Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-27] Merebut Hak Milik Sampah Plastik Sampai - Sampai Harus Ke Meja Hijau (3/5)


__ADS_3

Sudah kuduga, huh, preman-preman itu sama sekali tidak menyerah untuk mendapatkan Prangko Oranye-ku ini. Sial. Mereka sampai-sampai membayar semua CCTV dan kamera pemantau di setiap Gedung-Bangunan yang aku lalui, demikian pikir Ret, mengingat kembali kejadian sebelumnya.


“Aku tidak tahu apa yang kau lakukan, Hu ....” Anggota Unit Justice-man senior di hadapan Ret, mengembuskan asap rokok tepat ke wajahnya. “Tapi kau sudah berakhir, Nak.”


Ret berwajah suram setelah mendengar keputusan sepihak Anggota Unit Justice-man senior di hadapannya. “Kenapa―”


“Lihat ini ....” Anggota Unit Justice-man senior itu menujukkan suatu data di panel biru transparan padanya. “Bos preman-preman itu memiliki: 1.724 Right Poin, 81.200 Middle Poin, dan Left Poin-nya sebesar 24.870.“


“Bos preman-preman itu,” seru Ret, tertegun, “memiliki lebih dari 10.000 Kredit?!”


Pria muda itu mengabaikan ketiga Point tersebut saat melihat jumlah Kredit yang dimiliki si Bos preman.


“Itu hanya Kredit pribadi si Bos preman, Nak. Hu ...” kata Anggota Unit Justice-man, “Lihat ini! Walaupun mereka masih mempunyai 2 slot kosong di kelompok preman mereka, jumlah total Kredit yang dimiliki kelompok preman yang akan kau lawan di pengadilan, memiliki lebih dari 500.000 Kredit―Kita lupakan tentang Kredit-nya, Left Point dan Right Point-mu 0 menandakan kau sudah berakhir, Nak.”


Anggota Unit Justice-man senior di hadapan Ret, mematikan rokoknya dan menatap Ret, dengan tatapan menyedihkan.


“Aku katakan sekali lagi,” tegas Anggota Unit Justice-man senior itu, “Kau sudah berakhir ....”


Karena Right Poin yang dimiliki Ret tertulis 0, dia akan kalah di pengadilan―walaupun dia sebelumnya pernah menyelamatkan Me si *******, tetapi penyelamatan seperti itu adalah kebaikan yang ilegal menurut Sistem Dunia, dan sama sekali tidak akan terhitung sebagai suatu kebaikan olehNya.


Ret ingin membantahnya, “Aku―”


”Kau sama sekali tidak pernah menyumbangkan Kredit-mu, ya,” tetapi si Anggota Unit Justice-man senior memotong perkataannya, “Apa kau sering menggunakan *******? Dari perawakanmu, tidak mungkin kau hanya punya 8.600 Middle Point.”


Uh.... Aku tidak pernah memesan ******* atau semacamnya, pikir Ret, mendesah frustasi. “Waktu itu, aku pernah sakit―”


“Aku akan memberi tahumu di sini, Nak, hentikan kebiasaanmu itu. Para ******* itu selalu mengambil salah satu Tritinitas Point yang mereka suka tanpa kau ketahui. Bahkan ada yang menuntut ketiga Point-mu ditambah Kredit yang tidak masuk akal saat kau kecanduan padanya!”


Salah satu Anggota Unit Justice-man yang membawa Ret, berkata dengan nada sindiran, “Pengalamanmu, Pak?”


dan memasuki Ruang Introgasi sambil membawa berkas-berkas berbentuk kertas.


“Uh ... I-itu,” Anggota Unit Justice-man senior itu gelagapan, tetapi langsung berkata dengan tegas pada Ret, “Kau bisa langsung masuk ke pintu gate ini, Nak!”

__ADS_1


Anggota Unit Justice-man senior itu menekan tombol pada panel biru transparan di hadapannya. Kemudian, pintu berwarna silver seperti pintu milik gelandangan di Hutan Rimbun sebelumnya, tiba-tiba muncul di samping mejanya.


“Aku sudah memberkaskan kasus ini. Dia cukup mudah dan kooperatip, jadi ini akan berakhir saat dia masuk ke pintu gate, Pak”


“Ya. Ini sangat cepat. Kau bisa masuk sekarang, Nak.”


Pintu itu terbuka dengan ruang kosong di tengahnya terdapat liquid silver-hitam aneh yang bergerak-gerak, dan ia membentuk sebuah gate.


Ret berdiri dengan enggan sambil menggenggam erat ujung meja kaca. “Aku ....”


“Aku tahu, mungkin ini tidak adil untukmu, Nak. Tapi, inilah Dunia dan Era saat ini ... Hadapilah apa yang ada di depanmu, dan jadikan ini sebuah pelajaran. Jangan lakukan hal yang tidak perlu seperti ini lagi. Hindarilah


masalah yang tidak perlu jika kau ingin ‘kedamaian’. Jika kau ingin sesuatu yang merepotkan, ya, tidak apa―lakukanlah ‘kebaikan’ walau di Era ini, semua hal-hal seperti itu hanyalah omong kosong.”


