SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
part 5


__ADS_3

"Ayuuuuuuu......"


Ayu jelas mengenal suara itu. Sore itu, Ayu memang hanya menghabiskan waktu di kamar nya. Namun kemudian ada seseorang yang mengetuk pintu nya. Dan begitu pintu dibuka, suara itu yang menyambutnya. Ayu memeluk sahabat nya, berharap bisa berbagi segala yang menjadi beban nya saat ini.


"Ayu, bagaimana bisa? Kamu? dan Pak Andre? Apa jangan jangan Pak Andre mengajar di kampus kita itu karena kamu ya?"


tanya Intan bersemangat ingin mengetahui alasan di balik Ayu yang tiba tiba tinggal serumah dengan dosen nya.


Jelas wajah Ayu merona malu mendengar kata kata sahabat nya. Ayu menghela nafas sejenak, mengurangi beban di hati nya.


"Ini.... ini bukan seperti yang kau fikirkan" jawab Ayu gugup


"bukan seperti yang kufikirkan? memang apa yang ku fikirkan?" tanya Intan dengan mata menyipit seolah mencurigai sesuatu.


"kalian tinggal bersama, jangan jangan kalian sudah......" lanjut Intan menyuarakan rasa penasaran nya


"tidak. Berhenti memikirkan sesuatu dan mana tugas ku."


apa seharusnya aku bilang tidak saja waktu ba*****n itu bilang Intan akan kemari ya?


Tanpa sadar Ayu menghela nafas panjang menyadari kalau Intan lah di depan nya saat ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Daripada dengan 2 sahabat nya yang lain, Intan memang termasuk yang paling dekat dengan nya. Terbukti, entah ada angin apa, Intan lah sahabat yang tau lebih dulu waktu papa nya meninggal. Ya walaupun kadang dia sendiri harus menutup telinga karena tak dipungkiri sahabatnya itu yang paling cerewet dibanding yang lain.


"jadi, dia memaksa mu ikut ke rumah ini, bilang kalau sebenar nya kalian sudah menikah?"


"heem" Ayu menganggukkan kepala menyetujui kesimpulan yang sudah diambil sahabat nya itu.


"ah, kenapa di telinga ku itu terdengar manis sekali."


"apa?" Rasanya seperti tiba tiba dijatuhkan dari ketinggian puluhan ribu meter di udara, begitu lah yang dirasakan Ayu atas spekulasi sahabat nya.


"Aku juga mau satu kalau ada stok Pak Andre lagi di dunia ini." sambung Intan dengan mata mengerling manja.


tapi sayang Andre hanya satu, dan itu untuk mu. Suara hati Intan yang tidak dia utarakan pada Ayu.


tok tok tok


Lelaki itu tak bergeming dari balik meja kerja nya. Hingga derit pintu terdengar menandakan siapapun di balik pintu sudah masuk ke dalam ruangan.


"Bagaimana?" Tanya Andre sewaktu wanita yang mengetuk pintu nya sudah duduk di depan nya.


"jangan lupakan kau harus membayar mahal untuk pekerjaan ku ini" Kata wanita itu sambil mencebik manja.


Mimik wajah Andre melunak untuk gadis itu.

__ADS_1


"Baiklah baiklah, kau tau kau selalu mendapatkan keinginan mu kan adik ku tersayang." katanya sambil menghampiri wanita itu dan mengacak poni nya gemas.


"Aku merindukan mu kak." memeluk Andre


"Jadi, katakan apa yang sudah adik ku ini ketahui."


"Pertama, aku penasaran cara apa yang kau lakukan sampai gadis itu semarah itu pada mu. Aku yang paling tau, dia tidak mungkin semarah itu jika kau tidak keterlaluan."


"Yah, aku membawa nya kesini memang dengan sedikit paksaan"


"Sedikit seperti apa yang kau bilang sampai dia semurka itu padamu. Pokok nya kau harus bisa mengambil hatinya kak. Jangan buat aku malu menjadi adikmu."


"baiklah baiklah kau menang, dan selanjut nya."


Wajah wanita itu berubah serius.


"Saingan bisnis Pak Hendra, pemilik PT xxxxx, sudah mengirim putra nya untuk kuliah di tempat yang sama dengan ku. Entah apa maksud mereka, itu yang harus kita waspadai kak."


"Apapun tujuan mereka, setidaknya Ayu sudah terikat dengan ku sekarang. Kupastikan tidak ada yang bisa menyakiti nya."


"huh, kau masih bisa bilang begitu kak, tapi lihat bagaimana kelakuan mu!"


Di lubuk hatinya, Andre mengakui sikapnya 'sedikit' kasar pada Ayu kemarin ketika membawanya ke rumah ini. Dan dalam hati pula, ia berjanji akan merubah sikap menjadi lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2