
Xiao Mei dan Lin Xi menoleh kearah orang yang berbicara agak kasar kepada mereka. Xiao Mei tentu saja kesal.. Bagaimana mungkin seorang putri dari jendral kekaisaran Qi di usir oleh seorang pelayan dari sebuah toko baju karena dianggap tidak pantas untuk menyentuh sepasang gaun.
Jika Xiao Mei menggunakan 4% dari kekayaan ayahnya maka itu sudah cukup untuk membeli semua barang yang ada di toko ini, bahkan bisa membeli seluruh kota ini jika dia mau.
Disaat Xiao Mei akan menghajar perempuan yang menghinanya. Lin Xi langsung menghentikanya, tidak baik membuat kekacauan di kota yang baru saja mereka kunjungi.
Xiao Mei berhenti, tapi tetap memandang perempuan di depannya dengan tatapan permusuhan. Xiao Mei mendengus kemudian melemparkan dua gaun di tanganya kearah pelayan di depannya.
Pelayan tersebut segera menangkapnya.
"Hei.. Apa kau tahu berapa harga gaun ini?!"
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti gaun itu tidak lebih mahal dari harga toko pakaian ini."
Mendengar perkataan dari Xiao Mei, pelayan itu menjadi sangat marah. Berani sekali orang miskin seperti mereka berdua berkata seperti itu. pikirnya dengan kesal.
Xiao Mei yang tidak ingin menimbulkan kekacauan segera melemparkan sebuah cincin penyimpanan kepada pelayan itu. Cincin itu berisi seribu koin emas yang merupakan uang pribadinya.
Ketika pelayan tersebut memeriksa isi cincin penyimpanan yang dilemparkan oleh Xiao Mei. Tubuh pelayan itu seketika bergetar dan merubah sikap dan pandanganya menjadi lebih hormat kepada Xiao Mei.
Pelayan itu tersenyum lalu membukuk kepada Xiao Mei dan Lin Xi. Ekspresinya tadi yang sinis seketika menghilang. Ya, Harta dapat membuat seseorang menaruh hormat dan merubah pandangan seseorang terhadamu.
Seseorang yang kaya akan dihormati banyak orang, mereka akan selalu dihormati dan dijadikan panutan, bahkan kata-katanya dianggap seperti kata-kata orang suci yang harus di ikuti.
kau tahu kata seorang bijak?
Jika memiliki banyak harta dapat menutupi seluruh kekuranganmu, baik dari segi wajah dan tingkah laku, asal kau memiliki harta, maka kekurangan itu tidak akan menjadi masalah.
Hanya orang munafik yang percaya jika harta bukan segalanya di dunia ini, ketika dia sedang berada di dalam kehidupan yang nyata yang segalanya membutuhkan materi.
"Silahkan nona muda, Aku akan mengantarkan kalian berdua keruang ganti." ucapnya dengan hormat beruba 180 derajat dengan sikapnya yang tadi.
"Hmmp! Memang seharusnya begitu." Xiao Mei mendengus dan mengikuti Pelayan itu dari belakang.
"............"
Setelah Lin Xi dan Xiao Mei mengganti pakaian mereka. Mereka berdua langsung keluar dari toko pakaian itu. Jujur saja Xiao Mei tidak tahan untuk menghajar seseorang ketika melihat pelayan tadi.
Penampilan Lin Xi saat ini seperti seorang putri dari kekaisaran elf ketika memakai gaun berwarna hijau. Kulit putihnya juga membuat penampilan Lin Xi seperti ras elf yang memiliki telinga manusia.
__ADS_1
Sedangkan Xiao Mei memakai gaun biru yang indah. Gaun itu terlihat mencolok karena warnanya yang terlalu kontras.
Lin Xi sendiri merasa tidak nyaman memakai gaun itu, itu membuat tidak bisa bergerak secara bebas.
"Xiao Mei aku kembali dan melepaskan gaun ini." ucap Lin Xi yang risih dengan gaun yang dipakainya.
"Hei tenanglah! Lama kelamaan kau akan terbiasa."
Xiao Mei membujuk Lin Xi untuk tetap memakai gaun itu.
Menurutnya Lin Xi sangat cocok untuk memakainya.
"Tapi..
"Sudahlah! Ayo kita jual sumberdaya yang kita paneni dalam jurang kematian beberapa hari terakhir ini!!" Dengan penuh semangat Xiao Mei menggandeng Lin Xi dan berjalan menuju Paviliun Angsa Bulan yang merupakan satu-satunya tempat penjualan sumberdaya di kota Daun.
Xiao Mei mendapatkan informasi tentang paviliun angsa bulan dari pelayan toko tadi. Meskipun dia agak enggan untuk bertanya, tapi dia tetap memutuskan untuk bertanya, daripada nanti dia kesusahan.
