Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-26] Merebut Hak Milik Sampah Plastik Sampai - Sampai Harus Ke Meja Hijau (2/5)


__ADS_3

Anggota Unit Justice-man berseragam kuning menandakan klaster terbawah dari seluruh Unit Keamanan Distrik―Area. Keberadaan mereka bisa dihitung dengan satu tangan di Area.0 maupun Wilayah Penduduk Kelas Bawah lainnya.


Mengapa Anggota Unit Justice-man mencariku!? Apa, pikir Ret, waspada pada kedatangan mereka. mereka sudah mengetahui tentang pengkhianatan Selui?!


Ret menggenggam erat gagang pintu tetapi tanpa membukanya. Dia mulai panik, namun tetap mencoba untuk tenang tanpa menoleh ke belakang.


“Permisi,” kata salah satu Anggota Unit Justice-man berpangkat lebih tinggi padanya, “Apa apa kau: Secret?”


Meski Anggota Unit Justice-man itu mengatakan ‘permisi’ tetapi nada sarkasmenya terdengar jelas oleh Ret.


Ret bertanya balik, “Ya, itu aku, Pak? Ada apa, ya?”


“Bisa ikut kami sebentar?” tanya Anggota Unit Justice-man itu.


Ret menjawab, “O-oke.”


Keluar dari celah kecil yang dibukanya, Ret bersandar di daun pintu seolah sedang menjaga sesuatu yang berharga.


Uh. Aku seperti terciduk sedang memesan ******* ilegal, demikian pikir Ret, mendesah frustasi.


Walaupun Ret bertindak mencurigakan, kedua Anggota Unit Justice-man di hadapannya seperti tidak mempedulikannya.


Tapi aku kira, pikir Ret, aku lebih buruk dari itu, huh―


Dan tiba-tiba, salah satu dari mereka berdua menunjukkan surat elektronik berupa panel biru yang melayang di udara, yang merupakan sebuah surat panggilan pengadilan langsung.


“Kami tidak harus berlaku kasar padamu, kan?” tanya Anggota Unit Justice-man yang berpangkat rendah.


Ret membaca elektronik mail di hadapannya. Dan kemudian dia mengerutkan kening, kebingungan.


“Apa?!” Ret tercengang, heran. “Kenapa aku―”


“’Kenapa Aku’?” cibir salah satu Anggota Unit Justice-man. "Apa kau mau berlaku bodoh, Nak?"


Ret tidak melihat siapa yang berbicara, karena setelah membaca tulisan di panel biru, dia menundukkan kepalanya melihat kaki-kaki kedua Anggota Unit Justice-man.


“Tidak.” Ret menggelengkan kepalanya. “Bukan apa=apa. Kita akan langsung pergi? Ngomong-ngomong.”


Dia tahu bahwa jika kedua Anggota Unit Justice-man di hadapannya mengetahui keberadaan Sei di dalam Ruangan-nya, mereka berdua pasti akan menerobos masuk dan menangkap Ret dan Selui dengan paksa.


“Ya.” Anggota Unit Justice-man mengangguk, dan menunjukkan jalan untuk Ret. “Lewat sini.”


Jadi, Ret memilih untuk bersikap kooperatif dan mencari tahu mengapa dia harus ke meja hijau.


“Oke.” Ret pun mengangguk, lalu mengikuti kedua Anggota Unit Justice-man yang berjalan di samping kiri-kanannya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba, Anggota Unit justice-man berpangkat rendah menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


“Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba berwajah menyeramkan seperti itu?” tanya atasan Anggota Unit Justice-man di samping kanan Ret.


“Bukankah ini aneh―maksudku, Pak. Dia terlihat mencurigakan?” tanya balik Anggota Unit Justice-man di samping kiri Ret.


Kedua Anggota Justice-man itu mengalihkan padangannya kepada Ret.


“Maksudmu?!”


“Dari tadi, anak ini seperti melindungi Ruangan-nya. Bukankah itu sangat aneh?”


Ret sudah tahu pasti akan dicurigai, jadi dia tetap diam dan tanpa menunjukkan ekspresi terkejut sedikit pun.


“Ahh.....” Anggota Unit Justice-man berpangkat lebih tinggi di kanan Ret, menyadari sesuatu. “Kamu masih baru di Unit ini, ya, Nak.”


