SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
Berburu Harta


__ADS_3

Sesampainya Lin Xi dan Xiao Mei di tepi jurang. Mereka berdua berhenti sejenak dan saling memandang satu sama lain.


"Hei jika kau ingin mati bunuh diri, maka matilah sendiri. Aku tidak akan ikutan." Xiao Mei mengira jika Lin Xi akan melompat kedalam jurang di depan mereka ini.


Ya, Xiao Mei dapat melihat ekspresi Lin Xi yang mengatakan hal itu. Lagi pula siapa yang mau masuk kedalam jurang yang bahkan ujung tidak terlihat oleh kultivator sepertinya.


Apa Lin Xi sudah benar-benar sudah gila? Entah kenapa ada keraguan dihati Xiao Mei dengan kesehatan mental Lin Xi ini.


"Ada banyak harta disana, jadi Kita akan mengambilnya untuk meningkatkan kekuatan."


"Ha! Harta? Kau sudah gila! jika memang ada harta di dalamnya maka kau tidak akan mengambil resiko sebesar ini kan?"


Xiao Mei benar-benar heran dengan Lin Xi. Bukankah ini pertama kalinya Lin Xi berada di kekaisaran Han?


Darimana dia mengetahui jika didalam jurang ada Harta.


"Tchi.. Sepertinya temanmu ini benar-benar merepotkan." Ucap Yan Liya yang mendengarkan percakapan mereka berdua dari dalam ruang jiwa Lin Xi.


"Terserah kau ingin ikut atau tidak. Yang jelas aku tahu apa yang aku lakukan." ucap Lin Xi untuk mengakhiri pembicaraan.


Lagi pula menurutnya akan lebih bagus jika dia pergi tanpa Xiao Mei.


Lin Xi kemudian melompat kedalam jurang. Ketika dia melompat Lin Xi melihat kabut tebal dibawah.


"Jangan khawatir itu hanya kabut yang dihasilkan dari air terjun yang ada dalam jurang."


Lin Xi mengangguk. Dia sangat yakin dengan ucapan gurunya. Lalu dia melesat menembus kabut tebal tersebut. Sebenarnya Lin Xi bisa terbang. Namun lebih cepat menjatuhkan diri, karena selain lebih cepat dia juga dapat menghemat Qi.


Aaaaaa!


Teriakan keras terdengar diatasnya. Lin Xi menoleh keatas dan melihat Xiao Mei terjatuh.


"Bodoh! Apa dia ingin bunuh diri."


Xiao Mei hanya berada di ranah Raja tingkat menengah jadi dia tidak bisa terbang. Hanya ranah pertapa keatas yang dapat terbang karena mereka sudah bisa memanipulasi Qi dalam tubuh mereka.


Lin Xi langsung menggunakan kekuatanya untuk menangkap Xiao Mei kemudian melayang di udara agar mereka berdua tidak mengenai tanah dengan keras.


"Maaf telah merepotkanmu. Sebenarnya tadi aku tidak ingin masuk kedalam jurang, tapi tiba-tiba aku berubah pikiran."


"Tidak masalah."


Lin Xi mendarat di ujung jurang. Hal pertama yang dia lihat di tempat itu adala air terjun yang hangat dan beberapa tanaman herbal yang tumbuh di sekitarnya.


"Tempat Ini berbeda dari yang aku bayangkan." ucap Xiao Mei menatap kagum keindahan air terjun di depannya.


Tadinya Xiao Mei mengira jika di dalam jurang merupakan tempat yang gelap dan lembap dan tentunya akan banyak binatang reptil menunggu seperti ular dan kadal.


Kekagumanya terhenti dan pandangan tertuju pada tanaman lumut berwarna emas yang mengeluarkan cahaya kuning dari kejauhan.


"Itu.. Itu lumut emas." Dengan seringai lebar dan perasaan senang Xiao Mei melesat ingin mengambil lumut itu.

__ADS_1


"Hei.. Tunggu...


"Cepat selamatkan teman bodoh mu itu." Yan Liyan menggeleng dengan kebodohan teman muridnya itu. Siapapun akan mengetahui jika sumberdaya yang terlihat jelas seperti itu pasti mempunyai penjaga.


Groaaarrr!


Dan benar saja Seekor Harimau berwarna hitam tiba-tiba melompat dari atas air terjun. Harimau itu melompat sambil mengangkat cakar tajam mengarahkanya kearah Lin Xi.


Xiao Mei yang sadar tidak bisa menghindarinya karena sudah terlambat.


Wusss!


Bayangan hitam tiba-tiba muncul di depannya lalu bayangan itu mengeluarkan pedang dua warna yang merupakan pedang dua elemen.


Lin Xi mengayunkan pedangnya secara vertikal dan membela harimau itu menjadi dua bagian.


Booommm!


Bahkan Air terjun juga ikut terbela dan mengahncurkanya.


Lin Xi menatap tajam Xiao Mei yang ada dibelakangnya.


"Dasar Bodoh."


Tubuh Xiao Mei bergetar, andai saja Lin Xi tidak cepat menyelamatkanya maka sudah dipastikan jika dia akan mati hari ini.


