SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 62


__ADS_3

*****


Lia melihat Farel menunggu di tangga istana. Kemudian dia bergerak ke arahnya. Lia merasa bahwa ia telah merindukannya.


Kemudian Lia membungkuk saat dia semakin dekat.


"Farel."


"Master Lio."Farel melambaikan tangannya agar dia bisa mengikutinya ke dalam. Mereka berjalan di dalam lorong dan mereka berakhir di pintu belakang untuk mengunjungi sebuah taman.


Itu adalah taman ibu Farel.


Kaisar begitu mencintai istrinya dan bulan pertama mereka bersama-sama ia menciptakan taman megah hanya untuk ibu Farel.


"Kau tidak pernah membawaku ke sini."


"Tidak banyak orang yang diperbolehkan datang ke tempat ini,hanya keluarga."


Lia melihat sekeliling dan mendapati banyak kristal yang dijadikan sebagai dekorasi pohon.


"Kau sudah seperti keluarga, Lio."Lia terpaku mendengar ucapan Farel. Dia tidak pernah menyadari betapa pentingnya dirinya untuk Farel.

__ADS_1


"Farwl, terima kasih," kata Lia dengan tulus.


"Hanya kau yang bisa kupercaya, Lio.Banyak yang terjadi akhir-akhir ini dan aku tidak tahu apakah kita akan bisa menghindari perang atau tidak."


"Perang?"


"Mengapa perang?


"Lihatlah berapa banyak apimu yang telah dipadamkan.Bisma ada di luar sana dan tahu cara memainkan permainannya. Dia mengumpulkan kekuatan untuk menyerang.Sepertinya perang tak bisa dihindari.Kita hanya mengulur beberapa waktu."


Mendengar hal itu Lia menjadi sedih.


Lia ingin,mungkin dia akan mengungkapkan siapa dirinya yang sebenarnya. Melepaskan semua beban yang ada dan menceritakan segalanya kepada Farel. Lia percaya bahwa Farel akan mengerti.


Sekarang Lia siap untuk mengatakan segalanya, dia siap untuk menghadapi apa pun yang akan terjadi.


"Farel.. aku..


"Lio, aku akan segera menikah." Farel memotong ucapan Lia.


"Apa?"

__ADS_1


"Oh maaf, aku hanya merasa terkejut."Lia segera memperbaiki ucapannya saat ia melihat ekspresi di wajah Farel.


"Kita kehilangan kekuatan dan sudah waktunya kita berbicara dengan kerajaan tetangga kita. Kerajaan Rembo bersedia berada di bawah kekuasaan kita dan memberi kita pasukan. Sebagai gantinya kita akan mengirim beberapa kesatria naga dan beberapa penyihir,dan juga aku akan menikahi putri mereka."


Apa yang terjadi? lia mulai tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Kapan perjodohan ini terjadi?" tanya Lia kemudian.


"Kau masih berlatih pada saat itu.Selama bertahun-tahun ada negosiasi dengan mereka. Kerajaan Rembo sebenarnya adalah salah satu kerajaan yang dulunya memutuskan untuk tidak bergabung dengan Dinasti Matahari,tetapi mereka tetap menghormati Kaisar dan memiliki hubungan baik. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar damai, tapi akhir-akhir ini kekeringan telah memaksa mereka kehilangan tanah.Mereka percaya sudah waktunya untuk perubahan. Mereka mengatakan bahwa Dinasti Matahari telah diberkati oleh para dewa.Mereka membutuhkan bantuan dan kita membutuhkan mereka."


"Oh aku mengerti...Dan kapan kau akan menemui mereka?" tanya Lia berusaha untuk menyembunyikan perasaannya yang sedang berkecamuk.


"Dalam satu minggu mereka akan berada di sini."


Lia tidak yakin harus mengatakan apa. Dia merasa seperti dadanya sedang ditikam. Dia tidak menginginkan ini,Farel dengan orang lain,dan dia tidak bisa mengetahui alasan dibalik semua itu. Perasaan apa yang sedang melanda dirinya saat ini?


"Itu hal yang luar biasa Farel! Apakah kau bahagia?"


"Ya! Ini luar biasa dan aku telah mendengar banyak hal baik tentang Sang Putri!" Farel tersenyum setiap kali dia berbicara tentang putri itu.


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2