
Gunung Berkabut terletak agak jauh dari pemukiman kota angin.
Sebenarnya dulunya gunung berkabut merupakan tempat orang-orang berburu binatang buas atau sumber daya untuk di jual ke kota angin.
Namun beberapa bulan yang lalu terjadi sesuatu yang mengerikan di tempat itu. Yaitu orang-orang yang berburu di gunung berkabut keluar dari wilayah gunung berkabut dalam keadaan sekarat.
Mereka mengatakan adanya sosok yang mengerikan yang berada di dalam gunung berkabut. Tentu saja warga kota angin tidak memercayai hal itu dan tetap melanjutkan aktivitas mereka di dalam gunung berkabut.
Namun semenjak kejadian tersebut kota angin yang dulunya damai kini dipenuhi oleh teror dari suatu kelompok yang bernama kelompok pembunuh malam berdarah.
Setiap malam mereka membunuh satu sampai tiga orang di kota daun. Anehnya orang-orang yang mereka bunuh merupakan orang yang sering melakukan perburuan di dalam gunung berkabut.
Menyadari sesuatu yang aneh. Akhirnya para warga memutuskan untuk berhenti melakukan perburuan di gunung berkabut demi keselamatan mereka.
Kembali pada Lin Xi dan Xiao Mei..
Mereka saat ini berada tepat di depan gunung berkabut. Gunung berkabut merupakan gunung yang sangat tinggi dan yang membuatnya unik adalah adanya kabut yang menutupi seluruh wilayah gunung.
Tidak peduli pada jarak apa pun, jarak rendah atau tinggi, semuanya di penuhi oleh kabut. Jika seseorang melihat dari kejauhan, mereka tidak akan melihat pohon berwarna hijau melainkan kabut putih yang menutupi seluruh gunung.
Oleh karena itu gunung tersebut dinamakan gunung berkabut oleh penduduk kota angin.
Ketika Lin Xi dan Xiao Mei melangkahkan kaki mereka kedalam gunung berkabut. Hal pertama yang mereka lihat adalah tengkorak manusia yang berserakan di mana-mana.
Melihat banyaknya tengkorak yang berada di dalam hutan. Lin Xi dan Xiao Mei menebak jika tengkorak itu sengaja di letakan di pinggir hutan agar penduduk kota angin yang nekat melakukan perburuan akan berpikir seribu kali untuk melanjutkan niatnya.
"Ini terlalu kejam dan brutal." melihat tengkorak itu, Xiao Mei beranggapan jika mereka di bunuh secara kejam lalu mayat mereka di letakan di pinggir hutan.
"Jika kau menganggap ini kejam. Maka kau benar-benar tidak mengerti apa itu kekejaman yang sesungguhnya." di kehidupanya dulu. Yan Liyan pernah bertemu dengan banyak orang yang kekejamanya lebih buruk dengan apa yang mereka lihat saat ini.
"Jangan membandingkan apa yang telah kau lihat dengan apa yang kami lihat.
Kau itu selalu saja membandingkan kehidupanmu dengan kehidupan kami. Ingat baik- baik kami hidup di Alam yang cukup Damai.
Ya.. setidaknya untuk sekarang."
__ADS_1
Lin Xi hanya diam mendengar tanggapan dari Xiao Mei. Sebenarnya Lin Xi tidak terlalu memiliki banyak keberanian untuk menanggapi perkataan gurunya. Dia bahkan merasa heran dengan keberanian yang dimiliki oleh Xiao Mei.
Ketika Lin Xi dan Xiao Mei menyusuri hutan gunung berkabut, tanpa mereka sadari jika sejak awal keberadaan mereka telah diawasi.
Dari kejauhan terdapat suatu kelompok yang berjumlah 4 orang. Mereka berpakaian hitam menutupi seluruh tubuh mereka serta mengenakan sebuah topeng berbentuk kepala iblis. Dan pedang yang terselip di belakang mereka.
Kelompok itu melesat dengan sangat cepat menuju Lin Xi dan Xiao Mei.
Mereka bergerak tanpa menimbulkan suara seperti angin kecil yang meniup daun mati dari suatu pohon rindang.
Ketika kelompok itu hampir mendekat kearah Lin Xi dan Xiao Mei. Mereka berhenti lalu mengeluarkan senjata berupa jarum perak yang berwarna keunguan di ujung jarum tersebut.
