![Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/secret---war-of-k-m-dgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Ketenangan dan tanpa adanya satu pun kejahatan merupakan pekerjaan yang paling membahagiakan untuk seorang anggota berpangkat rendah salah satu Unit Keamanan: Justice-man.
Distrik.2 di mana seorang pria muda berkeanggotaan Unit Keamanan tersebut tinggal memang sangatlah tenang.
Pekerjaan sangat cocok untuk seorang pria muda yang warna rambutnya selaras dengan seragam Unit Keamanannya, serta lambang bintang di tengah perisai berwarna abu-abu yang menempel di dada kiri seragam hitamnya.
Dia berjalan keluar dari Gedung Perkantoran dengan langkah lebar.
Gedung Besar berlambangkan perisai dengan kata ‘Justice’ di jendela kaca transparan yang dilaluinya.
Setiap hari, Anggota Justice-man berpangkat rendah ini hanya akan berjalan-jalan santai ke Stadion Olahraga yang berada di pusat Distrik.
Anggota Justice-man itu melalui berbagai macam penduduk Distrik: Ada yang sedang bersantai di rumah makan, pengemis sedang meminta uang sambil menggenggam kaki sultan yang baru saja keluar dari rumah makan, dan di gang kecil di mana empat preman sedang memalak seorang gadis mengenakan seragam sekolah. Tetapi setelah melihat semua kejadian itu, dia terus berjalan dengan acuh sambil tersenyum sinis.
Dia dengan santainya menyeberang jalan sambil menengokkan kepalanya, melirik para penduduk Distrik itu. Karena semua kejadian itu tidak termasuk kejahatan, menurutnya. Semua itu wajar karena kekurangan hiburan―walaupun Era di mana Anggota Justice-man itu hidup disebut: Era Hiburan.
Paling, preman-preman itu akan terkapar, demikian pikir Anggota Justice-man itu, mengedutkan bibirnya.
"Selama mereka tidak melecehkan gadis manis itu, mereka hanya akan kehilangan beberapa saldo Kredit-nya secara otomatis, huh. Sungguh. Orang-orang Aneh. Dan untuk apa meniduri gadis itu?” lanjutnya mencibir, “Walau gadis itu memang manis, tapi yang berpengalaman itu lebih―”
Dia tiba-tiba berhenti di hadapan Gedung Besar. Para pengemis terlihat olehnya sedang duduk di deretan kursi di luar Gedung tersebut, dan beberapa dari mereka pun tersebar di area parkir.
Memikirkan sesuatu sambil menyentuh dagunya, dia bergumam, “Untuk sekarang,” lalu tiba-tiba berseru, “Tidak dulu―uh ...!?”
¤Buk!!¤
Gema suara tendangan menghantam tubuh manusia dari gang kecil di belakangnya, terdengar sampai ke tempat di mana Anggota Justice-man itu berada.
“Wow, ternyata mereka tidak hanya akan terkapar.” Dia berbalik sambil melebarkan matanya, dan berseru, “Mereka terbang! Dan ....”
Mengikuti gema suara dentuman keras, seorang preman terlempar keluar gang. Dan satu per satu dari preman lainnya pun terlempar mengikutinya, lalu terkapar di tengah jalan dan dua dari mereka sampai ke seberang jalan, tergeletak tepat di depan Anggota Justice-man itu.
__ADS_1
Dia menunduk sambil mendengus, “.... Aku tahu akhirnya akan jadi seperti ini.”
Gadis manis itu berjalan keluar gang kecil seraya menyandangkan tas sekolahnya.
Saling berseberangan, si gadis manis menatap tajam Anggota Justice-man yang langsung tersenyum hangat sambil mengangkat topi hitamnya.
Namun, gadis itu mengabaikannya dan mengetik sesuatu di smartphone-nya sambil berdecak kesal.
Tanah di tengah jalan tiba-tiba terbelah setelah si gadis menyimpan smartphone-nya.
Lalu robot-robot berbentuk manusia bermata biru terang menaiki tangga dari bawah tanah, dan berjalan mendekati keempat preman yang terkapar. Kemudian ia semua mengangkut preman-preman itu ke bawah tanah yang langsung tertutup kembali.
“Gadis manis itu terlalu jahat,” gerutu Anggota Justice-man itu, menggelengkan kepalanya. “Menghambur hamburkan Kredit seperti itu―”
“Haaa?” Gadis manis itu menatap tajam ke arahnya.
“Tidak. Tidak ada.” Layaknya seorang pelayan, Anggota Justice-man itu mencondongkan tubuhnya sambil mengayunkan topi hitamnya ke samping, lalu memakainya kembali. “Silahkan lanjutkan perjalanan anda, Nona.”
Gadis manis itu berbalik dan mendengus, “Hummh!” lalu kembali memasuki gang kecil.
