
Hampir tiga bulan telah berlalu.
"Dengar Tuan,kami sedang mencari siapa pun yang bertanggung jawab di sini,"kata Doni dalam keadaan berpura-pura mabuk kepada penanggung jawab kedai minuman.
"Aku adalah orang yang bertanggung jawab sobat! Ada apa denganmu?"
"Hei apa yang kau lakukan? Kau sangat tidak becus."Doni mengolok-olok pria itu.
Pria itu mempersiapkan tinjunya dan mengarahkannya pada Doni. Doni jatuh dan beberapa kursi terkena darah.
"Wow, aku tidak tahu pecundang sepertimu bisa memukul!"Doni kembali mengejeknya.
"Kau sedikit keterlaluan, kau akan menyesali ini, ingat itu!" Pria itu terdengar mengancam.
Mendengar hal itu, tentu saja Doni berhenti berakting dan berdiri.
Kemudian Albert dan Rans memasuki kedai dan sukses membuat pria itu mundur.
"Apa yang kalian semua inginkan? Pria itu terlihat takut.
"Yah, aku ingin berbicara dengan salah satu yang bertanggung jawab di tempat ini,"Doni menjawab.
Pria itu mulai gemetar. Dia melihat ke belakang dan melihat pintu terbuka. Dia berlari ke arah pintu itu untuk melarikan diri.
"Tangkap dia!" kata Doni memerintahkan.
Mereka terus mengejar pria itu di ruang gelap. Tampaknya jalan yang mereka lewati membuat mereka berakhir di lorong bagian belakang kedai.
"Di sana"Albert menunjuk ke arah pria itu.
__ADS_1
Mereka mengikuti pria itu dan berakhir menemukan diri mereka yang dihadang oleh sekelompok pria.
"Sepertinya sampai di situ saja, "kata pemimpin kelompok itu.
"Tssskk, tentu." Seorang pria mendatangi mereka dan mencoba menikam mereka.
"Apakah kau akan melawanku ku dengan benda kecil seperti itu?" kata Rans dengan nada mengejek kemudian tertawa.
Lalu dia memukul pria itu dan membuatnya terpental jauh.
"Siapa kau?" tanya pemimpin kelompok itu.
"Kami? Kami adalah kesatria naga."
Albert mengerahkan hujan api pada mereka. Sedangkan penanggung.jawab kedai sekarang berada di dalam rumah.
"Kau bodoh,kau membawa mereka ke sini!"Pria itu terlihat marah sekaligus kesal. Dia sudah bersusah payah melarikan diri dan bawahannya itu malah menuntun Doni dan kelompoknya.
"Itu benar," kata Doni dengan Rans dan Albert di sisinya.
Doni segera melesat saat ia melihat pintu rumah itu akan di tutup. Kemudian Zack dan Ferry datang menghampiri mereka.
"Kenapa aku selalu dipukul?" kata Doni sambil berdiri. Dia memegangi hidungnya yang terasa sakit karena terkena pukulan pria penanggung jawab kedai saat ia ingin mencegah pintu itu tertutup.
"Kami menemukannya, beritahu Lio!"kata Albert pada Zack dan Ferry.
Kemudian Ferry mengangkat tinjunya ke udara dan mengirim sinyal.
Beberapa saat kemudian Lia datang dan berjalan dengan pedang api di kedua tangannya kemudian dia melompat tepat di depan pria itu.
__ADS_1
"Kau berto?" tanyanya.
"Kau adalah Lio sang ksatria naga."Pria itu tampak terkejut dan khawatir.
"Tebakan yang bagus."
"Apa yang kau inginkan?"
"Kau adalah salah satu pedagang obat bernama Opium. Aku datang untuk mengakhirinya."
Semua tertawa terbahak-bahak mendengar cara Lia menyatakan kesalahan orang itu. Dia menyebutkan Opium benar-benar seperti obat pada umumnya.
"Kau dan kelompok 'Sarang Naga' mu? Apa kalian baru pertama kali menjalankan misi seperti ini?" Pria itu masih bertanya meski dia menyadari bahwa bisnisnya akan berakhir.
Selama beberapa bulan terakhir ini, masyarakat semakin mengenal 'Sarang Naga' yang dipimpin oleh Lia karena banyaknya misi yang telah mereka selesaikan.
"Ya, pertama kali," jawab Lia dengan polos sementara teman satu timnya menahan tawa mereka.
"Mari kita akhiri ini," kata Lia kemudian.
Lia dan satu timnya kembali. Mereka berjalan dalam formasi dan orang-orang kagum hanya melihat mereka.
Sementara kedua tangan Berto telah diikat agar dia tidak melarikan diri.
"Kau pembunuh!" orang-orang mencaci pria itu.
Terberkatilah 'Sarang Naga'!
Bersambung~~~
__ADS_1