SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
Kemunculan Yan Liyan


__ADS_3

Ya, siluet tersebut adalah Yan Liyan yang merupakan sosok yang dianggap sebagai guru oleh Lin Xi.


"Hmm.. Kau sama sekali tidak berubah sejak terakhir kita berpisah." ucapnya dengan tatapan lembut.


"Guru kenapa kau berada disini dan apa yang terjadi dengan tubuhmu?"


Yan Liyan yang mendengar pertanyaan dari Lin Xi tanpa pikir panjang langsung menyentil dahinya.


"Kau pikir kau sedang bicara dengan siapa?" Yan Liyan sedikit kesal mendengar Lin Xi menyabutnya dengan sebutan "kau"


"Hehe.. maafkan aku guru." ucap Lin Xi sambil tertawa cengengesan karena berkata tidak sopan pada gurunya.


Hal itu dikarenakan dia tidak terlalu banyak berkomunikasi dengan orang lain setelah kepergian gurunya menuju alam tingkat tengah, sehingga menyebabkan pengetahuan Lin Xi tentang kesopanan dalam berbicara mulai memudar.


Yan Liyan menghela nafas. Sebenarnya tidak masalah jika Lin Xi bersikap seperti tadi. Baginya melihat Lin Xi baik-baik saja itu sudah lebih lebih dari cukup.


"Baiklah aku akan menceritakan penyebab aku berada ditempat ini."


Yan Liyan bercerita mulai dari pertarungan melawan sosok yang sangat kuat dialam tingkat tinggi dan berakhir dengan pertarungan melawan ayahnya yang dikendalikan oleh kekuatan jahat.


Pertarungan tersebut menyebabkan mereka berdua tewas, Namun sebelum dia benar-benar mati, jiwa Yan Liyan terpisah dari tubuhnya lalu jiwanya terhisap oleh energi kuat yang misterius.


Jiwa Yan Liyan mengembara dalam lorong waktu dalam waktu yang cukup lama dan entah kenapa dia terdampar dialam tingkat rendah dan secara kebetulan jiwanya tertarik kedalam tubuh seseorang yang tidak lain adalah Lin Xi.


Tentu saja Yan Liyan mengira jika kejadian yang menimpanya itu bukanlah suatu kebetulan, tapi perbuatan dari sistemnya, Karena dia tidak dapat memanggil sistemnya setelah peristiwa tersebut.


Setelah mendengar cerita dari gurunya Lin Xi akhirnya mengerti dengan apa yang dialami oleh gurunya dan empat gadis bersamanya.


"Jadi apa yang harus aku lakukan agar guru dapat kembali seperti semula?" Tanya Lin Xi yang mengharapkan agar guru kembali dalam kondisi Puncaknya.


Namun sayang harapannya pupus ketika melihat Yan Liyan menggeleng. Pertanda jika gurunya sama sekali tidak tahu.


"Entahlah, Aku juga tidak tahu pasti."


Yan Liyan memikirkan banyak cara agar dia kembali kedalam kondisi puncak menurutnya ini akan sangat sulit, tapi tiba-tiba terlintas sesuatu dipikirkanya.


"Ya, mungkin hanya itu yang bisa menyembuhkan ku."


"Apa?"


"Pohon permohonan."


"Hah? Pohon macam apa itu?" Lin Xi baru kali ini mendengar tentang pohon permohonan yang disebutkan oleh Yan Liyan.


Bahkan dalam buku pemberian gurunya tidak tertulis informasi mengenai pohon permohonan, yang hanya tertulis dalam buku itu adalah pohon kehidupan.


Itupun penjelasan tentang pohon kehidupan berada dihalaman terakhir dari Bab Sumberdaya yang menandakan jika pohon kehidupan merupakan sumberdaya paling langka dan berharga dialam semesta.


"Belum saatnya kau mengetahuinya. Aku akan memberitahukan ketika kau sudah cukup kuat." Pohon permohonan berada ditempat yang sangat berbahaya bahkan jika dia dalam kondisi Puncaknya dia akan berpikir dua kali untuk pergi mengambil pohon permohonan.

__ADS_1


"Baiklah, Aku akan menjadi kuat dengan cepat agar bisa membantu guru." ucapnya dengan penuh tekad.


Yan Liyan tersenyum kepada Lin Xi lalu membisikkan sesuatu kepadanya.


"Hah! Berbagi kultivasi!!"


Yan Liyan panik ketika Lin Xi mengetakanya dengan keras. Dia langsung bergegas menutup mulut Lin Xi agar tidak mengatakan hal itu lagi.


Bagaimana mungkin kultivator hebat seperti Yan Liyan akan berbagi kultivasi dengan muridnya sendiri yang berarti dia akan menjadi parasit bagi Lin Xi.


Ya, itu merupakan hal yang sangat memalukan bagi Yan Liyan. Namun dia tidak mempunyai pilihan lain selain melakukan hal itu, jika tidak maka tubuhnya tidak akan bertahan lama dan kekuatanya akan menghilang secara perlahan.


Berbagi kultivasi artinya Lin Xi akan berbagi kultivasi dengan Yan Liyan. Misalnya saja jika Lin Xi yang seharusnya menerobos dua tingkatan maka dia hanya akan menerobos satu tingkatan saja jika berbagi kultivasi dengan Yan Liyan.


Dalam artian Lin Xi harus berjuang dua kali lipat untuk meningkatkan kultivasinya.


