
"Kita akan mencari tahu dan membuat semuanya menjadi masuk akal. Ya kau benar..Seseorang memang telah mengkhianatimu tetapi aku percaya bahwa ada jutaan orang diluar sana yang menyayangimu." Perkataan Lia membuat Farel merasa lebih baik.
"Sepertinya kau selalu melihat ke arah yang baik," kata Farel sambil tersenyum.
Mereka akhirnya sampai di kerajaan dan orang-orang menunggu di dermaga untuk menjemput mereka. Master Revan adalah salah satu dari orang-orang itu.
Saat Lia melihat master Revan, dia merasakan kegelisahan menyelimuti dirinya.
"Apa yang dia lakukan di sini?" pikir Lia.
Sementara itu, Master Revan segera membungkuk saat dia melihat Farel
"Selamat datang kembali Pangeran."
"Ya. Terima kasih. "
"Kaisar dan Guru Besar sudah menunggu di ruang tahta untuk menerima laporan," kata Revan.
Kemudian dia melihat darah di pakaian Farel dan Lia. Lucas melihat ke belakang dan melihat dua tahanan yang mereka bawa bersama mereka.
"Apa yang telah terjadi?" Revan bertanya dengan ekspresi khawatir di wajahnya.
"Pengkhianatan," jawab Farel singkat.
Kemudian Revan melihat Duke Leeds dan mendapati sebuah luka terbakar yang menganga di punggung pria itu. "Lio, apa kau."
"Aku menebasnya dengan pedang api."Jawaban Lia sukses membuat Revan terkejut.
__ADS_1
Kemudian Lia mengangkat tangannya dan menciptakan sebuah pedang.
"Wow, aku tidak percaya."Revan terdengar bangga.
Mereka sekarang berada di dalam ruang tahta. Kaisar tersenyum melihat anaknya masih hidup. Dan Guru Besar berada di sisi Kaisar.
Setelah beberapa lama, akhirnya Lia merasa aman ketika melihat Guru Besar.
"Guru Besar dan Kaisar, kami telah berhasil memecahkan misteri, tapi apa yang kami temukan sepertinya adalah sebuah bahaya bagi kerajaan kita." Dan seperti itu, Farel terus memberitahu apa yang telah terjadi.
Pertemuan di dalam ruang tahta berakhir dengan keganjilan yang mengganggu semua orang. Kaisar hampir tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi.
Sementara itu, Farel dan Lia sudah berada di kamar mereka untuk beristirahat.
Lia sekarang berada di dalam kamar mandi. Dia memegang koin yang diberikan oleh putri dan memperhatikan simbol ikan yang terukir di atasnya.
Kemudian Nona Balqis mengambil dan memeriksa benda itu.
"Bagaimana Anda bisa mendapatkan ini?" tanya Nona Balqis.
"Seorang sakura memberikannya kepadaku."
"Apa? Anda bilang apa?" Nona Balqis terlihat sangat terkejut.
"Anda ingat panti asuhan yang saya ceritakan?"Tanyanya kemudian.
"Ya." Ekspresi Lia berubah serius.
__ADS_1
"Ini disebut 'Koi'. Simbol mereka adalah ikan koi."
Lia menatap Balqis dengan penuh tanda tanya. Dia baru saja bertemu dengan salah satu wanita misterius dari timur.
"Dan dia juga memberiku benda ini, apa artinya?" tanya Lia sambil menunjukkan sebuah lencana kecil.
"Itu berarti Anda diberikan izin untuk berkunjung. Tidak ada yang bisa masuk ke sana begitu saja. Ini adalah undangan."Lia merasa semakin bersemangat.
Dia semakin dekat untuk menemukan Alisa.
***
Lia berada di luar dengan menggunakan jubah yang longgar. Dia.memperhatikan langit malam yang indah, kerajaan terasa sangat damai. Dia merasa bahwa semua yang dia inginkan ada di sini.
Kemudian Doni dan yang lainnya berjalan mendekatinya.
"Hai Lio," mereka menyapanya.
"Hai."
"Bisakah kami bergabung denganmu?"tanya Doni.
"Tentu saja."
"Kami mendengar bahwa kau mendapatkan sebuah pencapaian besar hari ini," kata Doni.
"Emmm.. Begitulah."
__ADS_1
Bersambung~~~