![Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/secret---war-of-k-m-dgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Dan dengan ekspresi serius, Nok masih memalingkan wajahnya dari pandangan Ret.
“Apa ...” tanya Ret, mulai gugup ,“itu pertanyaan terlalu sensitif untukmu, Nok?”
Nok memandang Ret kembali dan menaikkan sudut bibirnya.
“Tidak,” bantah Nok, mengayunkan tangannya ke samping secara acuh, “Bukan itu! Apa-apaan ‘sensitif’ yang kau katakan? Ha?! Kau pikir aku seorang gadis?”
“Itu ....” Ret menjadi sangat gugup-gelagapan. “B-bukan itu maksudku―aku tidak bermaksud untuk―”
Dia tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke Ret, sambil menyatukan kedua telapak tangannya untuk menutup hidung dan mulutnya. Nok berekspresi lebih serius dari sebelumnya.
“Aku bisa keluar dari sini jika dari awal, aku sudah dimasukkan ke List Pelelangan, tapi ...” kata Nok, ragu untuk mengatakannya dengan jelas, “sialnya komunikasi di Pasar Budak ini diputus secara paksa oleh Tuan Pasar Budak sekarang ...!! Bukankah itu sangat menjengkelkan?!”
Nok mengangkat bahu seperti sudah pasrah dengan keadaannya. Dan Ret hanya bisa mengangguk setuju.
“Dan untuk apa juga benda ini ada di sini.” Nok melempar smartphone-nya ke samping dengan acuh. “Kenapa mereka tidak menyita benda itu saja! Sial ....”
Setelah Nok terus curhat dan menggerutu pada Ret, dia melemparkan tubuhnya sendiri ke belakang.
“Aku―”
*Tuuuttt ...!!!* Suara bel dan suara terbukanya pintu jeruji besi serentak\, *Sraakkk ...!!!* memekakkan telinga Ret dan Nok. Dan Nok berhenti menggerutu lagi pada Ret\, setelah mendengar suara-suara tersebut.
“Sial. Apaan ....” Nok menggerutu kembali setelah suara-suara di sekitarnya mulai tenang, “Sudah pagi lagi?!”
Nok bangun dan berdiri dari kasurnya,
“Ayo kita pergi, Ret! Makanan menunggu kita.”
“Uh!”
Ret mengikuti Nok di belakangnya.
__ADS_1
Seperti halnya penjara, “Tidak ada yang berbeda dengan penjara pada umumnya di sini, Ret. Bedanya hanya kita dipaksa untuk melakukan apa saja yang si Tuan Pasar Budak tentukan dan perintahkan―kalau kita para budak melanggar atau menolak, ya, paling pemotongan makanan atau tidak masuk List Pelelangan maupun dilumpuhkan oleh-nya akan menunggu kita kelak,” semua budak keluar dari Sel Jeruji Besi mereka masing-masing, dan meregangkan otot-otot kaku mereka.
Tidak seperti Sel yang ditempati Ret dan Nok, masing-masing Sel dari mereka ditempati dengan dua-tiga sampai 8-9 orang dalam satu Sel Jeruji Besi. Hanya beberapa Sel dari para budak yang di dalam satu Sel terdapat satu-dua orang di dalamnya.
Ret berjalan mengikuti Nok sambil memperhatikan budak-budak seperti dirinya yang keluar dari Sel Jeruji Besi mereka masing-masing.
“Aku sama sekali tidak melihat wanita di sini,” gumam Ret, sambil berjalan mengikuti kerumunan.
“Hu?!” Nok menolehkan kepalanya ke belakang, sambil menaikkan satu alisnya. “Mau kau apakan jika ada wanita di sini ...? Tentu wanita akan dipisah, bodoh! Para wanita pasti akan jadi budak terlaris di setiap Pasar Budak manapun!!”
“Uh. Tidak―maksudku,” kata Ret, mengangkat tangannya, “Aku hanya pernah melihat budak-budak wanita beberapa saat yang lalu. “
Tak lama mereka berdua berjalan mengikuti kerumunan, antrean cukup panjang di suatu lapangan tertutup terlihat di hadapan mereka semua.
Padahal kita berdua bangun sangat pagi, huh, pikir Ret. “Tapi, antrean ini cukup panjang ... Apa setelah ini kita akan melakukan tugas tertentu, Nok?”
“Yah ....” Nok memperhatikan sekitarnya dengan selalu waspada saat mengantre. Dia tidak menjawab pertanyaan Ret secara langsung. “Mungkin kita akan membersihkan halaman, ruangan―yang pasti Tuan Pasar Budak sekarang selalu memerintahkan para budak-nya untuk olahraga.”
