SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
Memancing Masalah Besar


__ADS_3

Di perjalanan. Xiao Mei terus saja menggerutu tidak jelas dan sedikit mengeluarkan kata-kata umpatan. Ya, tentu saja dia sangat kesal dengan kakek tua yang mereka temui tadi.


Sedangkan Lin Xi memikirkan hal yang berbeda. yaitu mengenai kelompok pembunuh malam berdarah. Sebenarnya Lin Xi ingin agar mereka segera keluar dari kota daun dan pergi ke kota angin untuk menyelidiki kelompok pembunuh yang disebutkan kakek tua tadi.


Namun Xiao Mei melarangnya, karena mereka tidak tahu kelompok seperti apa yang akan mereka hadapi nantinya. Bisa saja di dalam kelompok itu ada seorang kultivator yang tingkat kekuatanya berasa diatas mereka berdua.


Bukankah itu sama saja dengan menyerahkan nyawa?


"Guru! Apa kau mempunyai saran?"


"Ikuti saja perkataan teman mu itu. Aku rasa dia tidak sebodoh yang aku kira. Lagi pula kalian harus menyiapkan sebuah rencana terlebih dahulu sebelum berurusan dengan kelompok yang kalian tidak ketahui pasti asal usulnya."


"Baiklah. Aku mengerti."


Lin Xi tidak punya pilihan lain selain menuruti saran dari gurunya.


Yan Liyan berkata seperti itu karena di masa lalu, Dia sama sekali tidak mengetahui mengenai kelompok malam berdarah. Di tambah lagi kekuatannya yang sekarang ini tidak sekuat dulu lagi.


Walaupun Yan Liyan berada di tingkat ranah kultivator suci. Namun dia hanya seutas jiwa yang rapuh jika terpisah dari inangnya.


Karena Jika Lin Xi mati maka otomatis dia juga akan mati, jadi dia harus memastikan keselamatan muridnya itu untuk kebaikan mereka berdua.


"Hei lihatlah! Sebelumnya Aku tidak pernah melihat jika ada gadis secantik mereka di kota ini." Seorang laki-laki dengan pakaian yang cukup mewah dengan senyuman aneh berjalan menuju kearah Xiao Mei.


"Hahhaha! Benar tuan muda. Sepertinya kita cukup beruntung bertemu dengan keindahan di kota ini."


Orang-orang yang berada di belakang laki-laki tadi juga tertawa memuji keberuntungan mereka.


Sedangkan para warga disekitar yang menyaksikan itu, hanya melihat saja dan tidak berani untuk menghalangi.


"Hei lihat bukankah itu Nan Gong! Tuan Muda dari keluarga Nan?"


"Ya, kau benar. Keluarganya merupakan keluarga yang sangat berpengaruh di kota daun ini. Gadis itu sepertinya memiliki nasib buruk karena bertemu denganya. Aku dengar jika tuan muda dari keluarga Nan itu suka bermain wanita."


"Syutt! jaga bicaramu! Jika dia mendengar mu. Maka kau akan mati." para warga disekitar berbisik-bisik menceritakan tentang keburukan Nan Gong.


Mereka semua menyangkan kesialan dua wanita cantik yaitu Lin Xi dan Xiao Mei karena bertemu dengan Nan Gong.


Keluarga Nan sendiri merupakan keluarga yang sangat berpengaruh di kota daun, karena mereka memonopoli seluruh perdagangan di kota ini untuk mendapatkan keuntungan besar.


Yaitu semua orang yang berada di kota daun wajib menjual hasil panen atau perternakan mereka ke keluarga Nan dengan harga yang cukup murah sehingga warga disekitar hanya menerima sedikit keuntungan. Lalu keluarga Nan menjualnya lagi menuju ibu kota Kekaisaran dengan harga yang lebih mahal.


Sebenarnya tidak ada peraturan semacam itu di Kekaisaran Han. Namun keluarga Nan mempunyai orang yang kuat di belakang mereka, sehingga para warga tidak berani mengadu kepada kaisar Han.


Jika mereka berani melanggar, maka nyawa merekalah taruhannya.

__ADS_1


Xiao Mei yang dari awalnya memang sangat marah dan tidak tahu kemana dia harus melampiaskan amarahnya, tapi sepertinya takdir mengerti akan perasaannya dan mengirimkan Laki-laki bodoh di depannya untuk meredahkan rasa amarahnya.


Xiao Mei berpikir jika laki-laki di depannya berjalan lebih dekat lagi, maka dia akan menunjunya. Lalu setelah itu dia akan menyiksanya.


Ketika Xiao Mei mempersiapkan pukulannya, Nan Gingi melewati Xiao Mei sehingga dia tidak jadi untuk memukul Nan Gong.


Nan Gong malah mendekat kearah Lin Xi dan mengarahkan tangannya untuk menyentuh dagu Lin Xi.


Xiao Mei menyeringai lebar. Entah apa yang sedang dia pikiran, tapi itu terlihat sangat mengerikan.


"Bodoh!!"


Slaass!!


Sebelum tangan Nan Gong menyentuhnya. Lin Xi tanpa basa-basi mengeluarkan pedang dua elemen dan memotong tangan Nan Gong.


Kejadian itu berlangsung begitu cepat, sehingga Nan Gong tidak menyadarinya. Hingga beberapa detik kemudian, dia melihat tangannya terjatu disertai darah yang mengalir.


"Argghhh!!!


Melihat tuan mudah mereka yang kesakitan. Orang-orang tadi berniat untuk membantunya namun Xiao Mei menghalangi mereka, lalu setelah itu Xiao Mei menghajar dan menyiksa mereka.


