SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 49


__ADS_3

Lia tertegun mendengar ucapan Duke Leeds,dia mulai merasa bahwa ia kesulitan untuk bernapas. Saat ini,Lia hanya ingin cepat-cepat meninggalkan ruang interogasi.


Dia ingat bahwa Bisma ada di sana saat Rezal mengungkap identitasnya tapi kenapa dia percaya pada pria yang sekarat? Dan mengapa pula dia menitipkan pesan pada Duke Leeds?


Apakah dia melakukan hal itu hanya untuk membuat Lia merasa takut?


Apa yang sebenarnya dia inginkan?


Lia merasa tidak tahan lagi dan dia segera berlari keluar,kemudian dia bertemu dengan Rangga.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Rangga saat ia melihat seluruh tubuh Lia bergetar.


Lia berdiri di sana dengan tubuh gemetar sambil memikirkan kata-kata Duke Leeds. Pria itu mengatakan bahwa Bisma ingin menghancurkan Dinasti Matahari dan membunuh penerus mereka, Farel dan Rangga.


"Aku tidak bisa,"kata Lia dengan terengah-engah. Kemudian dia melewati Rangga dan pergi menjauh meninggal kan pria itu dengan ekspresi bingung sekaligus khawatir.


Sesaat setelah Lia pergi, Rangga melihat Farel keluar dari tempat itu dengan wajah pucat seperti habis melihat hantu.


"Apa yang terjadi di sana?" Rangga bertanya tapi Farel tidak mau menjawab dan berlalu begitu saja.

__ADS_1


Albert keluar dan menahan Rangga yang ingin mengejar Farel. "Tidak sekarang anakku."


****


Lia berlari dan terus berlari hingga berakhir meninggalkan istana. Dia sekarang melewati orang-orang di kota.


Dia tidak bisa bernapas, dia ingin bernapas tapi dia tidak bisa. Dia ingin melepaskan semua pakaian yang ia gunakan,termasuk perban yang menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya.


"Lepaskan" Lia mendengar sebuah bisikan lembut di telinganya. Dia melihat sekeliling tapi tidak menemukan apa-apa. Dia meraih kepalanya dan meremasnya dengan frustasi. Sesaat dia berpikir bahwa ia ingin kembali ke kehidupannya sebelum ia menjadi Kesatria Naga.


Semua hal ini membuatnya tertekan.Dulu dia sangat ingin menjadi seorang kesatria naga karena dia menganggap bahwa itu adalah hal yang luar biasa. Dia tidak pernah berpikir bahwa jalannya sebagai kesatria naga akan serumit ini.


"Tuanku, apakah Anda baik-baik saja?"tanya seorang wanita, kemudian wanita itu mendekatinya untuk memastikan,tetapi Lia mendorong dia pergi dan berlari menjauh.


"Lepaskan,jadilah dirimu yang seharusnya.." Lia kembali mendengar suara itu, suara itu terus menerus berbisik di telinganya tanpa henti.


"Tidak! Aku tidak akan melepaskannya!"Lia mencoba untuk menghentikan dorongan untuk merobek pakaiannya.


"Tuanku, biarkan aku membantumu."Seorang pria datang dan menghampirinya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa bernapas,"gumam Lia dengan napas tersengal-sengal.Dadanya terasa berat dan setiap tarikan napasnya membuat tenggorokannya perih.


'Lepaskan status palsumu dan kau akan kembali bernapas dengan lega.' Suara itu kembali terdengar dan menyelinap masuk di setiap saraf otaknya.


"Tidak, tidak akan ada yang bisa memaksaku dan hal ini tidak akan pernah bisa membunuhku!"


"Bagaimana aku bisa membantu Tuan?"


"Apa yang harus aku lakukan? katakan padaku" pria itu masih mencoba untuk melakukan sesuatu.


"Bawa aku ke Master Arga."Lia berusaha untuk menyampaikan maksudnya.


Kemudian pria itu segera menggendongnya di punggung.Pria itu berlari cepat ke akademi untuk menemukan Master Arga dan akhirnya pria itu melihatnya berdiri tak jauh dari pintu masuk akademi.


"Kenapa kau terus memaksakan diri menjadi orang yang bukan dirimu?"


"Kau tidak mengerti...a...aku..aku...tidak bisa melakukan sesuatu yang lain."Lia bergumam sementara pria itu


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2