Tentu saja warna ungu pada jarum itu merupakan cairan racun yang akan membuat lumpuh target mereka.
Setelah itu 4 orang tersebut melemparkan 4 jarum itu kearah Lin Xi dan Xiao Mei.
Lin Xi dengan cepat menyadari ancaman dari belakang. Sensor dari kultivator ranah pertapa suci sangat sensitif sehingga serangan semacam itu dengan muda dia sadari.
Lin Xi mengeluarkan sebuah buku dari dalam cincin penyimpananya kemudian membuat segel tangan.
Wusss!
Lembar demi lembar dari buku itu terbuka, lalu dari dalam buku itu juga muncul rune-rune kuno berwarna merah yang membentuk sebuah perisai dari seorang perajurit perang.
Ketika serangan jarum hampir mengenai Lin Xi dan Xiao Mei. Jarum itu seketika terserap kedalam rune-rune tersebut.
Kelompok yang mengarahkan jarum tadi cukup terkejut ketika melihat teknik aneh yang di keluarkan oleh Lin Xi dan Xiao Mei.
Berbeda dengan Yan Liyan. Dia tersenyum senang karena Lin Xi telah memanfaatkan buku yang telah dia berikan dengan semaksimal mungkin.
Dulunya Yan Liyan berpikir jika Lin Xi hanya akan mengambil ilmu yang terkandung dalam buku yang dia berikan, tapi siapa menyangka jika muridnya itu juga menggunakanya sebagai senjata pertahanan.
sungguh perkembangan yang luar biasa. ditambah lagi Lin Xi tidak memiliki sistem seperti dirinya dulu.
"Keluar dan hadapi kami! Dasar pengecut!" Xiao Mei seketika mengeluarkan senjata miliknya ketika menyadari adanya ancaman. Dia juga memprovokasi orang yang telah menyerang mereka agar keluar dari tempat persembunyian.
__ADS_1
Tepat setelah Xiao Mei mengatakan hal itu. Tiba-tiba saja dia sosok melesat kearahnya.
Xiao Mei dengan cepat menghindar dan tanpa basa-basi melakukan serangan untuk membalas serangan dua sosok itu.
Prinsip Xiao Mei jika dalam suatu pertarungan, percakapan tidak perlu dilakukan. Menurutnya jika membunuh musuh akan menyelesaikan segalanya sehingga percakapan tidak dibutuhkan lagi dalam suatu pertarungan. Hanya ada kata membunuh atau dibunuh.
Ya, benar-benar prinsip seorang pembunuh ulung yang telah melakukan banyak kejahatan. Yang menganggap kekejaman adalah rutinitas sehari-hari.
Trang!
Benturan antara belati dan pedang menggema di tempat itu.
"Di belakang!" teriak Lin Xi memperingatkan Xiao Mei. Meskipun keadaannya sekarang ini tidak jauh berbeda dengan temanya itu.
"Aku tahu."
Xiao Mei mengarahkan satu belati lagi kebelakang untuk menangkis serangan pedang dari satu orang lagi.
"Sepertinya kalian bukan pemburu dari kota angin. Apa aku benar?" tanya dari seorang pembunuh itu. Mereka mengatakan itu bukan tanpa alasan. Mereka sangat tahu betul tingkat kekuatan rata-rata pemburu di kota angin.
Xiao Mei tidak menanggapi pertanyaan dari salah satu musuhnya itu. Xiao Mei lalu mengeluarkan aura panas dari dalam tubuhnya.
"Kau pikir hanya kau saja yang memiliki elemn api."
Dua pembunuh itu juga mengeluarkan elemen api untuk melawan elemen api milik Xiao Mei.
Xiao Mei baru saja mengendalikan elemen api miliknya, jadi pengendalian belum sempurna.
Xiao Mei kemudian melompat untuk melepaskan diri dari kuncian pedang dari dua pembunuh bayaran tersebut.
Ketika dia berada diatas. Xiao Mei menyilangkan dua belati nya. Dua belati itu kemudian mengeluarkan api berbetuk dua belati yang menyilang mengarah pada kedua pembunuh bayaran di bawahnya.
Melihat serangan Xiao Mei, Dua pembunuh bayaran tersebut menggabungkan kekuatan mereka untuk membendung serangan Xiao Mei.
"Teknik gabungan! Pertahanan Abadi!"
__ADS_1