Nan Gong berteriak kesakitan dan memegang tangannya yang sudah tidak utuh lagi. Nan Gong memandang Lin Xi dengan amarah dan penuh kebencian.


Nan Gong kemudian dengan cepat mengeluarkan sebutir pil dari dalam cincin penyimpananya. Lalu setelah itu dia meminumnya dan tidak lama kemudian Darah yang mengalir ditanganya berhenti


"Kau! Apa yang telah kau lakukan padaku! Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah tuan muda dari keluarga Nan, jika kau tidak memberikan penawarnya, maka keluarga Nan akan menyiksamu sampai kau menyesal untuk hidup lalu setelah itu menghancurkan seluruh keluargamu!!"


Menyadari jika ada sesuatu yang salah. Nan Gong berteriak kepada Lin Xi sekaligus memberikan sebuah ancaman.


Pil yang diminum oleh Nan Gong tadi merupakan pil regenarsi yang seharusnya meregenerasi tangannya.


Ancaman yang diberikan oleh Nan Gong mungkin akan berpengaruh pada orang lain, tapi tidak dengan Lin Xi. Menurutnya sampah seperti Nan Gong ini sudah selayaknya mendapatkan pelajaran.


"Aku tidak peduli kau dari keluarga mana. Orang sepertimu sudah selayaknya mendapatkanya, jadi pasrah saja pada nasibmu, jika kau akan lumpuh untuk selamanya."


"Kau!!" Nan Gong tidak percaya jika gadis di depannya berani berbicara seperti itu kepadanya. Selama ini dia selalu dihormati dan hidup dalam. kemewahan dan semua yang dia inginkan pasti akan dia dapatkan.


Mendapatkan perlakuan semacam itu dari Lin Xi, tentu saja membuat amarah Nan Gong memuncak.


"Sebaiknya kau cepat pergi dari sini, atau aku akn membunuh mu." Lin Xi mengeluarkan sedikit niat membunub untuk mengancam Nan Gong.


Nan Gong menyadari jika kekuatan sosok di depannya berada jauh diatasnya. Nan Gong menahan amarahnya lalu mundur kebelakang setelah itu dia melesat dengan cepat kabur dari tempat itu.


"Kau tahu jika masalah ini tidak akan berakhir kan?"

__ADS_1


"Ya, Aku tahu. Oleh karena itu aku memancing masalah yang lebih besar untuk menghancurkan masalah itu sampai ke akar-akarnya."


Yan Liyan menggeleng mendengar dari dalam ruang jiwa. Sepertinya muridnya itu sedikit mempunyai karakter yang sama denganya.


Hanya saja Yan Liyan tidak akan memancing masalah besar itu, tapi menghampirinya lalu setelah itu dia akan menghancurkanya.


"........... "


Setelah menyelesaikan masalah kecil tadi. Lin Xi dan Xiao Mei menjadi pusat perhatian. Para warga melihatnya dengan kebingungan sekaligus keheranan.


"Kenapa mereka tidak kabur saja dari kota daun? apa mereka tidak takut dengan keluarga Nan setelah apa yang mereka lakukan?


Apa mereka tidak mengetahui tentang kekuatan dan otoritas keluarga Nan di kota ini?"


Ya, setidaknya itulah yang mereka pikirkan.


Bahkan ada seorang warga yang mencoba memperingati Lin Xi dan Xiao Mei, tapi mereka mengabaikanya saja dan mengatakan kata singkat yaitu..


"Kami tahu apa kami lakukan."


Mendengar itu, para warga menggeleng dan mengabaikan mereka berdua. Menurut mereka sia-sia memperingati seseorang dengan sifat angkuh dan keras kepala seperti Lin Xi dan Xiao Mei.


Lin Xi dan Xiao Mei sendiri melanjutkan tujuan mereka yaitu mencari penginapan. Xiao Mei yang tadinya terlihat dipenuhi dengan amarah, kini dia terlihat kembali normal setelah melampiaskan amarahnya kepada bawahan Nan Gong.


Lin Xi masih mengingat wajah bawahan Nan Gong yang sudah tidak dapat dikenali lagi dan tulang mereka yang patah akibat Xiao Mei menghajar dan menginjak mereka sampai mereka memohon ampun dan merendahkan harga diri mereka.


Namun Xiao Mei tidak berhenti dan terus menyiksa mereka sampai dia merasa puas.


"Lin Xi kita telah sampai." Lin Xi dan Xiao Mei telah sampai di sebuah penginapan yang sangat mewah.


Mereka berdua kemudian masuk dan memesan dua kamar VIP yang berada di lantai atas. Pelayan langsung melayani mereka dengan baik ketika melihat penampilan Lin Xi dan Xiao Mei.


Sesampainya mereka di pintu kamar. Xiao Mei menatap tajam kearah Lin Xi. lebih tepatnya ke arah dahi Lin Xi.


"Keluar!"


"Aku?" Yan Liyan keluar dari dalam ruang jiwa Lin Xi dengan kebingungan.


"Apa dia mempunyai kesalahan sebelumnya?"


"Ya, Kau tidur di kamar sebelah!"


"Eh! Tapi...


Sebelum Yang Liyan menyelesaikan perkataannya. Xiao Mei menarik Lin Xi memasuki kamar dan menguncinya dari dalam.

__ADS_1


" tcih.. Apa yang membuat mereka beranggapan jika orang sepertiku tertarik dengan mereka berdua?" gumam Yan Liyan dengan nada kesal.


Lalu setelah itu dia dengan pasrah berjalan menuju kamar yang dimaksud Xiao Mei.


__ADS_2