Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-1] Kedamaian Dunia


__ADS_3

Bangun dari tidurnya yang cukup panjang, Ret langsung bangkit dan berjalan ke kamar mandi.


Mencuci muka dan melihat cermin, dia menatap wajah oriental tak asing baginya yang terpantul dari cermin di hadapannya. Mata hitam pekat dengan kulit putihnya, seperti seorang pria dewasa pada umumnya.


Dia keluar kamar mandi saat suara ketukan pintu terdengar dari luar Ruangan-nya.


Membuka pintu depan Ruangan, Ret melihat punggung seragam bulter berwarna hitam seorang pelayan sedang menuruni tangga.


Dan hanya ada satu koran di celah daun pintu Ruangan-nya.


Dia mengambil koran itu dan berbalik sambil menutup pintu.


Ruangan sederhana di mana ada satu pintu menuju kamar mandi yang berada tepat di hadapannya, tempat tidur, buku besar di atas meja serta kursi―semuanya terbuat dari kayu.


Ret sudah tinggal di Ruangan Penginapan Area.0 ini sejak dia menginjak masa dewasanya. Dan lantai parket yang dia pijak, membuatnya hangat untuk melewati dinginnya malam. Sebab itulah dia tinggal di penginapan Area.0 walaupun Bangunan Penginapan yang terlihat sangat kuno, dan lebih mahal jika dibandingkan dengan penginapan lainnya.


“Meski ada .Wix dan,” gumamnya sambil membalikkan lembaran koran, “Televisi di Ruang Makan penginapan ini,” lalu mata hitamnya berkilauan saat melihat sebuah Prangko berwarna biru yang terjatuh dari sela-sela lembaran koran dan ia langsung dia ambil, “Membaca kertas memiliki sensasinya sendiri.”


Mulai membaca,  2313, 1 September, yang tertulis di sudut kiri-atas halaman utama koran, Ret duduk di tempat tidur-nya.


Dengan gugup, dia mengambil smartphone-nya sambil melihat jam yang menunjukkan pukul 05.59.58.


Ret mengakses portal Terminal Mobile World Bank, dan di saldo rekening bank-nya menunjukkan angka: 432 Kredit.


Lalu, jumlah saldo miliknya tiba-tiba bertambah menjadi: 732 Kredit saat waktu menunjukkan pukul 06.00.02.


“Uh,” desah Ret, tenang kembali. “Untuk sekarang aku aman. Jika aku sakit bulan ini lagi, itu akan sangat berbahaya.”


Berita yang tertulis di koran hanya tentang kedamaian dunia seperti biasa.


Yang paling menarik perhatiannya pasti di bagian Medical Robot. “20% Diskon Madical Robot, huh,” dia membaca judul salah satu halaman koran. “Uh, kenapa tidak Robot Medis normal saja?”


Namun, ada satu berita yang menyebabkan Ret mengerutkan kening, selain berita seputar Turnamen, peluncuran Robot baru, dan beberapa politik Anggota Partai, serta kasus-kasus pelanggaran hiburan biasa. “Dan,” geram Ret, “mereka selalu saja membuat ricuh. Untung penginapan ini terletak di Distrik.2―Area.0 yang mayoritas penduduknya kelas menengah kebawah.”

__ADS_1


Dia membaca berita di halaman terkahir:


...Ledakkan Besar Distrik.5―Area.8!! Wilayah Penduduk Kelas Atas .......


Membaca judulnya saja dia sudah tahu apa isi berita itu. Kemudian dengan acuh dia melempar koran ke meja di sampingnya, lalu berjalan keluar Ruangan.


Di Ruang Makan penginapan, Ret sedang duduk sambil mengakses salah satu portal .Wix di smartphone-nya.


Pramusaji mendatanginya dan berkata, “Seperti biasa, Rat?”


“Ya.” Dia menjawab dengan kesal sambil merepalkan rahangnya, “Berikan yang terbaik seperti biasa, sialan.”


Karena bernama ‘Ret’, entah mulai dari mana dia selalu dipanggil dengan sebutan ‘Rat’ oleh orang-orang di sekitarnya. Meski dia sudah terbiasa dengan penyebutan ‘tikus besar’ dalam aksen Bahasa Inggris seperti itu, tetapi tetap saja membuatnya sedikit jengah.


Saat semua piring berisi makanan dihidangkan di meja makannya, saldo rekening di portal Terminal Mobile World Bank Ret otomatis berkurang karena hidangan tambahan yang dipesan olehnya.


Dua roti cukup besar memenuhi piring, sop kuning pekat yang hanya terlihat wortel mengambang, serta salad-mayo di atas meja makan Ret.


Setiap penginapan di berbagai Distrik―Area pasti menyediakan makanan. Dengan membayar 10 Kredit, penduduk Area.0 bisa hidup enak selama satu hari di Penginapan Wilayah Penduduk Kelas Bawah.


Beberapa dari Anggota Justice-man yang menjaga keamanan Area.0 sedang duduk saling berkelompok, dan memesan makanan.


Walaupun jarang terjadi kejahatan di Wilayah Penduduk Kelas Bawah, Ret melihat beberapa dari mereka adalah Prajurit Army-man.


