Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-3] Penyebab Kedamaian Dunia (1/2)


__ADS_3

“Uh.” Ret terkejut dengan balasan langsung si pengemis. “Aku ganti pertanyaan saja.”


Kemudian layar smartphone-nya, berubah warna menjadi biru kembali setelah dia menyentuh kolom [Tidak].


“Bukankah Gym atau Dojo lebih bagus?” tanya Ret, sedikit ragu. “Dan, kenapa harus di Area.3?”


Di Distrik.2 di mana Ret tinggal, Area.3 serta Area yang merupakan wilayah penduduk kelas atas adalah wilayah-wilayah yang selalu dia hindari. Sebab itulah Ret membayar upeti ke Sistem Dunia untuk pindah kependudukan ke Area.0―meski harus turun klaster kependudukan dan hanya bisa tinggal di Wilayah Penduduk Kelas Bawah yang sudah pasti sangat kumuh.


“5 Kredit untuk menjawab itu,” kata si pengemis. “Bagaimana?”


Ret mengangguk sambil langsung menyentuh kolom [Ya], saat layar smartphone-nya yang berwarna kuning terang.


Mengabaikan warna layar smartphone-nya yang kembali menjadi warna biru terang, Ret mendengarkan pengemis di depannya, menejelaskan, “Gym, tentu kau pasti tahu, itu semua berada di Wilayah Penduduk Kelas Atas, dengan biaya masuk untuk ke sana saja sudah 6 Kredit dan ditambah jarak yang sangat jauh, kau harus menggunakan transportasi. Pulang-pergi bukanlah hal yang murah, dan tentu saja tinggal di sana juga bukan pilihan. Dan jika Dojo ... itu kurang lebih sama. Mungkin itu saja dariku. Ada pertanyaan―” Pengemis itu memotong penjelasannya sendiri saat melihat sesuatu di smarthpone-nya. “Oh!”


“Uh?!” Ret terkejut saat si pengemis tiba-tiba menatapnya.


“Sedikit bonus untuk pelanggan pertamaku di hari ini,” tambah si pengemis, menyeringai tajam serta menatapnya dengan tatapan misterius, “Di sana, kau akan bertemu seseorang yang menarik.”


“Seseorang yang menarik?” tanya Ret.


Mengabaikan pertanyaan Ret, si pengemis bertanya dengan nada suaranya kembali seperti semula, “Ada pertanyaan lain?”


“Uh, kalau begitu, aku ingin informasi tentang pemimpin dan atasan Unit Justice-man.”


“Ohh..... Hal seperti itu cukup mahal, Nak. 75 Kredit untuk informasi dasar. Bagaimana?”


“Aku ingin, selengkap mungkin?”


Ret sedikit gugup saat menuntut lebih, karena dia sudah memperkirakan sesuatu.


Dan benar saja, si pengemis menunjukkan telapak tangannya dan berkata padanya, “500 Kredit untuk detail semua informasi.”


“Uh,” desah Ret, menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sekali lagi dia dengan enggan melihat cahaya layar smartphone-nya berwarna kuning terang dan bertuliskan:


Transfer 500 Kredit ke akun: %$##112


[Ya] Atau [Tidak]


Dia langsung menyentuh kolom [Tidak] dan berkata, “Informasi dasar, tak apa.”


“Oke,” kata si pengemis, menunjukkan layar smartphone-nya kepada Ret.


Di layar smartphone yang si pengemis tunjukkan, hanya ada barcode hitam dengan tanda tanya berwarna biru terang di tengahnya. Layar smartphone Ret pun mengalami perubahan yang sama, tetapi tengah barcode-nya berupa tanda tanya putih seperti membentuk ruang kosong.


Dia menyatukan smartphone-nya sejajar dengan smpartphone si pengemis. Lalu layar kedua smartphone itu mengeluarkan cahaya putih.


“Semua informasi yang kau inginkan sudah ada di portal Terminal Mobile World Mail-mu. Kau bisa mengeceknya setelah sesi ini berakhir,” jelas si pengemis, menunduk dan memainkan smarthone-nya kembali. “Ada pertanyaan lain?”


“Ah! Informasi tentang pemimpin Army―” Layar biru smartphone Ret berubah menjadi warna merah terang. Dan dia tahu bahwa waktu sesi pembelian informasi telah habis saat melihat waktu menunjukkan pukul 08.00.43 pagi hari. Namun, dia tetap bertanya, “Satu pertanyaan lagi, Pak?”


“Uh.” Ret menggelengkan kepalanya. “Terimakasih atas sesi ini, Pak.”


Pengemis itu hanya mengangguk dan turun dari box, lalu berbalik dan berjalan ke ujung gang. Jika diperhatikan dengan jelas, di ujung gang terdapat pintu belakang sebuah Gedung.


