
"Master?" Lia terus menerus memikirkan perkataan Farel yang memintanya untuk menjadi seorang Master dalam jangka waktu tiga bulan.
Lia tahu betapa sulitnya untuk menjadi seorang kesatria yang diakui.
Kau perlu menguasai teknik-teknik dasar, dan juga teknik yang sulit. Kau juga harus pergi menjalankan misi yang sulit dan memiliki tingkat keberhasilan diatas 50% dari semua misi yang telah dikerjakan,dan yang terakhir adalah memiliki dukungan dari raja dan menciptakan teknik sendiri.
Lia telah menguasai keterampilan dasar, tetapi dia memerlukan waktu dua tahun untuk menguasai teknik pedang api,dan dia bahkan belum bisa menggunakan kekuatan cahaya yang ada dalam dirinya. Lia hanya memenangkan satu misi dan mengalami kegagalan yang sangat menyakitkan pada misi pertamanya. Satu hal yang masih membuatnya tetap kuat dan bertahan adalah karena Farel memberikan berkatnya,dia bahkan senantiasa mempercayai Eireen untuk semua yang akan dia lakukan.
Sekarang Lia dan timnya berada di tempat pelatihan. Sang Guru Besar sendiri memutuskan untuk melatih Lia dan timnya.
Mereka semua berada pada satu tempat dan akan diberi penjelasan tentang apa yang menunggu mereka.
"Mulai hari ini, kalian semua akan berlatih di bawah pengawasan ku.Pelatihan akan jauh lebih intens. Tidak akan ada istirahat,tidak ada penolakan,hanya ada latihan untuk menjadi lebih kuat. Kalian akan belajar menjadi tim,bekerja sama dan saling membantu. Aku akan mendorong kalian ke titik akhir sampai kalian menjadi kesatria naga sejati."
"Pemimpin kalian adalah Lio dan wakilnya adalah Doni. Mereka berdua harus belajar untuk bekerja sama dan kalian harus belajar untuk mengikuti perintah mereka. Agar Lio dapat menjadi pemimpin 'Sarang Naga'"
(tim yang diciptakan oleh Guru Besar dan terdiri dari kesatria naga muda) ia harus bisa menjadi seorang Master. Itu berarti dia harus berlatih lebih dan lebih untuk menjadi jauh lebih baik dari siapa pun. Kalian semua memiliki tiga bulan untuk meningkatkan kekuatan kalian dan siap untuk bertempur.
Para Kesatria naga hanya melihat Sang Guru Besar dengan mulut yang terbuka.
__ADS_1
Sementara Lia sudah mendengar ini sebelumnya, jadi ini bukan sesuatu yang baru baginya.
"Guru Besar, apa yang Anda persiapkan untuk kami?" tanya Ferry.
"Lio,kemarilah dan beritahu mereka semua tentang misimu."
Dan dengan demikian pelatihan mereka dimulai.
*****
Lia pergi mengunjungi Rangga sekali lagi,dia berpikir mungkin mereka tidak akan bertemu satu sama lain untuk melanjutkan latihan pedang mereka.
Sesaat kemudian Lia melihat Rangga duduk di dekat tebing sambil melihat matahari terbenam.
"Hei," sapa Lia.
"Lio." Rangga menoleh dan mendapati Lia berdiri dan menatapnya dengan ragu.
"Apa kau sedang menikmati matahari terbenam?" tanya Lia sambil berjalan semakin dekat kemudian berdiri tepat di sebelah Rangga.
__ADS_1
"Ya begitulah."
"Aku takut pelatihan kita akan berakhir lebih awal," kata Lia dengan suara pahit.
"Aku tahu,aku sudah mendengar semua tentang hal itu."Rangga sepertinya tidak memiliki masalah dengan itu.
Dengan semua yang telah terjadi,dia cukup tahu apa yang menanti mereka.
"Maafkan aku, aku benar-benar ingin berlatih bersamamu."
"Aku tahu Lio. Jangan khawatir,kita masih akan menjadi teman,dan aku akan membantumu dengan apa pun yang kau butuhkan."
Lia merasa lega bahwa setelah semua ini,dia masih memiliki temannya. Dan rangga... Di dalam kalimatnya dia sama sekali tidak menyelipkan nada kecewa di dalam sana.
"Jadi kau diberi waktu tiga bulan untuk menjadi seorang Master ya? Kau akan mendapatkan tatomu dan semacamnya!" Rangga terdengar berusaha untuk mengubah suasana hati Lia dengan menggodanya.
Tetapi tampaknya itu tidak bekerja dengan baik. Kekhawatiran yang ada dalam diri Lia jauh lebih besar dari....
Bersambung~~~
__ADS_1