Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-8’] Untuk Kedamaian Dunia (4/4)


__ADS_3

1 September, 2313.


Total saldo di rekening World Bank Secret: 501 Kredit.


Pemimpin anggota gangster dari ujung gang, berteriak, “Dia masuk tempat sampah! Cepat tangkap―” tetapi terputus oleh benturan besi menutupnya penutup tempat sampah.


Ada yang, pikir Ret. “Aneh, kenapa aku ....”


Terjun cukup jauh dan melihat ke atas di mana tempat sampah itu berlubang, Ret memeluk erat si wanita, sambil melindungi kepala belakangnya.


Wanita dipeluk Ret pun memeluknya dengan erat dan tubuh menggodanya bergetar, ketakutan.


“Tempat sampah sedalam ini?! Sial!!” jerit Ret. “Apa-apaan―”


Walaupun hanya beberapa detik, mereka bedua merasakan terjun ke gorong-gorong sangat lama.


Kemudian, Ret jatuh dengan menakjubkan―dengan lehernya menghantam permukaan beton terlebih dulu. Namun, dia masih bisa melindungi si wanita.


Wanita itu berguling ke tepi selokan dan melihat Ret terlentang tak sadarkan diri. Dengan tubuhnya dipenuhi luka, si wanita merangkak mendekatinya.


Aliran darah dari jantung ke otak Ret seketika terhenti, mengakibatkan dia tak sadarkan diri. Namun, walaupun dia tak sadarkan diri, suara khawatir si ******* masih terdengar samar olehnya.


******* itu terus memanggil Ret, dan mencoba untuk membangunkannya dengan menggoyang-goyangkan bahunya.


Lalu tiba-tiba, si ******* itu tersentak dan mematung di tempat sambil melebarkan mata birunya―seperti sedang terkejut saat mendengar suara.

__ADS_1


Suara yang didengar oleh si ******* tak berhenti, dan satu suara seorang wanita dari sudut gorong-gorong pun sampai terdengar oleh Ret, “Tutup penutup―” dan langsung membangunkannya.


Tutup?! Apa―bukankah kita harus berlari, demikian pikir Ret, merasa heran.


Masih dengan pandangan linglung dan sayu, dia melihat si ******* di atas tubuhnya yang menatapnya dengan tatapan khawatir.


Suara dari kegelapan di samping mereka berdua tidak berhenti, tetapi ia semakin lemah namun terdengar semakin jelas oleh Ret, “Hei, pria di sana. Bisakah kau memanjat dan menutup penutup gorong-gorong itu?”


“Siapa―”


“Cepatlah!”


Meskipun suara desakan seorang wanita didengar Ret dengan jelas berada di sudut gorong-gorong sangat gelap, dia masih bisa merasakan seseorang di dalam kegelapan itu menunjuk ke atas.


Dia melihat tangga besi yang menempel di sisi gorong-gorong telah hancur dan rapuh. Ret harus memanjatnya walaupun tangga besi tersebut telah setengah hancur.


Sambil berdecak kesal, dia melompat dan meraih batang tangga besi, lalu memanjatnya.


Ret memanjat tangga besi ke atas, dan dengan susah payah dia memijakkan kakinya di batang besi. Akibat darah dari jantung ke otaknya masih belum mengalir sempurna, dia merasakan rasa sakit yang tak tertahankan.


Dia merasa ingin menyerah, dan mulai menyesali perbuatannya. “Sial. Kenapa aku harus mempunyai hati nurani seperti ini!”


Ret terus memanjat tangga besi walaupun saat dia menggenggam erat dan memijakkan kakinya di setiap batang besi, dia akan merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Saat Ret baru sampai setengah jalan memanjat tangga besi, dia mendengar samar suara hentakan kaki para anggota gangster yang mendekati tempat sampah.

__ADS_1


Dia mempercepat gerakkannya sambil merepalkan rahang dan menggertakan giginya, menahan rasa sakit.


Lalu sesampainya di puncak tangga besi, “Di mana penutupnya?!” Ret kebingungan.


Dia merangkak di dalam tempat sampah, mencari penutup gorong-gorong. Ret mengobrak-ngabrik sampah di sekitarnya, dan mulai merasa jengah.


“Sialan dengan 300 Kredit. Lupakan menjadi Prajurit Army-man.” Dia panik saat tidak melihat penutup gorong-gorong, terus mengumpat, “Aku bersumpah akan memasuki Justice-man, apapun yang terjadi! Sial!!”


Suara decitan penutup tempat sampah pun terbuka, selagi dia melihat penutup gorong-gorong yang tertutup sampah plastik hitam dan langsung meraihnya sambil masuk kembali ke dalam gorong-gorong.


Ret menggenggam erat penutup gorong-gorong―dengan gagang pintu seperti kemudi kapal bajak laut, lalu membantingnya ke dalam.


Satu anggota gangster melihat sekilas Ret yang masuk ke dalam gorong-gorong, berteriak, “Bos! Di tempat sampah ini ada pintu masuk gorong―” dan suara teriakkannya terputus oleh suara benturan besi saat menutupnya penutup gorong-gorong.


Sial. Kalau aku salah satu Anggota Unit Justice-man sekarang, mengatasi situasi ini pasti akan lebih mudah, huh, demikian pikir Ret.


Penutup gorong-gorong yang disebut gangster itu sebagai pintu, langsung megunci secara otomatis.


Namun tiba-tiba, Ret kehilangan pegangan dan pijakannya pada batang besi tangga, lalu terjun kembali.


“Ugh, sialan, kenapa aku harus sampai sejauh ini ....” gumam Ret, melihat pintu besi gorong-gorong tertutup rapat yang berada tepat di atasnya. “Aku benar-benar harus menjadi Anggota Unit Justice-man, huh, pastinya, Untuk Kedamaian―”


Dunia ....


***

__ADS_1


__ADS_2