Pengemis itu telah dipukuli oleh pengawal sultan sampai babak-belur. Tulang kaki dan lengannya patah―terlihat jelas dari perubahan bentuk satu kaki dan lengannya.
Anggota Justice-man melihat si sultan seperti sedang memerintahkan pengawalnya, lalu ia memasuki kendaraan terbangnya yang berwarna silver.
Mendesah sambil menggelengkan kepalanya, Anggota Justice-man itu mencibir, “Bisnis Kredit otomatis, huh .... Pengemis itu harus jago akting. Tapi, dia masih belum cukup bagus sih, menurutku. Karir yang merepotkan. Namun pasti, menguntungkan!“
0,2% Kredit sultan itu pasti sudah ada di rekening si pengemis, karena hanya pengawalnya yang memukul, pikirnya, mengasihani orang yang telah memasuki kendaraan terbang. Jika si sultan sendiri yang memukul, 1% dari total saldo Kredit-nya pasti akan lenyap.
Sultan itu tidak bisa memenjarakan pengemis, karena untuk para sultan, menghambur-hamburkan Kredit jika harus melawan pengemis maupun profesi sejenisnya. Melawan mereka di pengadilan adalah tindakan yang bodoh.
“Sultan itu pasti akan memerintahkan pengawalnya untuk melemparkan si pengemis ke tempat sampah di gang," tebak Anggota Justice-man itu, "dan ....”
__ADS_1
Benar saja, kedua pengawal si sultan mengangkut pengemis yang babak-belur, dan masuk ke gang lalu kembali keluar gang tanpanya. Kedua pengawal itu kemudian memasuki kendaraan mereka yang berada tepat di belakang kendaraan silver milik si sultan.
Anggota Justice-man itu masih melihat ke seberang jalan di mana kedua kendaraan terbang di hadapannya melayang, dan langsung menghilang begitu saja seperti sedang teleport.
“Kapan, ya, aku kendaraan seperti itu, huh,” gumam Anggota Justice-man itu, sangat iri.
Para Penduduk Kelas Atas saling berkompetisi dalam hal berbisnis maupun hal lainnya. Jika secara tak terduga mereka kalah dalam pengadilan, Kredit mereka bisa lenyap.
Dengan memberi pengemis sedikit Kredit lebih menguntungkan daripada menghardiknya. Karena mungkin saja pengemis yang dihardik oleh seorang Penduduk Kelas Atas, memiliki Kredit yang lebih banyak.
Semua penduduk Distrik klaster manapun mendambakan Kredit. Karena di pengadilan, Kredit terbanyak adalah pemenang―walaupun memang harus sedikit bisa berakting. Kenapa seperti itu? Karena hakim, jaksa, maupun pengacara dan lainnya di pengadilan bukanlah Manusia, melainkan robot yang ‘mereka’ sistemasi yang diatur oleh:
...Sistem Dunia...
Dia melihat sebuah Robot Medis yang memasuki gang. Lalu ia langsung kembali ke jalan yang terbelah.
Mengabaikan tutupnya jalan yang terbelah, Anggota Justice-man itu melanjutkan perjalanannya.
Dengan satu kali transportasi terbang, dia sampai di depan pintu masuk Gedung Olahraga.
Namun, dia mendesah frustasi. “Aku ingin melihat hiburan selain olahraga. Tapi ....”
Di Era Hiburan, hiburan terbagi menjadi dua sisi: Sisi Gelap dan Sisi Terang.
Kejadian preman dan pengemis itu bukanlah kejahatan, karena kejadian tersebut masih termasuk ke dalam Sisi Gelap hiburan yang Sistem Dunia buat. Mereka semua masih dalam profesi dan karirnya masing-masing.
Selama pengemis dan preman itu tidak menyakiti secara fisik serta sedikit bisa berakting, mereka bisa menang di pengadilan dan tidak mendapat hukuman. Dan Gedung Olahraga di hadapan Anggota Justice-man ini, merupakan salah satu hiburan yang termasuk ke dalam Sisi Terang.
Lalu, tepat saat Anggota Justice-man itu akan melangkah masuk ke dalam Gedung Olahraga, ¤BOMM!!!!¤ Suara ledakan besar dari arah Area.5 yang merupakan wilayah penduduk kelas atas, terdengar jelas olehnya.
Tubuh dia bergetar hebat dan gema suara ledakan itu sampai menggetarkan paru-parunya. Dia langsung merepalkan rahangnya sambil menengokkan kepalanya ke arah timur.
__ADS_1
Sial. Kejahatan ini pasti ulah mereka! Aku terlalu malas untuk berurusan dengan hal seperti ini. Kenapa juga salah satu dari mereka harus menyerang Distrik.2?! Padahal dia bilang, mereka hanya akan menyerang―
◊◊◊