Lin Xi hanya mengikutinya Xiao Mei saja sambil melihat pemandangan di kota itu. Banyak sekali orang dan kereta kuda yang berlalu lalang membawa barang bawaan mereka untuk di distribusikan menuju ibu kota kekaisaran Han.
Selain itu banyak para pedagang seperti pedagang daging, perhiasan, makanan ringan yang menjajakan dagangan mereka. Terlihat juga anak-anak yang tertawa dan saling mengejar dengan orang tua yang menemani mereka.
Kemudian terlihat seorang Anak yang merengek untuk dibelikan makanan sehingga orang tuanya mau tidak mau menuruti kemauan anaknya itu.
"Kau benar guru."
Xiao Mei yang mendengar suara Yan Liyan langsung menghentikan langkahnya. Dia tiba-tiba terpikir akan sesuatu.
"Ada apa?" tanya Lin Xi dengan kebingungan. Xiao Mei yang tadinya sangat bahagia tiba-tiba merubah ekspresinya menjadi masam.
"Apa kau dapat melihat keadaan diluar dari dalam ruang jiwa Lin Xi?"
"Ya." jawab singkat Yan Liyan dengan acuh tak acuh. Menurutnya Xiao Mei menanyakan sesuatu yang menurutnya tidak penting.
"Jadi saat Lin Xi mengganti pakaiannya tadi...
"Bodoh! Kau pikir aku ini apa ha?" Yan Liyan yang mengerti arah pembicaraan segera memotong pembicaraan Xiao Mei.
"Xiao Mei jangan berpikir negatif. Tadi saat Aku akan berganti pakaian, guru keluar dari dalam ruang jiwaku." ucapnya menjelaskan hal itu kepada Xiao Mei.
__ADS_1
Yan Liyan keluar dari dalam ruang jiwa Lin Xi agar Lin Xi tidak memikirkan hal negatif kepadanya.
Xiao Mei yang mendengar itu hanya tersenyum cengengesan. Dia ternyata telah salah paham kepada Yan Liyan. Xiao Mei lalu melanjutkan perjalananya lagi.
"Tchi wanita yang menyebalkan." gumam Yan Liyan dan Lin Xi tersenyum kecil ketika mendengar gumaman gurunya.
"..............."
20 menit kemudian...
Mereka berdua telah sampai di depan paviliun angsa bulan. Paviliun angsa bulan terlihat sangat mewah bangunan terbuat dari marmer dan di halamanya terdapat banyak sekali tanaman sumberdaya tingkat rendah.
Tanaman itu hanya berfungsi untuk menyembuhkan luka luar dengan cepat dan hanya berpengaruh kepada manusia biasa dan sama sekali tidak berguna bagi seorang kultivator.
Ketika Xiao Mei dan Lin Xi sampai di depan pintu paviliun bulan. Mereka berdua disambut dengan sangat ramah oleh dua perajurit yang merupakan penjaga pintu.
Sebab ketika melihat penampilan Lin Xi dan Xiao Mei. Kedua perajurit itu menduga jika mereka berdua merupakan tuan putri dari keluarga besar yang bertujuan untuk membeli atau menjual barang mewah di paviliun angsa bulan.
"Hei kalian berdua.. Apakah manajer paviliun ada di dalam? jika ada maka panggilkan atasanmu!
Ada hal penting yang harus aku bicarakan padanya." Xiao Mei seperti biasa dengan arogan dan percaya dirinya hingga terlihat seperti menindas dua perajurit penjaga.
Xiao Mei sendiri suda terbiasa melakukan hal ini di kekaisaran Qing dan karena status ayahnya maka tidak ada orang yang berani menegurnya.
Kedua perajurit itu membukuk hormat. Mereka berdua tidak ingin menyinggung sosok di depan mereka ini. Sikap dan penampilanya saja sudah menunjukan jika mereka berasal dari keluarga besar.
"Aku akan memanggilnya nona muda. Harap tunggu sebentar." ucap salah satu perajuri lalu bergegas cepat menuju kedalam paviliun angsa bulan.
Sedangkan perajurit satunya mengantarkan Lin Xi dan Xiao Mei keruang pertemuan.
"......."
Selama 5 menit menunggu. Seorang kakek tua turun dari lantai atas dan berjalan menuju kearah Xiao Mei dan Lin Xi.
Mereka saling berhadap-hadapan dengan teh mahal tersaji diatas meja. Kakek tua itu juga terlihat sangat hormat kepada Xiao Mei dan Lin Xi.
Lin Xi hanya diam karena dia tidak mengetahui apa-apa soal urusan yang seperti ini, sehingga menyerahkan semuanya kepada Xiao Mei.
"Baiklah mari kita mulai negosiasi harga untuk Barang ini."
__ADS_1
Wusss!
Xiao Mei mengeluarkan 100 lumut emas dan 50 rumput es dari dalam cincin penyimpananya. Itu merupakan jumlah yang sangat kecil dari banyaknya sumber daya yang mereka panen di dalam jurang kematian.