SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 24


__ADS_3

Dia percaya bahwa mungkin Revan dengan sengaja melewati satu langkah untuk membuat pisau api agar ia gagal.


Dia membawa beberapa gulungan, di dalam sana tertulis beberapa penjelasan mengenai pisau api.


(Pisau api, diciptakan oleh white Dragon.. dan


merupakan salah satu alat terkuat dari kesatria naga. Ini adalah pembuatan senjata luar biasa dari api. Mereka bisa bertindak sebagai perisai, menyerang dan membakar. Mereka membuat pengguna mereka cepat dan gesit. Agar mata pisau api bisa dibuat, pengguna harus mampu mengendalikan Mana Api dan membuat apinya berubah dengan cepat ke bentuk padat. Ini membutuhkan kesabaran dan kekuatan,dan juga kelihaian dalam mengontrol pikiran)


"Oh bagus, aku tidak memiliki semuanya," gerutu Lia, tapi dia tidak akan menyerah. Dia berdiri dan


mencoba menenangkan pikirannya dari semua pemikiran yang selama ini mengganggunya. Lalu Dia membuat api kecil.


Kemudian Lia melihat bagaimana api di tangannya ingin tumbuh besar dan membakar segalanya.


"pfftt.. Api ini terlihat ingin mengamuk," pikir Lia.


Lia kembali mengambil napas dalam-dalam dan mulai mencoba untuk memperbaikinya. Tapi Apinya menolak untuk mengikuti kehendak-nya. Semakin dia berusaha untuk mengontrolnya, semakin dia gagal dan dia merasakan Apinya menjadi semakin tidak stabil.

__ADS_1


"Ayolah! Patuhi aku!" Lia mulai marah, Apinya kembali lepas kendali dan api ditangannya kembali membesar.


"Ugh! Sialan!" Lia berteriak kesal saat api itu masih belum bisa terkendali.


Sementara itu dari seberang lapangan terlihat dua orang sedang memperhatikan dirinya. Itu adalah


Master Revan dan Guru Besar Adnan.


"Dia tidak akan bisa membuatnya," kata Revan.


"Apakah aku memulai dengan sesuatu yang sulit?" tanya Revan.


Revan merasa sedikit bingung mendengar hal itu. "Tapi kekuatan cahaya adalah jenis teknik yang berbeda. Penggunanya memerlukan Api dalam jumlah yang sangat besar, pada dasarnya dia hanya perlu melepaskan semuanya."


"Benar. Tapi dia harus bisa mengontrol pikirannya. Butuh kendali penuh yang sempurna sehingga pengguna kekuatan tidak akan celaka atau mati. Kekuatan ini datang dengan tanggung jawab yang besar. Aku mencoba untuk menyelamatkannya jadi, pastikan dia bisa mempelajari jurus api."


Sementara itu Lia kehilangan harapan dan kembali ke kamarnya. Dia merasa sangat lelah dan tidur dengan mudah.

__ADS_1


(Hari ini aku akan mencoba sesuatu yang baru. Aku melihat dua pedang yang selalu digunakan oleh Rachel.


Rachel bisa menggunakannya dengan sangat baik. Dia cepat dan serangannya selalu tepat. Tak seorang pun bisa melarikan diri darinya.


Aku ingin belajar membuat pisau yang terbuat dari api. Jika aku bisa berubah menjadi manusia maka aku juga bisa mengubah bentuk apiku.


Latihan itu sulit. Aku merasa kecewa. Kesabaranku sudah mulai habis. Apiku tidak bertahan lama dan aku terus mencoba untuk membentuknya.


Bentuknya tidak begitu bagus. Apa yang aku lewatkan? Aku pernah menggunakan teknik yang


jauh lebih sulit. Sepertinya ini membutuhkan kontrol yang baik, sesuatu yang bertentangan dengan sifat naga.


Dengan hanya menerka-nerka itu sama sekali tidak akan membantu, tapi bagaimana jika aku punya tujuan untuk melakukannya?


Jika Rachel dalam bahaya aku pasti akan menyelamatkannya. Bagaimana jika aku punya tujuan melindungi orang yang aku sayangi?


Akankah itu memberiku kekuatan untuk melakukan hal yang benar?)

__ADS_1


Lia bangun dengan napas terengah-engah.


Bersambung~~~


__ADS_2