Ret keheranan dengan hal tersebut. “Olahraga?!”
Ret mengangguk mengerti.
Uh. Aku―maksudku kami seperti ternak, huh, yang bisa kami lakukan hanyalah mengikuti intruksi dan dijual, demikian pikir Ret.
Anrean masih panjang, dan Ret maju satu langkah ke depan setelah Nok di depannya melangkah ke depan.
“Tidak ada tempat untuk lari, ya,” gumam Ret, memperhatikan sekitarnya.
Tidak seperti kawat besi pada penjara-penjara di lapangan, maupun tembok beton kokoh di suatu lapangan penjara, di sekitar Ret serta para budak yang sedang mengantre hanya ada dinding besi menyeramkan berwarna silver.
“Jangan berpikir seperti itu lagi, Ret,” saran Nok, menolehkan kepalanya setelah mendengar gumaman pria muda di belakangnya, “Kita, para budak di sini sangat beruntung si Tuan Pasar Budak di Distrik.2 ini bukan seorang gey.”
“Gey?!” Ret memiringkan kepalanya, kebingungan, “Apa itu ...?”
__ADS_1
“Uh.....” Nok bingung menjelaskannya seperti apa. “Pokoknya―yang pasti, jika kau bertemu salah satu dari mereka kau harus lari!”
“Uh.” Ret mengangguk kuat setelah mendengar saran Nok. “Aku mengerti.”
Nok menunjukk ke lehernya sendiri. “Dan jangan lupa jaga lehermu! Jangan sampai tersentuh oleh siapa pun―termasuk dirimu sendiri, pastinya ...!!”
Ugh ... Aku benar-benar lupa benda ini bisa melumpuhkanku saat disentuh, pikir Ret, kemudian menyahut, “Ok!”
Nok mengambil makanan yang disediakan di celah tebing silver di hadapannya. Hanya ada panci besar berisi sop tidak jelas, dan satu budak hanya diperkenankan untuk megambil satu roti kering.
Ret mengambil mangkuk dan mengisinya dengan makanan yang ada di dalam panci besar. “Ini bubur, huh. Tidak, bukan, ini-itu―”
Sesuatu yang ada di atas nampan berupa hidangan makanan lebih buruk dari hidangan yang terdapat di Penginapan kelas ter-rendah yang pernah Ret makan.
Ini sup, atau, pikir Ret, kemudian bergumam, “Kupikir ini, sup?!”
“Ng?!” Nok menolehkan kepalanya ke belakang, dan menatap Ret dengan tatapan tajam. “Makan saja ...!! Toh itu bukan racun juga.”
Ret mengangguk sambil mengikuti Nok mencari meja makan. Lalu setelah semua budak duduk di kursi meja makan mereka masing-masing, langit-langit besi silver di atas mereka terbuka dan memancarkan sinar matahari pagi yang sangat menyilaukan.
Menyertai kecepatan cahaya menerangi seluruh penjuru Ruang Makan, Ret berkata, “Bukankah si Tuan Pasar Budak berkata, kalau aku akan segera dilelang?”
“Aku tidak tahu. Aku di sini sudah setengah tahun―dan masih tidak dimasukkan ke List Pelelangan manapun,” jawab Nok, sambil memakan hidangan sarapannya,
Ret akan memuntahkan makannya lagi dari mulutnya setelah mendengar Nok berkata tentang seperti itu. Dia memaksa untuk menelan makannya lagi, lalu berkata, “Se-Setengah tahun?!”
“Ya. Tentu.” Nok mengangguk ringan, dan hidangan sarapannya sudah habis tanpa Ret sadari. “Jika aku mengobrol dengan yang lain, ini waktu yang sebentar―ada seorang budak yang lebih dari 70 tahun belum terjual-jual―berapa kali periode pergantian Tuan Pasar Budak itu?!” Dia berekspresi seperti sedang menghitung sesuatu.
T-tu-tujuh puluh tahun?! Apa sebenarnya, pikir Ret. “Tempat ini, sebenarnya apa ...?!!”
“Entahlah―jika saja kita bisa melihat atau mengakses Terminal Mobile World Slave Auction, kita bisa tahu kapan akan dilelang. Sayangnya smartphone kita hanya sampah di sini,” jawab Nok, mengangkat bahu dan mengerucutkan bibirnya.
Setelah Ret menghabiskan makanannya, Nok menatap Ret dengan tatapan serius.
__ADS_1
“Apa kau sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Manjikan cantik-mu kelak nanti, hah, sialan...?”
¤¤¤