SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 67


__ADS_3

"Oh sial, sial, sial."Lia takut Rangga telah memberitahu ibunya. Dia perlahan membukanya dan mulai membacanya.


Dear Lio,


Aku mengundangmu dan timmu untuk sarapan di tamanku. Ini baik untuk menyambut masa depan generasi kesatria naga. Anda telah mencapai begitu banyak hal dalam waktu yang singkat dan aku akan senang untuk memberikan restuku.


Sarapan akan disajikan pada pukul 9 Aku akan menunggumu di sana. Dengan hormat,Viona, Putri dari Dinasti Matahari~


"Sial, aku harus pergi."Lia segera bersiap-siap sebelum Nona Balqis datang ke kamarnya. Dia tidak yakin mengapa Putri Viona mengundang mereka,tapi keluarga kerajaan biasanya memiliki agenda. Dia akan terus berharap agar Rangga tak akan datang.


Lia pergi ke kebun dan menemui teman-temannya. Mereka semua terlihatt seperti mengalami malam yang berat.


"Lio." Doni memberi salam padanya.


"Hei Doni. Bagaimana perasaanmu?"


"Memangnya aku kenapa?" Doni menjawab dengan wajah dungu.


Kemudian Lia memberitahu seluruh anggota tim tentang jamuan dari Putri Viona.


Mereka akhirnya tiba. Kebun itu indah,dipenuhi dengan pohon-pohon sakura yang mekar.Lia telah mendengar besarnya cinta Tuan Albert untuk Sang Putri,beberapa kisah mengatakan bahwa ia berpacaran selama dua tahun sampai mereka akhirnya menikah.


Itu adalah kisah asmara yang tidak akan pernah di dapatkan oleh Lia. Karena saat dia memberitahu publik dan mengungkap identitasnya,maka saat itulah dia mati.

__ADS_1


Lia melihat set meja panjang dengan segala macam makanan yang manis dan asin. Di ujung meja Tuan Albert duduk dan di sebelahnya adalah Putri Viona.


Mereka berdiri kemudian Lia dan timnya segera membungkuk.


"Selamat pagi para Kesatria Naga." Putri Viona menyambut mereka.


"Selamat pagi Putri Viona dan Komandan Albert."


"Silakan duduk."Para pelayan mempersilahkan mereka duduk di tempat duduk,dan membuat Lia duduk di ujung meja. Lalu Lia memperhatikan tempat duduk kosong tepat di sebelahnya.


"Jangan bilang itu adalah.." pikir Lia.


"Hei!" sapa Rangga yang baru saja tiba.


"Sial!" Lia menggerutu dalam hati.


Lagipula, dia terlalu banyak minum.


"Rangga," kata Tuan Albert dengan suara yang kuat. Sementara itu Rangga menahan kepalanya karena masih berdering.


"Jangan berteriak," kata Rangga.


"Apa kau pergi minum semalam? tanya Putri Viona

__ADS_1


"Ya Bu," jawab Rangga


"Baiklah. Silakan duduk."


Semua rasa makanan yang ada di dunia ini tampaknya telah terkumpul di atas satu meja. Diketahui bahwa Putri Viona suka mengumpulkan barang dari berbagai tempat, termasuk makanan.


"Terima kasih atas keramahtamahan Anda,"kata Lia. Kemudian dia melihat bagaimana Rangga makan.


"Jadi, apa yang kau lakukan tadi malam?" tanya Tuan Albert kepada anaknya.


"Kami pergi untuk merayakan keberhasilan Lio menjadi seorang Master. Lalu kami pergi tidur. Kurasa.."jawab Rangga dengan nada yang tidak pasti di akhirat kalimat.


Sepertinya dia tidak begitu mengingat apa yang telah terjadi.


"Dia tidak ingat," pikir Lia menyimpulkan dan merasa lega.


"Bagaimana menurutmu Lio? Yah,aku mungkin tidak ingat beberapa bagian dari malam tadi,"tanya Rangga.


"Hanya bagian - bagian yang membosankan! Aku hanya mengantarmu ke kamarmu, itu saja,"jawab Lia.


"Oh baik. Aku berharap aku tidak melakukan sesuatu yang bodoh."


"Kau melakukan banyak hal, tapi aku tidak akan membicarakan tentang hal itu,"pikir Lia sambil menatap Rangga dengan perasaan kesal. Kemudian dia mengusir pikirannya tentang kejadian malam tadi.

__ADS_1


"Tidak. Kau langsung tertidur,"kata Lia kemudian.


Bersambung~~~


__ADS_2