SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
part 4 - Penjara??


__ADS_3

Rumah megah itu tak kalah besar dengan rumah Ayu sebelumnya. Namun Ayu jelas masih merasa asing. Tidak ada satu foto pun di rumah itu.


Rumah ini besar, tapi dibiarkan kosong begini. Sayang sekali. Batin Ayu sambil melangkah mengikuti pria di depan nya.


Langkah mereka terhenti di depan sebuah pintu kamar.


"ini kamar mu, masuklah." perintah Andre


Melihat Ayu hanya mematung mendengarkan kata kata nya, Andre pun melanjutkan kalimat nya.


" seperti nya kau ingin aku yang membawa mu masuk kedalam dan kita....."


"dasar ba*****n, apa mau mu sebenar nya hah??" ucap Ayu.


Andre kembali me****t bibir Ayu untuk beberapa saat, dan baru melepas nya ketika tersadar Ayu bisa saja kehabisan nafas.


" 1 kata kasar, 1 ciuman ingat?" kata Andre sambil menyentuh bibir Ayu


mimik wajah nya kembali serius


"jika saja aku tidak ingat kau baru saja kehilangan, bisa saja aku membawa mu ke dalam dan menghabiskan waktu panjang Ayu. Masuklah. Jangan memaksa ku melakukan lebih!" ucapnya tak terbantahkan.


"dan sebaiknya kunci kamar mu dengn baik, Ayu"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ruangan yang ditempati Ayu cukup luas, setara kamar utama di rumah nya. Kamar yang dulu nya ditempati kedua orang tua Ayu, yang kemudian sepeninggal mama Ayu, Ayu lah yang menempati nya. Pengen tidur sama mama, kata Ayu kecil waktu itu.


"Aku membawa nya kesini ma, dia disini" beritau Andre pada seorang wanita tua yang duduk di kursi roda.


Tangan wanita itu mencoba meraih wajah putra nya.


"Tidak apa apa nak, langkah mu sudah benar."


"Semoga ini yang terbaik."


Wanita tua itu memang buta. Kehilangan penglihatan nya ketika kecelakaan naas itu terjadi. Membuat Andre juga kehilangan sosok penting dalam hidup nya. Papa nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ayu yang sedang bergelung dalam gelap, hanya melirik ke arah pintu yang diketuk kemudian terbuka dari luar. Begitu lampu dinyalakan, menampilkan sosok wanita paruh baya yang dia kenal, membawa sepiring nasi lengkap dengan omelet daging dan sayuran serta segelas coklat hangat untuk Ayu.


Ayu menghambur ke pelukan wanita itu


"Bi Inah, Bibi tidak apa apa bi?"


Bi Inah hanya terbengong mendengar kekhawatiran nona muda nya.

__ADS_1


" Ini bibi bawakan makanan sama coklat hangat buat non, dimakan ya non. Siang tadi kan non gak sempat makan."


Tak menghiraukan ucapan pembantu nya, Ayu mengutarakan pertanyaan besar yang ada di hatinya.


"kenapa bisa seperti ini bi? Apa benar papa yang nikahin aku sama ba*****n itu bi? tapi kenapa?"


"bibi gak tau apa alasan tuan non, tapi bibi yakin papa non pasti punya alasan kuat melakukan ini sama non."


"laki laki itu, aku gak percaya dia bi, kita harus cari cara pergi dari sini bi, aku gak mau disini." ungkap Ayu mengatakan isi hati nya.


"aku juga curiga sama dia bi, pernikahan yang dia bilang ini pasti hanya tipu muslihat nya aja bi. Akan aku cari bukti bukti nya bi" lanjut nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"sepertinya non Ayu ingin mencari cara pergi dari sini den. Bibi gak tau gimana lagi cara membujuk non Ayu biar tinggal disini saja" jelas bi Inah pada pria di depan nya.


"Gak apa apa bi, bibi kerjakan tugas bibi aja. Rawat Ayu dengan baik. Sisa nya biar saya yang menyeleseikan."


"jangan lupa, besok pagi suruh Ayu sarapan di bawah ya bi."


"baik, den."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


"setelah 7 hari papa mu, kau bisa mulai kuliah lagi. Intan nanti akan kemari membawa sebagian tugas yang bisa kau cicil." ucap Andre memecah keheningan di meja makan pagi itu.


Kata kata Andre jelas membawa sedikit rona kebahagiaan meski jelas masih ditutupi oleh Ayu. Kedatangan sahabat nya. Setidak nya ia tak terlalu kesepian. Pikirnya.


__ADS_2