SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 64


__ADS_3

"Bagaimana denganku? Apa aku adalah white dragon?"


"Mengapa tidak? Kau unggul dalam kemampuanmu dan kau bisa menggunakan cahaya."


"Kurasa ini benar," pikir Lia.


"Dan, bukankah seharusnya aku bermimpi mengenai jenis kelaminku pada kehidupan itu?"


"Ya. Lia, bagaimana jika naga pertama adalah seorang wanita?"Lia terlihat terkejut, tidak yakin bagaimana menjawab ini.


"Tidak mungkin. Semua orang tahu jika white Dragon adalah seorang laki-laki."


"Bagaimana jika seseorang mengubah itu? Maksudku, nama white dragon itu netral,jadi bisa juga nama untuk seorang wanita. Juga,white dragon datang ke timur untuk tinggal di sana. Beberapa konflik mengatakan bahwa Kalska memiliki konflik dengan Rachel.Jika mimpimu benar, maka menikahi wanita lain bisa menciptakan konflik di antara mereka."


Lia mendengar perkataan putri dan merasa bahwa itu berlebihan,tetapi itu juga masuk akal baginya.


"Kalau begitu, mungkinkah Farel adalah Rachel?"


"Bisa jadi. Melihat bagaimana kejahatan meningkat sekarang ini."


****


Saat ini Lia sedang berada di tempat pelatihan, dia bertarung dengan Rangga.


Lia merasa sulit untuk melawannya. Dia merasa kekuatannya berkurang dan kemampuan Rangga telah bertambah.


"Cukup untuk saat ini," kata Lia dengan terengah-engah.


"Um..apakah ini Master kuat yang mengalahkan sepuluh orang?"


"Yah, ketika aku bertarung denganmu,aku merasa begitu tak berdaya. Aku tidak mengerti mengapa.."

__ADS_1


"Oh, itu pasti salahku."


"Apa maksudmu?


"Ingat, aku adalah keturunan dari Dinasti Matahari, Lio. Itu berarti bahwa kau tidak bisa menyakitiku."


"Tunggu! Itu berarti semua kekuatanku dibatalkan olehmu?"


"Tepat," kata Rangga dengan senyum sombong.


"Apakah ini alasan mengapa aku kalah bertarung? Dan kau bahkan tidak memberitahuku? "Lia berteriak pada Rangga.


Sementara Rangga mulai menertawakan reaksinya.


"Ayolah Lio... Kau harus berpikir tentang hal itu."


"Aku pergi!" Lia cemberut dan terlihat marah.


"Bagaimana dengan kekasihmu?"Lia menggoda Rangga dengan mengungkit fakta bahawa Ibu Rangga mencoba untuk menjodohkannya.


"Diam,tak satu pun dari mereka yang mendekati seleraku. Aku tidak seperti sepupuku yang akan merasa baik-baik saja ketika harus menikahi seorang wanita yang tidak dikenal."


Perkataan Rangga mengingatkan Lia pada perasaan menyakitkan itu.


"Jadi, yang mana yang terpilih?"


"Belum tahu, tapi ketika aku menemukannya,kau akan tahu."


"Hemmm... baiklah."


"Bagaimana jika malam ini kita minum-minum?"

__ADS_1


"Ya.."jawab Lia tidak bersemangat.


*****


Mereka sekarang berada di kedai minuman. Di sana ada Lia dan timnya juga bersama Rangga.


Ada begitu banyak piring makan dan botol anggur yang datang dan pergi,dengan beberapa wanita. Malam ini Lia hanya ingin mengisi perutnya dengan alkohol. Dia masih terbayang dengan apa yang dikatakan oleh Rangga mengenai Farel.


"Untuk Lio! Semoga dia membimbing kita melewati kegelapan," kata Rangga kemudian mengajak mereka bersulang.


"Untuk Lio!" Mereka semua mengikuti.


"Jadi,apa kau akan menetap? "tanya Zack pada Rangga


"Aku tidak tahu?" jawab Rangga.


Mereka tampaknya kehabisan anggur dan mereka mencoba untuk memesan lebih.


"Bawa saja anggur termanis yang kau punya,"kata Rangga.


"Kenapa manis? "tanya Zack tampak tak setujui.


"Itu favorit Lio." Mereka semua menatapnya bingung


"Kalian tidak tahu? Dia tidak suka jenis arak lainnya. Dia hanya suka yang manis."


"'Oh sial! Kenapa dia mengatakannya?"gerutu Lia dalam hati.


"Yah.. Dia memang seorang Master,tetapi dia adalah seekor kucing saat minum."Ucapan Zack membuat semua orang tertawa.


Malam terus berlangsung akrab dan menyenangkan seperti itu,dengan banyak minuman keras dan ikatan,dan Lia merasa begitu puas berada di sekitar teman-temannya.

__ADS_1


Bersambung~~~


__ADS_2