
"Baiklah, sebaiknya kau segera bersiap-siap. Aku akan menunggumu di dermaga. Kita akan melakukan perjalanan dengan kapal."
Lia sekarang pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap. Dia merasa sedikit gelisah. Terakhir kali dia menjalankan misi, semua berjalan tidak sesuai rencana, dia bahkan kehilangan seorang teman. Dia tidak ingin hal yang sama terjadi lagi. Apapun yang terjadi dia harus melindungi Farel.
Meskipun dia belum menguasai teknik pisau api, dia akan melakukan apa yang perlu untuk dilakukan.
Lalu Nona Balqis masuk ke kamarnya dengan membawa seragam untuknya.
Seragam itu lebih ringan dari yang dia kenakan di misi sebelumnya tapi masih cukup untuk menahan serangan.
Atasannya begitu ketat di dada dan bagian belakang lebih panjang, baju itu dipadukan dengan celana hitam pekat.
Nona Balqis mengikat rambut Lia hingga berbentuk sebuah sanggul yang sangat erat. Dan itu membuat Lia merasa tangguh. Dia berdiri dan sebelum dia pergi, dia menyempatkan diri untuk menanyakan sesuatu pada Nona Balqis.
"Apa yang terjadi dengan adik zak? Apa kau menemukan sesuatu?"
"Gadis itu tidak ada di kota ini. Dia berada di tempat yang jauh bernama"
"The black'. Di sana, ada panti asuhan untuk anak perempuan. Nama anak itu villein. Saya mendengar rumor bahwa tempat itu adalah rumah pembunuh.
Mereka melatih gadis-gadis muda untuk bertarung, meracuni, dan merayu. Wanita yang menjalankannya bernama Lyly. Itu adalah tempat yang berbahaya,"jelas Nona Balqis setelah sekian lama mencari tahu tentang adik zak.
"Wow, Nona Balqis melakukan pekerjaan yang baik," pikir Lia.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan melihat apa yang bisa kulakukan ketika aku kembali. Terima kasih Nona Balqis. Aku tidak akan pernah bisa bertahan tanpamu." Perkataan Lia membuat mata Nona Balqis berkaca-kaca, kemudian dia mendekat dan memeluk Lia dengan erat.
"Kau membawa dirimu ke sini. Kau akan mengubah dunia, ingatlah bahwa...."
****
Sekarang Lia telah berada di luar istana, dia mengingat kata-kata yang diucapkan Nona Balqis saat dia menyeberangi jembatan menuju misi barunya.
Mereka naik kapal dan beberapa orang mengikuti mereka. Lia merasa senang, merasakan angin di wajahnya,
mengikuti Farel untuk menjalankan misi. Lia tahu bahwa misi itu adalah misi kecil dan mungkin akan benar-benar membosankan, tapi dia menyadari bahwa misi tidak selamanya hanya tentang pertempuran.
Lia melihat mata biru Farel yang menyerupai laut, rambut hitamnya bergerak diterpa angin. Dia memperhatikan bahwa Farel telah tumbuh dan semakin berkuasa, otot-ototnya juga mulai terlihat, dan sekarang Farel lebih tinggi darinya. Dia bukan lagi anak yang sama yang memegang
"Jadi, ada apa dengan mereka berdua?" Lia bertanya untuk mendapatkan lebih banyak informasi.
"Tampaknya seseorang mencoba untuk meracuni Duke periday. Dan Duke periday mengira bahwa Duke Leeds yang telah mencoba untuk membunuhnya. Leeds adalah seorang mantan prajurit yang pernah bekerja dengan kaisar, jadi Duke periday beranggapan bahwa hanya Duke Leeds yang mampu melakukan itu semua."
"Aku mengerti. Kita akan mencoba untuk mencegah mereka untuk melakukan pertempuran dan menemukan alasan sebenarnya di balik ini semua kan?"
"Tepat sekali."
Itu membuat misi ini lebih menarik sekarang, Lia suka memecahkan misteri, kecuali memecahkan misteri yang akan membunuh semua pasukannya seperti yang dilakukan oleh Bisma.
__ADS_1
Sementara itu, Farel memperhatikan wajah Lia yang terlihat khawatir,
"Apa yang terjadi?"
"Emmm, tidak apa-apa." Lia tidak yakin untuk memberitahu apa yang ia pikirkan kepada Farel. Dia mencoba untuk menghindari hal itu.
"Lio, kadang-kadang kau bersikap Seperti seorang gadis."
Mendengar ucapan Farel, Lia langsung menatap Farel dengan tatapan menyelidik. Dia tidak pernah menyadari bahwa ia telah melakukan hal seperti itu.
Bagaimana jika Farel tahu?
"Aku...tidak, aku tidak-" Ucapan Lia terhenti karena Farel tertawa dengan sangat renyah di Sampingnya.
"Oh...maaf. Aku lupa bahwa kau sangat anti ketika disebut seperti seorang gadis. Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu. Kau harus tahu, bawa wanita bisa menjadi kuat dengan cara mereka sendiri. Mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, selalu. Kau, memiliki beberapa silat seorang wanita, kau tidak perlu merasa buruk tentang hal itu. Jadi jangan merasa tersinggung dengan ucapanku."Farel berusaha untuk menjelaskan.
Lia hanya menatap Farel. Dilahirkan sebagai seorang gadis, dan harus bertindak sebagai anak laki-laki, telah menciptakan masalah dalam hidupnya.
Mengatakan dia tampak seperti seorang gadis hanya membuatnya merasa bahwa Farel mengetahui rahasianya.
"Baiklah Farel," kata Lia, kemudian dia memanyunkan bibirnya untuk menunjukkan bahwa dia sedang marah.
Lia tidak bisa menahannya, itu adalah sifat alami yang ada di dalam dirinya.
__ADS_1
Bersambung~~~