SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 29


__ADS_3

Setelah tiga jam akhirnya mereka mencapai kota bernama Susa.


Perwakilan sedang menunggu di sana dan dia telah menyediakan kuda untuk mereka.


Pangeran Farel, selamat datang di Susa." Pria itu memberi hormat kemudian menyapa Farel dengan busur di tangannya.


"Tolong, tunjukkan pada kami jalan menuju mansion Duke Leeds." Farel telah memilih untuk pergi ke sana terlebih dahulu karena dia adalah seorang teman dari kekaisaran.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di rumah Duke Leeds. Gerbang terbuka dan dia melihat penginapan kecil yang menyebar di dalamnya.


Halamannya dipenuhi dengan pohon apel dan beberapa dari buahnya terjatuh di tanah dengan bekas gigitan kelelawar.


Lalu ada sungai kecil yang berakhir di danau yang dihiasi dengan bunga teratai. Seorang pria sedang menunggu d jembatan. Di sebelahnya, ada seorang wanita cantik yang mengenakan gaun panjang berwarna salem.


Itu pasti istirnya 'Naila'.


Kemudian kedua orang itu mendekat dan berdiri tepat di depan Farel.


"Selamat datang Pangeran Farel." Leeds menyapanya kemudian dia dan istrinya segera membungkuk untuk memberi hormat.


Farel tersenyum dan memeluknya. Lalu Leeds membalasnya dengan pelukan yang erat "Oh, aku merindukanmu, temanku," kata Farel.

__ADS_1


Meski umur Duke Leeds jauh lebih tua, tetapi Farel sepertinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan pria itu.


Lia tidak menyadari bahwa mereka berdua juga merupakan teman baik.


Lalu Farel meraih tangan Naila dan menciumnya.


"Nona,kau terlihat sangat cantik," kata Farel menyanjung dengan baik.


"Dan ini?" kata Duke Leeds sambil menunjuk ke arah Lia.


"Ini Lio, dia adalah seorang kesatria naga sekaligus teman baikku."


Hati Lia berdebar mendengar kata-kata Farel. Hanya sebuah sanjungan kecil dan itu sudah cukup membuatnya tersipu.


"Senang bertemu denganmu, Lio.


Leeds menjabat tangan Lia dengan tegas.


"Senang bertemu kalian berdua, Nona naila dan Duke Leeds," kata Lia membalas sapaan dari Duke Leeds.


Kemudian Leeds mengajak mereka masuk ke dalam dan memerintahkan beberapa pelayan untuk membawa barang-barang mereka.

__ADS_1


Saat mereka berjalan, Farel membisikkan sesuatu kepada Lia, "Kau bahkan menyapa wanita terlebih dahulu, itulah yang harus dilakukan oleh seorang pria."


naila berdiri di depan sebuah kamar dan mempersilahkan Farel untuk masuk.


"Ini adalah kamar Anda, Pangeran, dan kamar Lio berada tepat di samping kamar ini. Saya tahu jika tempat saya tidak seperti istana yang Pangeran tempati, tapi saya berharap Pangeran bisa merasa nyaman berada di sini."


"Tidak, ini sempurna Nona. Terima kasih sudah mengantarkan kami," kata Farel sopan.


"Terima kasih Pangeran. Makan malam akan siap dalam dua puluh menit," kata naila memberitahu dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


Sementara itu, Lia berdiri di sana menunggu instruksi Farel.


"Setelah makan malam kita akan memeriksa racun yang disimpan oleh Duke periday. Kau akan tinggal di rumahnya dan menanyainya. Aku akan bertanya pada Duke Leeds dan kita bertemu kembali di sini, mengerti?"


"Ya Farel."


*****


Beberapa saat kemudian mereka sedang duduk mengitari meja makan dan menikmati makan malam yang sudah disiapkan.


"Leeds, bisakah kau menjelaskan kepada kami tentang apa yang terjadi di sini? tanya Farel.

__ADS_1


"Yah, suatu hari para pelayan memberitahu kepada kami bahwa telah terjadi sebuah usaha untuk meracuni Duke periday. Dan untuk beberapa alasan yang tidak aku ketahui, ia mengklaim...


Bersambung~~~


__ADS_2