
"Aku tahu bahwa kau akan tumbuh menjadi seorang pejuang besar. Aku tahu kau akan berada di pihakku. Aku tahu ini sedikit tidak masuk akal, tapi aku punya perasaan bahwa aku bisa memperecayaimu untuk segala sesuatu." Kata-kata Farrel membuat jantung Lia berdegup kencang.
Dia masih ingat mimpinya dengan Farrel, dan pipinya memerah mengingat tentang hal itu. Farrel mengatakan semua itu kepadanya, dan itu membuatnya merasa begitu diberkati dan bahagia.
"Farrel... aku.. Terima kasih. Berada di sisimu akan begitu penting untukku. Aku merasa seperti aku bisa melakukan segala sesuatu. Maksudku, kau bahkan menghadang pedang Master Revan untukku." Lia berhenti berbicara saat ia menyadari bahwa mungkin ia telah mengatakan begitu banyak hal.
Bagaimana jika Farrel berpikir bahwa dia menyukainya?
"Itu bukan apa-apa. Api naga tidak akan bisa menyakitiku. Hal ini sangat aneh,kau bisa mati oleh kekuatan kesatria naga lain, tetapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa padaku."
"Yah, itu adalah hadiah yang diberikan oleh naga pertama. Dan maksudku, nenek moyangmu telah memberikan rumah yang aman untuk kami."
" Naga-naga terancam punah dan Rachel mencegahnya. Rachel membantu white daragon dan membebaskan naga lain dari perbudakan."
Lia baru sadar kalau mata Farrel terbuka lebar. Dia terlihat bingung. Di mana kau mengetahui semua itu?
__ADS_1
"Maksudku bagian dari menyelamatkan seekor naga?"
Lia telah melakukan kesalahan.
Memang benar bahwa dia pernah mempelajari tentang kaisar pertama Rachel dan naga pertama white daragon. Tapi, dia tahu tentang hal itu karena dia telah melihatnya dalam mimpinya.
Dia bahkan ingat nama naga yang mereka selamatkan. Tapi dia tidak mau bicara lagi. Dia harus menemukan cara untuk memperbaikinya.
"Oh itu? Bukankah itu benar? Master Arga menceritakan kisah itu kepada murid-murid di akademi, tapi mungkin itu hanya dongeng."
"Ya... Mungkin. Ada terlalu banyak cerita yang beredar."
Hanya keluarga kerajaan yang memiliki akses untuk masuk ke tempat itu. Dia membuka sebuah gulungan tua, itu adalah autobiografi Rachel.
Aku dan white daragon menemukan naga baru. Itu bukan hal yang mudah,kami harus menyelamatkannya. Dia diperalat untuk membunuh dan menyiksa orang yang tidak bersalah. Kami menghentikan semua itu. Dan sekarang dia disini bersama kami. Dia telah mengambil bentuk manusia dan menyebut dirinya Bram. Dia ingin mengikuti kami.
__ADS_1
Kurasa aku tak keberatan, tapi White daragon punya perasaan buruk tentangnya
*****
Lia berjalan naik dan turun lorong.Hari sudah menjelang malam tetapi dia tidak bisa tidur.
Dia harus berlatih lebih keras, dia harus maju.
Mempelajari bagaimana cara kerja pisau api adalah segalanya baginya. Tapi bagaimana jika Revan benar? Bagaimana jika dia tidak bisa mempelajarinya?
Dia memastikan tidak ada yang melihatnya dan dia bergerak keluar untuk menuju kebun. Dia menemukan tempat yang tepat dan dia duduk di sana.
Dia tidak pernah tahu bahwa dia punya Mana Api yang tidak stabil di dalam dirinya, jadi dia tidak begitu yakin bagaimana cara untuk mengatasinya.
Satu-satunya cara yang terlintas adalah dengan menenangkan pikirannya. Lalu Lia menutup matanya dan bernapas secara perlahan.
__ADS_1
Dia percaya bahwa mungkin Revan dengan sengaja melewati satu langkah
Bersambung~~~