SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 22


__ADS_3

Lia berdiri di sana sambil mencerna kata-kata Revan.


"Aku telah mencobanya selama berjam-jam dan sekarang kau mengatakan bahwa aku tidak cocok untuk ini?! Oh.. Aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana caranya memotong seseorang dengan pisau!"Lia merasa terbakar dan melemparkan serangannya kepada Revan.


Revan menghindarinya dan mengambil posisi siaga.


"Ayo terus! Serang aku!" kata Revan memprovokasi.


Lia menyerang dan mencoba untuk membakar Revan. Sementara Revan melompat ke udara dan bergerak menjauh dari Lia.


Lia mengejar Revan, tapi pria itu bergerak lebih cepat. Sebelum Revan benar-benar pergi, lia melemparkan tendangan dan gelombang api membuat langkah Revan menjadi tidak seimbang.


Revan berakhir di tanah dan dia sekarang marah, pada awalnya dia dengan sengaja mengolok-olok Lia agar dia bisa merasa tertantang dan berusaha yang terbaik untuk membuat pisau api.


Tapi entah bagaimana, hal tersebut malah membawa mereka ke dalam emosi yang sama dan sekarang mereka berdua benar-benar bertengkar.


Revan menciptakan bilah berukuran besar, itu adalah pedang api dan Revan siap untuk menyerang Sebelum Revan berhasil menyentuh Lia, pedangnya mendarat pada Farrel.


"Apa yang kau lakukan, Revan?" tanya Farrel dengan suara dingin.


Pedang itu menguap begitu saja, tak ada api yang bisa melukainya.


"Tuanku," kata Revan kemudian dia berlutut.


Lia menemukan dirinya berada di tanah, sekarang dia merasa lebih tenang.


Dia melihat sekeliling dan melihat wajah Farrel tanpa ekspresi. ia berbaring dan bertindak seolah-olah ia berlutut.


"Kalian berdua, berdirilah!" kata Farrel memerintahkan.


"Jadi, apa yang terjadi di sini?" Farrel ingin tahu.

__ADS_1


"'Saya tidak yakin Pangeran... Sepertinya emosi Lio terlalu mudah meledak."


Lia mengepalkan tinjunya, yang dia tahu..Revan lah yang memulai semua ini.


"Jadi? Sepertinya kau yang merupakan masa depan bangsa ini, juga tidak bisa menahan amarah. Kau tidak mencoba untuk menghentikannya, kau hanya bermain-main. Kau juga hampir membunuhnya," kata Farrel.


"Tuanku.. aku-"


Farrel mengangkat tangannya dan tidak mengizinkan Revan untuk melanjutkan ucapannya.


"Bersihkan dirimu," titah Farrel dan Revan beranjak pergi.


Lalu Lia juga berbalik dan berpikir untuk meninggalkan tempat itu.


"Tidak, tidak, kau tidak akan ke mana-mana," cegah Farrel.


Sementara itu Lia merasa seperti anak kecil yang akan dimarahi.


Dia berjalan sambil menyilangkan tangannya dari belakang.


"Maafkan aku.."Farrel mencegah Lia untuk melanjutkan.


"Bagaimana kabarmu, Lio?" Farrel bertanya pada Lia.


"Aku baik-baik saja Farrel." Lia menjawab tapi dia merasa bahwa pertanyaan Farrel memiliki makna yang lebih dalam.


"Kau tahu apa maksudku." Lia mendesah.


Dia tidak yakin bagaimana perasaannya tentang semua ini. Dia berharap bisa menceritakan semuanya.


Tapi bagaimana jika bisma benar?

__ADS_1


Bagaimana jika Farrel tahu dan dia membunuhnya?


"Banyak yang telah terjadi dan Master Revan dengan baik telah memprovokasiku. Aku hanya..."


" Kurasa kau memilih orang yang salah untuk memimpin." Farrel merasakan kekhawatiran Lia.


"Jadi maksudmu pangeran itu salah?"


Lia terkejut dengan ucapan Farrel. Dia mengangkat tangannya di depan dada dan menggerakkannya dengan cepat.


"Tidak, tentu saja tidak-" Lia mencoba untuk memperbaiki ini tapi Farrel mulai tertawa.


"Lio tenanglah. Aku hanya bercanda." Wajah Lia berubah merah karena malu.


"Dengar, Master Revan bukan orang yang biasa. Sejujurnya aku tidak terlalu menyukainya. Aku tidak yakin bagaimana aku akan menjadi kaisar yang lebih baik dengan dia di sisiku. Tapi dia orang yang kuat dan bijaksana. Belajar dari dia akan membantumu untuk maju."


Lia tahu bahwa Farrel benar.


"Aku tahu... Tapi dia mengajariku teknik yang tidak pada tingkatanku... Dan saat aku gagal,dia mengatakan itu karena Api di dalam diriku tidak stabil."


Farrel mengangkat dagunya, dan terlihat berpikir.


"Kau tahu, saat kau berada di arena, ketika kau menggunakan cahaya, aku melihat bentuk aslimu."


Hati Lia berdebar. "Apakah dia melihat bahwa aku seorang perempuan?" pikirnya.


"Aku melihat... Aku melihatmu sebagai naga, naga sungguhan."


Sekarang Lia merasa bingung, "Apa maksudnya?"


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2