SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
BAB 35


__ADS_3

Lia merasakan pedang api yang panas di tangannya, berkat keinginannya untuk melindungi Farel, Lia berhasil membuat sebuah senjata dari api di tangannya dan itu bukanlah sekedar pisau kecil yang selama ini selalu gagal dibentuk olehnya.


Lia memegang pedang itu dengan kedua tangannya untuk menahan serangan Duke Leeds. Dia merasa seperti dia memegang begitu banyak kekuatan di kepalan tangannya yang mencoba untuk membebaskan diri.


Pedangnya berdenyut dalam cengkramannya seperti ingin hidup. Sekarang Lia mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Master Revan.


Membuat pisau api membutuhkan kontrol penuh atas Mana Api.


Mempertahankan energi dalam jumlah besar tetap pada bentuk yang telah diciptakan membutuhkan kekuatan besar dan kontrol yang baik.


Tapi Lia tidak keberatan. Dia merasa senang dengan energi dalam genggamannya. Dia menengadah dan melihat wajah Duke Leeds.


Sementara itu Duke Leeds tidak mengharapkan ini terjadi, sekarang dia tahu bahwa Lia menjadi lebih kuat an tidak akan melepaskannya. Raut wajahnya yang semula terlihat percaya diri kini berubah pucat dengan keringat dingin di sekitar dahinya.


"Farel. Apakah kau mengizinkan aku untuk membunuhnya?" kata Lia tanpa melepaskan pandangannya dari Duke Leeds.

__ADS_1


"Aku ingin mengatakan YA, tapi kita membutuhkannya hidup-hidup. Kau hanya perlu memastikan bahwa dia tidak akan bisa melarikan diri."


Lia tersenyum jahat. Dia mengeluarkan teriakan saat memindahkan pedangnya ke satu tangan kemudian dia mendorong Duke Leeds agar menjauh dari Farel.


Dorten menggeram kesal dan mengacungkan pedang ke arah Lia.


Dia mulai menyerang dari setiap sisi yang memiliki peluang, namun Lia bisa menghentikan setiap serangannya,memastikan tidak ada yang bisa menyentuh Farel.


Lia melompat sambil menghindari serangan, kemudian dia mendarat dan mengenai Duke Leeds, pedangnya berhasil memotong sebagian punggung Duke Leeds. Lalu Duke Leeds berteriak sangat keras merasakan api yang mem bakar daging di punggungnya.


Mereka menyerbu Farel tapi Lia dengan mudah menghalangi mereka. Lia melompat,melangkah di'kepala seseorang kemudian berdiri tepat di hadapan salah satu pembunuh. Lia menusuk pembunuh itu dan darah memancar dari bekas tusukannya. Ini adalah pembunuhan pertama lia setelah pertama kali memasuki istana dan menjadi kesatria naga.


Beberapa saat kemudian Lia merasa bahwa pedangnya menjadi lebih kecil, dia menyadari bahwa pedang itu tidak akan bertahan lama.


Lalu dia menyalurkan Mana Api sebanyak mungkin ke dalam pedang itu,dia mencoba untuk menghentikannya sebelum dia kehilangan kendali dan kehilangan pedang api itu.

__ADS_1


Dengan usaha keras akhirnya Lia berhasil memojokkan satu pembunuh yang tersisa. Kemudian dia mengarahkan ujung pedangnya ke tenggorokan pembunuh itu. Dan tepat disaat itu juga pedang Lia mulai menguap


"Sepertinya kau mulai kehabisan stamina," kata si pembunuh.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan itu, pikirkan saja dirimu sendiri," kata Lia sudah siap untuk membunuhnya.


"Kau tidak akan bisa melakukannya. Bunuh saja aku jika kau bisa." Pembunuh itu menantang untuk membuat Lia terpancing dan kehilangan Kendalinya.


"Bukan tidak bisa. Tapi aku tidak ingin melakukannya," kata Lia kemudian dia segera mengubah pedangnya ke bentuk api dan memukul pembunuh itu di setiap bagian tubuhnya. Setelah memukuli pria itu beberapa saat, Lia bisa mencium aroma daging terbakar dan itu membuatnya ingin muntah.


Lia melepaskan pembunuh itu dan membiarkan dia menangis dengan luka bakar di seluruh tubuhnya. Lia sudah tidak tahan lagi dengan aroma itu dan dia ingin segera pergi dari tempat itu.


Lalu sebuah sentuhan lembut membuat Lia merasa tenang.


Bersambung~~~

__ADS_1


__ADS_2