SANG PELINDUNG

SANG PELINDUNG
part 3 - Suami???


__ADS_3

Andre duduk termenung di balik meja kerja. Ruang kerja pak Hendra yang kini menyimpan sejuta kenangan. Masih terlihat rasa kehilangan yang amat besar di wajah rupawan itu. Dia membuka sebuah laci dan mengambil sebuah surat yang memang sengaja diletakkan disana.


Andre ingat betul saat saat terpuruk nya dulu. Orang yang kini ia panggil papa, yang juga telah meninggalkan nya, adalah orang paling berjasa di hidup nya. Memberikan perhatian selayaknya orangtua di saat ia kehilangan sosok Ayah nya. Mengajari nya semua seluk beluk untuk meneruskan perjuangan sang Ayah.


Membuka surat dan membaca isi nya kalimat demi kalimat nya. Mungkin memang untuk ini lah, segala kesiapan nya.


Aku tidak akan jatuh lagi kali ini pa. kata Andre dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dengan langkah pasti, Andre melangkah mendekat ke arah wanita yang sedang hanyut dalam duka nya itu.


Keadaan rumah sudah sepi dari para pelayat. Karena tanpa dikomando, mereka pulang ke rumah masing masing setelah pemakaman usai.


"sudah cukup acara tangis nya. sekarang waktunya kau untuk ikut aku Ayu. Bi, bereskan pakaian nya. Kau juga ikut dia bersama ku."


Ayu mendongak mendengar suara yang familiar itu.


"Pak Andre"


Ayu cukup terkejut dengan kehadiran Andre di rumah itu. Pasalnya dia ingat betul wajah itu, wajah dosen baru di kampusnya. Tapi kenapa sekarang dia disini, begitu pikir Ayu. Dengan penampilan yang jauh beda dari biasanya pula. Tak dipungkiri jauh di lubuk hati Ayu, ia mengakui pria di depan nya terlihat lebih berwibawa dengan jas hitam yang membalut tubuh nya.


"pergilah bi, bereskan pakaian nya."

__ADS_1


Titah nya untuk kedua kali nya.


"Tunggu, bapak mau bawa saya kemana"


Tersadar dari keterkejutan nya dan menyadari titah tak masuk akal orang yang di segani nya itu.


Andre melemparkan sebuah map berisi surat persetujuan pernikahan lengkap beserta surat nikah di dalam nya. Dan semua nya. ..... asli.


"tidak, ini bohong. Ini pasti bohong. Kenapa bapak sampai membodohi saya sejauh ini pak. Bapak pikir saya bodoh. Ini.... Ini tidak mungkin."


"apa surat persetujuan pernikahan itu kurang jelas tanda tangan siapa? Kamu yang jangan membodohi saya Ayu." katanya dengan nada dingin tak terbantahkan.


"ikut saya, atau...... kamu kehilangan rumah ini"


"sudah cukup, seperti nya aku harus sedikit memaksa mu."


Andre mencekal pergelangan tangan Ayu. Tak membiarkan nya lolos barang sedetik pun. Ayu jelas memberontak atas paksaan Andre. Merasakan pemberontakan Ayu, Andre tanpa aba aba, memeluk dan mencium serta me****** bibir Ayu agar dia mau diam.


"seperti nya aku harus meminta hak ku sebagai suami sekarang juga agar kau percaya aku suami mu Ayu, benarkah"


"dan seperti nya akan menyenangkan sekali bermain main dengan wanita buas seperti mu."


lanjut Andre dengan smirk yang menampilkan dia orang kejam yang bisa melakukan apapun untuk memenuhi keinginan nya.

__ADS_1


Ayu masih mengatur nafas nya setelah adegan ciuman dadakan tadi. Namun jelas cukup mempengaruhi nya.


aku tidak akan menyerahkan harta berharga ku untuk ba*****n seperti mu. Aku pasti akan membongkar semua kebusukan mu di kejadian ini. batin Ayu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"kemana kau mau membawa ku, ba*****n?" teriak Ayu dirasa mobil yang membawa nya tak kunjung tiba padahal sudah lebih 4 jam lama nya berkendara.


Andre kembali me****t bibir Ayu


"1 ciuman untuk setiap kata kata kasar mu. Jadi bijaklah memilih kata, nona muda."


Ayu memilih diam mendengar ancaman pria di sebelah nya. Hingga mobil yang mereka tumpangi memasuki halaman sebuah rumah yang tak kalah mewah dengan rumah Ayu.


"Kau mau turun sendiri atau mungkin ......."


sengaja menjeda perkataan nya untuk menakuti Ayu.


" aku bisa menggendong mu dan langsung ke kamar kita dan........"


Tanpa mendengar kalimat selanjut nya, Ayu membuka pintu mobil dan langsung keluar.


Andre hanya menampilkan seringai melihat kelakuan Ayu.

__ADS_1


maaf, sungguh aku tidak terpikir cara lebih baik dari ini Ayu. batin Andre.


__ADS_2