"Aku tidak menyangka kau akan menguasai teknik pembunuh dengan sempurna. Kau pasti telah berlatih dengan sangat keras setelah kepergianku beberapa tahun yang lalu." Yan Liyan cukup kagum dengan teknik yang digunakan oleh Lin Xi tadi.


Teknik tersebut merupakan teknik milik Bing Hua dan dia memberikanya kepada Lin Xi sebelum mereka pergi ke alam tingkat menengah.


"Aku membutuhkan beberapa bulan untuk menguasainya, selain itu aku juga sangat menyukai teknik ini, karena gerakanya yang sederhana tapi sangat mematikan."


Lin Xi lalu mengambil lumut emas kemudian memberikanya pada Xiao Mei.


"Ambilah! ini akan meningkatkan kekuatan tubuhmu."


"Eh. Untuku? tapi aku...


"Ambil saja. Lagi pula sumberdaya seperti ini tidak akan berguna bagiku."


Ya. dengan kultivasinya saat ini.. lumut emas sama sekali tidak akan meningkatkan kekuatannya.


"Terima kasih." Xiao Mei mengambil lumut emas tersebut dan menaruhnya kedalam cincin penyimpanan.


"Sifatnya juga sangat mirip dengannya." gumam Yan Liyan.


"Pergilah kearah Utara.. mungkin kalian akan menemukan lebih banyak sumberdaya, tapi tentunya kalian juga akan menghadapi banyak binatang buas juga."


Lin Xi mengikuti perintah gurunya yaitu pergi kearah Utara diikuti oleh Xiao Mei dibelakangnya.


"Hei Lin Xi.. Darimana kau mengetahui jika di dalam jurang ini ada sumber daya? Apa sebelumnya kau pernah pergi ketempat ini?"

__ADS_1


Tanya Xiao Mei dengan sangat penasaran.


Kali ini Xiao Mei melihat Lin Xi dengan tatapan berbeda. Awalnya Xiao Mei berpikir jika hanya Dia diantara mereka berdua yang tahu tentang banyak hal mengenai kekaisaran Han daripada Lin Xi.


Tapi kali ini sepertinya pikirannya itu salah besar. Xiao Mei merasa ada yang aneh dengan Lin Xi semenjak dia telah selesai menyerap teratai 3 warna.


"Hanya insting." jawab Lin Xi dengan singkat.


"Ha! Bagaimana mungkin." Xiao Mei merasa tidak puas dengan Jawaban Lin Xi. Xiao Mei berpikir jika ada suatu hal yang disembunyikan Lin Xi darinya.


"Hei kau menyembunyikan sesuatu dariku?"


"Bukan urusanmu."


Xiao Mei mengejar Lin Xi dan berdiri dihadapannya sambil berjalan kebelakang.


"Katakan padaku."


Lin Xi mengabaikanya dan tetap berjalan.


"Entah kenapa mereka mengingatkanku dengan mereka berdua." gumam Yan Liyan yang mengingat si cerewet Xiao Yi dan si dingin Bing Hua.


Beberapa Hari telah berlalu....


Lin Xi dan Xiao Mei telah menyusuri jurang dan telah memanen banyak sumberdaya dan juga mereka berdua telah membunuh banyak binatang buas.


Yan Liyan bahkan tidak membantu dalam pertarungan mereka. Wajar saja karena dengan kekuatan Lin Xi saat ini, para binatang buas itu bagaikan semut kecil.


Mata Xiao Mei bersinar melihat banyak sumberdaya di depannya yang merupakan hasil buruan mereka berdua beberapa hari ini.


"Hahaha! Begitu banyak sumberdaya!!


Ini untuk meningkatkan kultivasiku dan ini untuk dijual." Xiao Mei tak henti-hentinya tersenyum bahagia sambil memilih sumberdaya yang akan dia serap dan mana yang akan dia jual nantinya.


Xiao Mei tidak bisa membayangkan berapa koin emas yang akan dia dapatkan nanti setelah mereka keluar dari jurang.


Sedangkan Lin Xi. Dia sama sekali tidak mengambil satu pun sumberdaya. Karena semua sumberdaya itu tidak berguna untuknya.


"Tidak jauh dari sini ada sebuah gua. Aku yakin disana ada sumberdaya yang akan berguna untukmu."


"Adik Lin Xi.. Apa kau keberatan jika Aku menyerap sumberdaya ini terlebih dahulu?" tanya Xiao Mei tertawa cengengesan merasa malu karena bisa dibilang Lin Xi lah yang berkontribusi besar dalam mengambil banyak sumberdaya.


"Hmm.. Aku sama sekali tidak keberatan."


"Terima kasih."


Xiao Mei kemudian duduk bersilah lalu menyerap sumberdaya yang telah dia pilih di depannya.


Lin Xi menggeleng dan memasang Aray di sekitar Xiao Mei agar terhindar dari serangan binatang buas.


Setelah itu Lin Xi melanjutkan perjalanan untuk pergi menuju gua yang dikatakan oleh gurunya tadi.

__ADS_1


__ADS_2