Denga menutup mulut Lin Xi. Yan Liyan menjelaskan tentang arti berbagi kultivasi denganya.


Lin Xi yang mendengar itu tanpa pikir panjang langsung setuju.


Yan Liyan terkejut melihat Lin Xi menyetujuinya tanpa berpikir panjang.


"Kau serius?"


"Aku sangat serius guru. Lagipula jika bukan karenamu aku sudah mati beberapa tahun yang lalu."


"Terima kasih. Maaf telah merepotkanmu." Yan Liyan menyayat tangan Lin Xi hingga berdarah lalu menghisapnya.


"Guru.." wajah Lin Xi memerah ketika Yan Liyan menyerap darah ditangannya.


Jika Yan Liyan membutuhkan bantuannya maka Lin Xi tanpa pikir panjang akan membantunya sebagai bentuk balas Budi.


Ketika Yan Liyan selesai menyerap darah Lin Xi. Seketika siluet Yan Liyan terhisap kedalam tubuh Lin Xi.


Wusss!


Tubuh Lin Xi dipenuhi cahaya kehijauan lalu cahaya tersebut menghilang beberapa saat kemudian. Di dahi Lin Xi muncul simbol permata berwarna hijau yang menandakan jika dia telah berbagi kultivasi dengan Yan Liyan.


"Kau bisa memanggilku kapan pun kau mau." suara Yan Liyan terdengar di kepalanya.


"Guru apa kau berada dalam tubuhku?"


"Ya, lebih tepatnya Aku berada di dalam ruang jiwamu."


"Sekarang ceritakan kepada tujuanmu selanjutnya!" Yan Liyan mengira jika Lin Xi sedang berpetualang, mengingat gua tempat mereka berada saat ini terletak di pinggiran hutan Dewi kematian.


Ya, Yan Liyan sangat ingat dengan gua ini diamana dia pernah memberikan sumberdaya kepada beruang merah yang menyebabkan dia terjatuh kedalam jurang dulu.


"Sebenarnya Aku berniat untuk pergi menuju kediaman keluarga Yan untuk mencari informasi tentang guru, tapi sepertinya hal itu tidak perlu dilakukan lagi."

__ADS_1


Sekarang Lin Xi bisa tenang karena tujuannya telah selesai bahkan dia mendapatkan lebih dari apa yang dia harapkan.


"Oh jika seperti itu apa kau ingin berburu harta?" tawar Yan Liya karena dengan semua pengalamanya. Dia mengetahui seluk beluk alam tingkat rendah dan sumberdaya di dalamnya.


"Sepertinya menarik, tapi guru seharusnya tahu kan apa yang sebenarnya aku inginkan?"


Yan Liyan tersenyum kecut. Tentu saja dia mengerti dengan maksud muridnya ini. Dia berpikir jika Lin Xi akan menyerah menjadi seorang pahlawan karena itu sangat sulit untuk dilakukan bahkan Yan Liyan menganggapnya mustahil.


Namun Yan Liyan mempunyai harapan jika muridnya bisa membuktikan jika anggapanya itu salah. Ya.. dia sangat menantikannya.


"Aku tahu? Tapi bagaimana cara kau bisa menjadi seorang pahlawan jika musuhmu lebih kuat darimu bukankah itu sama saja dengan bunuh diri. Lagipula mencari sumberdaya sama sekali tidak bertentangan dengan impianmu itu."


Yan Liyan membujuk Lin Xi agar mencari sumberdaya terlebih dahulu.


Mendengar pendapat gurunya, Lin Xi setuju menurut apa yang dikatakan gurunya ada benarnya juga.


"Baiklah mohon bimbingannya guru."


Yan Liyan berpikir jika Lin Xi masih sangat labil. Keputusanya sangat mudah dipengaruhi. Ini menjadi sebuah keuntungan bagi Yan Liyan untuk mengendalikanya agar dia tidak melakukan hal bodoh yang akan membahayakan nyawanya dimasa depan.


Lin Xi berjalan menuju keluar gua dan di depan gua dia melihat jika Xiao Mei sedang melatih teknik yang dia berikan kemarin.


"Temanmu?"


"Ya."


Xiao Mei berhenti ketika melihat Lin Xi menuju kearahnya.


"Kau sudah selesai?"


"Seperti yang kau lihat. Aku berhasil menyerapnya.


Xiao Mei kita batalkan tujuan kita ke kediaman keluarga Yan."


"Eh Kenapa?"


Xiao Mei keheranan bukankah itu merupakan tujuan awal dari Lin Xi. Dia bahkan menerobos Aray penghalang yang merupakan perbatasan wilayah antar dua kekaisaran hanya untuk pergi ke kediaman keluarga Yan.


Dan sekarang Lin Xi membatalkan tujuannya? Xiao Mei benar-benar tidak paham dengan jalan pikiran Lin Xi.


"Kau tidak perlu tahu. Ikuti Aku!" Lin Xi kemudian keluar dari gua diikuti Xiao Mei dibelakangnya.


"Kemana tujuan kita selanjutnya?"


"Ikuti aku." Lin Xi tidak menjawab lalu melesat.


Xiao Mei hanya pasrah mengikuti Lin Xi dari belakang.


"Sekitar 3 mil di depan ada sebuah jurang. Masuklah kedalam. Kau akan menemukan banyak harta di dalamnya." ucap Yan Liyan yang mengarahkan Lin Xi menuju kejurang yang dulunya merupakan tempat dia terjatuh.

__ADS_1


__ADS_2