“Ya. Senior benar, bocah. Ini hanya hadiah kecil dariku karena kau sudah bersikap kooperatif dan memudahkan perkerjaan kita saat ini: Aku sarankan kau tidak memilih masuk penjara. Jika diberi pilihan, lebih baik kau menjadi budak.”


Ret melebarkan mataya, terkejut. “Budak?!”


“Hu ...” kata Anggota Unit Justice-man senior seraya menghembuskan asap rokok dari dalam mulutnya, “Dia benar, Nak.”


Ret menundukkan kepalanya saat barada di hadapan pintu gate.


Budak, huh ... Itu terdengar sangat buruk meskipun aku tidak tahu itu artinya apa, demikian pikir Ret, menggelengkan kepalanya.


Dengan langkah yang sangat berat, dia memasuki gate aktif.


“Jika kau ingin menjadi ‘kriminal’, jadilah penjahat yang bermatabat bagi Sistem―Tapi jika kau mau jadi orang baik, jangan setengah-setengah seperti saat ini.”


Suara Anggota Unit Justice-man senior itu menggema di telinga Ret setelah dia memasuki pintu gate yang langsung menghilang di belakangnya.


Dalam satu langkah melewati pintu, Ret sudah berada di Ruang Pengadilan. Belum ada siapa-siapa di Ruangan tersebut.


Ret berdiri di Podium Tersangka berwarna silver metal, dan di hadapannya terdapat podium lainnya berbentuk dan warna sama, tetapi bertuliskan: Penuntut. Banyak panel putih yang melayang di udara dan kursi-kursi penonton serta kursi saksi yang tersusun rapih.

__ADS_1


Kursi memanjang di mana hakim yang muncul dari bawah tanah. Hakim tersebut ialah Robot bermata biru bertubuh silver-metal.


Tiga Robot muncul di kursi hakim tetapi Ret tidak mengetahui sisanya. Dia hanya tahu ada jaksa dan satu pengacara yang bukan membelanya sedang duduk di hadapan ketiga Robot Hakim.


Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya menyewa Robot Pengacara, sial, demikian pikir Ret.


Dia berwajah gelap saat memperhatiakan tidak ada manusia sama sekali di Ruang Pengadilan selain Ret, Bos preman dan anak buah si Bos preman, yang pernah menabrak Ret.


“Bos,” bisik anak buah si Bos preman, ”Apa kita harus mencabut tuntutan saja? Ini aneh! Kenapa orang itu bisa


lolos dari salah satu wilayah berbahaya di Area.5! Kalau dia benar-benar bagian dari mereka, dan kita sampai ketahuan memenjarakannya―”


“Aku pikir tidak seperti itu,” bantah Bos preman itu, menggelengkan kepalanya, “Jika anak itu dipenjara sekarang, bukan salah kita, lah. Orang-orang yang mengajukan keluhan ke pengadilan bisa mendapatkan ‘perlindungan saksi’ dengan hanya membayar 1.000 Kredit ditambah 1.000 ketiga Tritinita Point. Aku akan menggunakan 3 Poin tersebut untuk melindungimu. Jadi, para ‘Mafia’ sekalipun tidak akan bisa tahu siapa yang memenjarakannya.”


Anak buah si Bos preman itu terharu. “B-boss....”


“Kita memang akan mulai dari awal lagi,” kata si Bos preman. “Saat pria ini keluar dari penjara, kita akan melenyapkannya setelah kita menaikkan kriminalitas kita dan menjadi gangster. Dan yang paling penting, kita akan mendapatkan 1000 Right Point jika memenjarakan seseorang―sangat sulit untuk orang-orang yang memilih


karir sebagai kriminal seperti kita untuk mendapatkan Point kebaikan, kau tahu?”


Walaupun mereka berdua berbisik dengan suara pelan, Ret masih bisa mendengar suara mereka dengan jelas.


Sial. 1000 Right Poin?! Itu sangat besar! Aku melihat si Bos preman tadi di Ruang Introgasi, hanya bisa mengumpulkan 1.700 Right Poin lebih selama 40 tahun umurnya, demikian pikir Ret, menggertakan giginya.


Saat Ret berpikir demikian, suara-suara bisikan dari kursi saksi dan si Bos preman dengan anak buahnya menggaduhkan Ruang Pengadilan.


*Tok!!!*


Gema suara ketukan palu metal, membuat semua suara gaduh di Ruang Pengadilan behenti.


Dari langit-langit Ruang Pengadilan, suara pria seperti mekanisme robot memulai pengadilan: Untuk Tersangka dan Penuntut dipersilahkan untuk menyimpan smartphone anda sekalian di atas podium masing-masing ....


***

__ADS_1


__ADS_2