“Boleh aku tahu,” tanya Ret, saat si pengemis menggenggam gagang pintu, “Siapa namamu, Pak?”


“Kau membeli Prangko Biru-ku dari undian atau langganan koran biasa, kan?” tanya balik si pengemis, dan sedikit meliriknya. “Kulihat kau bukan bagian dari mereka. Dan aku pikir, kita tidak akan bertemu lagi.”


Ret melihat si pengemis membuka pintu dan langsung menaiki tangga tanpa menutup pintunya.


Lalu saat pintu tertutup sendiri, suara aksen aneh si pengemis terdengar olehnya, “%$## ... Panggil saja aku: $##%.”


Layar smartphone Ret berubah kembali menjadi portal utama Terminal Mobile .Wix saat pintu di hadapannya tertutup rapat.


“S?” kata Ret, kebingungan. “Apa?!”

__ADS_1


Berpikir sejenak, lalu dia menggelengkan kepalanya sambil berbalik dan berjalan ke luar gang.


Cahaya mentari bersinar terang, dan menyentuh wajahnya saat dia di luar gang gelap di belakangnya. Orang-orang di sekitar Taman Kumuh mulai berkurang, dan beberapa dari penduduk pun keluar dari gang seperti dirinya, lalu pergi begitu saja.


Ret mendesah frustasi saat melihat sisa saldo Kredit yang dimilikinya. Apakah ini akan berguna? Dia melihat informasi tentang para pemimpin Unit Justice-man.


“Menghabiskan 117 Kredit hanya untuk informasi, huh,” gumamnya, menggelengkan kepalanya sekali lagi. “Aku pikir, ini akan berguna. Mungkin.”


Secret tersenyum tipis saat melihat layar smartphone-nya terdapat sebuah foto seorang wanita cantik berkulit putih dengan rambut sebahu dan bekas luka kecil di pipinya.


Satu-satunya Komandan Wanita di Unit Distrik ini, huh, demikian pikir Ret.


Setelah membaca informasi dasar wanita cantik itu, dia memasukkan smartphone-nya ke jaket olahraganya dengan acuh.


Berjalan melewati Taman Kumuh, dia mampir ke Kombini terdekat sambil melihat-lihat koran dan majalah. Berbagai makanan serta peralatan tersusun dan berjejer rapih di rak dan di dalam lemari kaca di hadapannya.


Peluncuran Robot, politik Anggota Partai, pelanggaran hak hiburan di suatu Distrik―Area dan sebagainya, tertulis di berita utama koran dan majalah. Namun, Ret tidak tertarik membaca semua itu lagi, dia sedang mencari tampilan iklan aneh berupa iklan tidak jelas seperti sandi sederhana yang telah dikatakan si pengemis sebelumnya. Atau penjualan suatu produk dengan Kredit yang tidak masuk akal, sebab itulah dia berlangganan koran.


Dia berlangganan koran untuk mendapatkan Prangko atau sejenisnya agar bisa membeli informasi. Para Informan menggunakan lembaran kertas untuk mempromosikan jasa atau produknya. Karena tidak mungkin jika mereka mengiklankannya di portal .Wix manapun, yang pasti akan selalu terpantau oleh Sistem Dunia. Dan hanya kalangan penduduk kelas atas serta klaster di atasnya saja yang bisa mengiklankan jasa, atau produk di berbagai portal Terminal Mobile World seperti .Wix maupun anak Sistem Dunia lainnya.


“Tidak ada, huh,” desah Ret, sambil menggelengkan kepalanya.


Dia menyimpan majalah yang telah dibacanya, dan berjalan ke lemari es untuk membeli minuman. Lalu dia keluar Kombini dan lanjut berlari.


Ret terus berlari dan sampai di perbatasan antara Area.0 dengan Area.1 yang masih merupakan wilayah penduduk kelas bawah. Namun, kalangan penduduk kelas menengah pun terlihat olehnya sedang berlalu-lalang dan keluar-masuk Gerbang Perbatasan.


Pengemis-pengemis bersandar di sisi dinding luar sebuah Bangunan serta para preman sedang mengunci targetnya, terlihat oleh Ret. Mereka berkumpul dan membentuk kelompoknya masing-masing.


Namun, tidak ada satu pun dari mereka yang gegabah menerjang atau menyerang untuk membuat keributan, karena Area.0 & Area.1 di Distrik.2 merupakan tempat para penduduk kelas bawah seperti mereka untuk beristirahat.


Ret meminum air dalam botol yang baru saja dibelinya. Lalu dia membuang botol minuman kosong ke tempat sampah sambil berbalik, dan berlari kembali menuju ke arah Penginapan.


¤¤¤

__ADS_1


__ADS_2