SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 60


__ADS_3

Mereka memasuki gerbang istana dan Kaisar bersama dengan Guru Besar sedang menunggu mereka.


Mereka membiarkan kuda-kuda mereka pergi dan kemudian mereka membungkuk.


"Selamat malam, Kaisar dan guruku,"Lia menyapa mereka.


"Kami berhasil dalam misi kami. Kami menemukan morgan dan pasukannya.Kami telah mengakhiri kekejamannya dan juga hidupnya."


"Kau kesatria naga yang hebat!"Kaisar mengakuinya.


"Ayo Lio,bersihkan dirimu. Nona putri menunggumu," kata Guru Besar.


"Terima kasih Guru Besar."Lalu Lia berlari secepat mungkin menuju kamarnya.


Nona Bialqis telah menyiapkan air mandinya dan pakaian yang sesuai untuk hari ini.


Dia bersantai di dalam air dan meregangkan otot-ototnya,merasakan air hangat seperti memijat seluruh titik tubuhnya yang terasa pegal.


"Biarkan saya menggosok punggung Anda dengan beberapa minyak herbal yang diberikan oleh Nona putri,"kata Nona Balqis kemudian dia meraih botol dengan cairan berwarna ungu di dalamnya.


Lia bisa merasakan punggungnya kesemutan dan pori-porinya terbuka.


Dia sekarang mengenakan jubah oranye dan rambutnya setengah ke atas dan setengah ke bawah.


"Rambut Anda sudah tumbuh semakin panjang," kata Nona Balqis.

__ADS_1


"Ya. Aku seorang Master,rambutku harus lebih panjang," kata Lia dengan nada setengah bercanda.


Lia sekarang berada di ruang terbuka,tempat itu adalah salah satu yang tertinggi di istana. Putri menunggu di sana sambil memegang beberapa besi tajam.


"Lia!" putri berteriak dan memeluknya erat-erat.


"Lama tak jumpa!" Mereka terlihat sangat akrab dan Putri sudah tidak berbicara formal kepada Lia,bahkan bagi Lia, sosok Putri seperti seorang kakak baginya.


"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku bisa membuat tato untukmu?" putri menatapnya dengan pandangan ingin tahu,beberapa hari yang lalu Lia menghubunginya untuk membuat tato di punggung gadis itu.


Seingat putri... Dia tidak pernah mengatakan pada Lia bahwa dia bisa membuat tato.


"Sejak aku menjadi Master,aku tahuu bahwa seseorang akan melihat punggungku untuk menggambar tato,itu adalah sebuah resiko yang besar untuk membiarkan orang yang tidak mengetahui siapa diriku sebenarnya menggambar tato di punggungku."


"Gadis pintar! Ya, membuat naga akan mudah. Apakah kau siap untuk memulai?"


Lia mengangguk dan putri menuntun dia ke tempat tidur kayu. Dia melepas jubahnya dan kali ini dia tidak memakai apa-apa untuk menyembunyikan dadanya. Diaa menutupi dirinya sendiri dan merasa malu.


Sementara putri tampak mengagumi tubuhnya, kuat namun tidak terlalu kuat, tubuh wanita memang. putri merasa sedih menyadari bahwa gadis cantik seperti Lia harus menyembunyikan tubuhnya.


"Kenapa kau melongo!"Lia merasa malu.


"Ayo, berbaring dengan punggung menghadap padaku."


putri akan memulainya.

__ADS_1


"Ini bisa sedikit menyakitkan. Pastikan kau tidak menghasillkan panas dari tubuhmu dan membakarku, oke?" kata putri memperingatkan.


"Ya Bu," jawab Lia dengan nada mengejek


Kemudian putri mulai menggambar di punggung Lia, dan Lia merasakan tinta dingin memasuki kulitnya. Dia menikmati itu sambil mengagumi pemandangan di depannya. Dia akhirnya bahagia, memiliki semua yang dia inginkan.


"putri, bagaimana kabar Duke priday?"


"Ya... dia baik!"


"Jadi, apakah kalian akhirnya memutuskan untuk bersama?"


"Apa? Kenapa?" putri tampak terkejut.


"Aku bisa merasakan sesuatu diantara kalian."


Perkataan Lia membuat pipi putri memerah,tetapi dia tetap diam untuk sementara waktu.


"Aku tidak berpikir bahwa dia akan melihatku sebagai seorang wanita."


"Apa? Pernahkah kau melihat kecantikanmu? Sungguh, aku belum pernah melihat gadis yang lebih cantik darimu!"


Bersambung~~~


tinggalkan jejak like dan komen nya makasih. 😘

__ADS_1


__ADS_2