersembunyi dibagikan terdalam hutan Dewi kematian dan jarang keluar dari tempat mereka.
Tiiba-tiba terlintas tentang jamur Yin dan Yang dipikirkan Yan Liyan.
"Kau merasakan kekuatanya ya?" Wajar saja jika binatang iblis akan tergiur dengan jamur Yin dan Yang karena jika mereka mengonsumsinya. Itu akan membantu mereka menuju ketahap yang lebih tinggi lagi.
"Kaghhh!" Kalajengking itu mendesis lagi memperingatkan Yan Liyan untuk minggir dan tidak mencoba melawanya.
Bukanya takut Yan Liyan malah tersenyum lebar.
"Haah.. Sudah lama aku tidak berolahraga. Sudah saatnya aku menggerakkan semangat jiwaku yang membara ini."
Teriaknya dengan semangat, jika orang lain melihatnya.. mereka pasti sudah mungutuk Yan Liyan akan kegilaanya yang melawan binatang iblis seorang dir, apa lagi dia terlihat bersemangat untuk melawannya.
"Langkah cahaya!"
Wusss!
Yan Liyan tiba-tiba muncul di atas kalajengking itu dan mengarahkan pukulannya ke kepalanya.
Booommm!
Tinju yang sangat keras dari Yan Liyan sama sekali tidak berpengaruh pada kalajengking Iblis bahkan tinju itu malah membuat Kalajengking semakin beringas.
Kalajengking tersebut kemudian mengeluarkan gas dari dalam tubuhnya. Gas tersebut berwarna keunguan yang memiliki sifat korosi.
Gas itu merupakan racun yang mematikan. Jika racunya hanya mempengaruhi bagian luar tubu maka Yan Liyan tidak akan menghindarinya karena dia tidak memiliki tubuh, tapi racun tersebut juga dapat mempengaruhi jiwa.
Yan Liyan melompat menjauh dari Kelajengking iblis untuk menghindari kabut beracun. Pandangan tajam dari Yan Liyan tertuju pada Kalajengking iblis.
"Aku tidak menyangka jika aku akan menjadi selemah ini." Yan Liyan sadar jika kekuatanya telah menurun drastis, tapi dia tidak menyangka jika kekuatanya bahkan tidak bisa membunuh binatang iblis dengan sekali pukulan saja.
"Sepertinya Aku akan menggunakan beberapa trik."
__ADS_1