Mungkin mereka sedang kekurangan Kredit, pikirnya.


Setiap pagi dia selalu memperhatikan Anggota Justice-man yang sedang makan, dan mendengarkan percakapan mereka untuk mendapatkan beberapa informasi gratis. Karena sebelumnya, dia berpikir untuk masuk Sekolah Keamanan.


Namun, saat melihat Prajurit Army-man sekarang dia berpikir ulang kembali.


Ret berguman, “Prajurit, huh. Apa aku harus masuk Sekolah Kemiliteran saja,” sambil mengalihkan pandangannya ke kelompok berseragam hitam yang mulai menyantap hidangan pesanan mereka. “Dan kalau aku tidak salah ingat ....”


Kemarin, aku mendengar salah satu Anggota Justice-man baru terus mengeluh, pikirnya kemudian, sambil merobek salah satu roti, tentang naiknya biaya masuk Sekolah Keamanan, dan anggaran Kredit untuk Justice-man telah dikurangi. Tapi yang paling aneh ....

__ADS_1


“Kenapa Prajurit Army-man berada di Wilayah Penduduk Kelas Bawah seperti ini?” gumam Ret, kembali melihat para Prajurit Army-man. “Tidak mungkin mereka kekurangan Kredit, karena ....”


Di peraturan Sistem Dunia jelas tertera: ‘Unit Army-man’ di atas ‘Unit Justice-man’. Ret sedang mengakses salah satu portal Terminal Mobile Wolrd di smartphone-nya.


Dia menjadi lebih bimbang untuk memilih antara Sekolah Keamanan atau Sekolah Kemiliteran. Tetapi tak berpikir lama, dia menggelengkan kepalanya dan keluar Ruang Makan penginapan.


Aku akan pikirkan itu nanti saja, lah, demikian pikir Ret.


Saat dia berjalan menuju ke Kombini terdekat, “Uh!” dia menabrak seorang pria dewasa berjubah putih seperti seorang ilmuan yang mengenakan kacamata bulat.


Pria dewasa itu menjatuhkan berkas-berkas yang berserakan di trotoar dan sampai ke pedestrian jalan, dan beberapa berkas sampai ke tengah jalan raya.


Ret berkata, “Maaf―” sambil berlari kecil ke tengah jalan raya, lalu mengambil berkas-berkas yang berserakan.


Setelah mengumpulkan semua lembaran berkas, dia berjalan ke arah pria dewasa yang sedang berjongkok merapikan lembaran berkas.


Ini, pikirnya sambil membaca salah satu lembaran berkas, game yang mengharuskan kita harus menyelamatkan Dunia, dan melawan sesuatu yang tidak jelas disebut ‘mereka’?! Kenapa dia memiliki berkas seperti ini?


Karena semua game seperti itu telah lenyap 200 tahun lalu. Jika ada yang mem-post game ringan di .Wix saja pasti akan langsung terhapus sendiri. Hanya ada game-game Battle Fighter dan Perang saja yang bertahan di .Wix―itu pun seolah-olah ada yang berperang dengan anak Sistem Dunia yang disebut: .Wix (World Imagination X).


Jika menjual hiburan “Non-Fisik” maupun “Fisik” di luar secara ilegal, Kredit bulanan akan ditarik dan ditambah hukuman penjara beberapa bulan. Atau jika pelanggar itu bekerja, pajak penghasilannya akan dinaikkan sampai 75%, seumur hidup. Pajak penghasilan meningkat 75%, itu sama saja aku kerja rodi, demikian pikir Ret setelah membaca salah satu portal .Wix di smartphone-nya.


“Kau mau memainkan game merepotkan seperti ini―meski aku memang tidak menyukai game sih―” Ret berhenti berkata saat membaca salah satu kata aneh di satu lembaran berkas yang bertuliskan: ‘.Ark’.


Ret bertanya sambil menyerahkan semua berkas di tangannya, “Jika aku tidak salah, untuk mengakses portal ‘.Ark’ harus menggunakan internet, benar? Bukankah itu ilegal?”


Ret tiba-tiba menautkan alisnya dan berjongkok di hadapan pria dewasa itu. Haruskah aku melaporkannya?


“Ah,” pria dewasa itu terkejut dan membuka lebar mulutnya, lalu berkata, “Ini hanya untuk penelitian.”


“Hummm ....” Ret sedikit curiga, tetapi dia menggelengkan kepalanya setelah melihat jubah putih yang dipakai si pria dewasa. Meskipun rambut mereka berdua sama-sama hitam dan acak-acakan. “Ini, kalau begitu aku permisi.”


Ret pun pergi meninggalkan si pria dewasa yang masih merapihkan lembaran-lembaran berkas di tanah. Dan melanjutkan perjalanannya untuk membeli kebutuhan sehari-hari di Kombini terdekat.

__ADS_1


Setelah 45 menit berlalu, dia baru kembali ke Bangunan Penginapan berlantai dua. Penginapan yang cukup besar dan luas, dengan seluruh kontruksi Bangunan-nya terbuat dari kayu.


¤¤¤


__ADS_2