SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 37


__ADS_3

Sekarang Lia telah berada di dermaga menunggu kedatangan Farel.


Dia suka merasakan angin laut yang menyapu pipinya dengan lembut. Hari ini dia merasakan kemenangan yang membanggakan.


Lalu Duke periday mendekat dengan memegang sebuah kotak kayu.


"Ini adalah hadiah kecil untuk bantuanmu," kata Duke periday kemudian memberikan kotak itu kepada Lia.


Lia segera membukanya dan melihat bubuk teh di dalam kotak itu.


"Teh ini jarang ditemukan dan dibuat. Aku ingin kau memilikinya. Terkadang orang-orang mengingatkanku pada rasa teh tertentu, dan kau mengingatkanku pada Teh Naga', begitulah aku menyebutnya. Kuharap kau menyukainya," kata Duke periday kemudian mengulas senyum di bibirnya.


Lia mendekatkan kotak itu ke hidungnya dan mencium aromanya.


"Wow, hidungku kesemutan!" kata Lia sambil tertawa.


"Terimakasih Tuanku. Tolong, jaga putri."

__ADS_1


"Oh, aku pasti akan melakukannya."


Beberapa saat kemudian Lia dan Farel sudah berada di atas kapal.


Mereka melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Lia merasa sangat bahagia bisa menyelamatkan Farel, dan tak ada orang yang ia pedulikan harus mati di dalam misi seperti yang telah terjadi pada misi pertamanya.


Lia mengangkat tangannya dan membuat sebuah pisau kecil dari api. Itu adalah pisau dengan bentuk sempurna bernuansa oranye dan hitam.


"Jadi kau akhirnya menguasainya?"tanya Farel.


"Aku tidak akan bisa melakukannya tanpa bantuanmu,"jawab Lia.


"Saat itu aku merasa bahwa aku harus melindungimu, aku ingin kau tetap hidup. Aku tidak ingin kehilanganmu dan hal itu memberiku tujuan dan kekuatan. Dan pada saat itu aku tahu aku harus membuat pisau api, tapi aku tidak menyangka bahwa aku membuat yang lebih baik. Itu adalah pedang yang sempurna."Lia terlihat bersemangat.


"Wow, aku tidak tahu hal seperti itu bisa bekerja dengan baik. Tapi kurasa, untuk mengaktifkan kekuatan, terkadang memang memerlukan sedikit dorongan."


"Benar. Lalu bagaimana denganmu?"Lia menatap Farel dan berharap bahwa dia sama sekali tidak merasa trauma.

__ADS_1


Lia ingat misi pertamanya membawanya pada mimpi buruk yang terjadi berulang kali, dan dia khawatir jika kejadian malam tadi akan membuat Farel mengalami hal yang sama.


"Lelah. Ini adalah pertama kalinya aku bertarung seperti itu."Farel terlihat meregangkan otot-ototnya.


"Emmm..Tapi cara bertarungmu sangat bagus."Lia berkata seperti itu karena dia tidak pernah tahu bahwa Farel bisa bertarung.


"Aku telah banyak berlatih, sama seperti kalian semua. Dinasti matahari bukan sekelompok bangsawan. Kau tahu bukan, bahwa kaisar pertama adalah orang biasa yang kemudian bertemu dengan kesatria naga pertama white dragon dan membangun kerajaannya sendiri.Kita belajar cara bertarung. Kita harus mampu melindungi kerajaan dan semua rakyat kita."


Kata-kata Farel terasa begitu baik dan menyentuh hati Lia. Lia bisa melihat bahwa dia dan Farel memiliki tujuan yang sama.


"Aku berjanji, aku akan membantumu untuk mewujudkan itu semua," kata Lia kemudian menatap Farel yang sedang memandang ke arah lain.


"Apa yang terjadi?" tanya Lia saat ia menyadari ekspresi khawatir di wajah Farel.


"Aku tahu kita menang dan memecahkan misteri, tapi aku tidak ingin pertumpahan darah. Aku dikhianati oleh Duke Leeds. Kau percaya itu? Dia dulu memimpin pasukan ayahku. Dia adalah prajurit yang sangat setia, tapi sekarang dia merencanakan sesuatu dan aku merasa bahwa dia melakukan hal itu untuk menghancurkan Dinasti Matahari."


Lia tidak bisa mengatakan apa-apa untuk membuat Farel merasa lebih baik tetapi dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Farel. Pasti ada sesuatu yang salah, sesuatu yang membuat semuanya hilang kendali dan memilih Jalan yang salah.

__ADS_1


"Kita akan mencari tahu dan membuat semuanya menjadi masuk akal. Ya kau....


Bersambung~~~


__ADS_2