“Ya, Pak!” jawabnya dengan tegas, “Saya sudah lama lulus Sekolah Keamanan. Tetapi, saya baru masuk Unit Justice-man awal september ini.”


“Un.” Anggota Unit Justice-man lainnya mengangguk ringan. “Jadi kamu diterima di akhir tes?! Bukankah ada 4 kali tes masuk Unit ini selama setahun?”


Ret hanya diam dan mendengarkan informasi yang diperolehnya dengan seksama.


“Saya bekerja sebagai penjaga keamanan di salah satu Gerbang Perbatasan selama 5 tahun dan terus mengikuti ke-4 tes Unit ini yang diadakan setiap tahun. Tapi ....”


“Siap, Pak!!”


“Anak ini paling memesan *******, kau tahu? Pria muda seperti dirinya bisa tinggal di Wilayah Penduduk Kelas Atas, tapi lihat dia ... Malah tinggal di Penginapan gubuk seperti ini, benar, kan?”


“Huh?! *******? Ya. Saya kira memang seperti itu.”


Anggota Unit Justice-man baru itu menatap Ret, dengan tatapan penuh cemoohan.


“Ya, seperi itulah anak muda jaman sekarang,” kata atasan Anggota Unit Justice-man tersebut, menghela napas frustasi, “Jangan sampai menjadi seperti pemuda ini, Nak.”


Uhh. Sudah kuduga mereka akan berkata seperti itu, tapi ... sangat beruntung mereka tidak berpikir aku memesan ******* ilegal. Dan, informasi gratis ke-2 yang kudapatkan hari ini, huh. Keberuntungan seperti ini biasanya harus dibayar dengan sesuatu yang sangat buruk, demikian pikir Ret, menghembuskan napas beratnya.


“Ya!” Anggota Unit Justice-man muda itu menjawabnya dengan tegas, “Pastinya, Pak!”


Mereka semua keluar Bangunan Penginapan dan menuju ke Kantor Unit Justice-man terdekat.


Yah ... Masih untung mereka berdua tidak mendobrak masuk ke Ruangan-ku, pikir Ret. “Jika sampai―”


“Huh? Ada apa?” tanya Anggota Unit Justice-man muda saat mendengar gumaman Ret.


Pemuda itu menatap Ret, dengan tatapan curiga kembali.

__ADS_1


“Tidak. Bukan apa-apa, Pak,” kata Ret, dengan tenang melirik Bangunan yang tak asing dan cukup mencolok baginya, “Apakah kita sudah sampai, Pak?”


“Ya,” jawab salah satu Anggota Unit Justice-man, “Masuk! Kau akan didata dan langsung menuju Ruang Pengadilan.”


Ret melihat Kantor Unit Justice-man yang bisa terbilang kumuh. Dengan kata ‘Justice’ yang tertera di kaca transparan yang mencolok, membedakan dengan Bangunan-bangunan di sekitarnya.


Aku tidak akan ditahan terlebih dulu?! Kukira, aku akan disiksa terlebih dulu, demikian pikir Ret, menghela napas lega.


Mereka semua masuk Bangunan Kantor tersebut, dan menaiki tangga menuju ke suatu Ruangan.


“Kami sudah membawanya, Bos,” kata salah satu Anggota Unit Justice-man di samping kanan Ret, “Dia kooperatif, jadi, jangan terlalu kasar padanya, oke?”


“Oke-oke,” kata Anggota Unit Justice-man senior yang duduk di kursi pemimpin, “Pergilah dari sini, Pria Tua.”


Kemudian, mereka semua masuk ke Ruangan Introgasi, dan Ret dipersilahkan duduk menghadap Anggota Unit Justice-man senior.


Ret mulai gugup, “Jadi ....”


Kedua orang yang membawa Ret, meninggalkannya begitu saja.


“Hu ...?” Anggota Unit Justice-man senior di hadapannya menghembuskan asap rokok tepat ke wajahnya.


Ret menundukkan kepalanya, bersikap serendah mungkin. “Apa kesalahanku, Pak?”


“Berikan saja padaku smartphone-mu. Aku akan memasukkan data dan mencocokan jadwal sidang pengadilan yang akan Sistem tentukan. Sudah untung kau tidak perlu masuk Sel di sini, kan, Nak? Hanya menunggu beberapa jam saja.”


“Beberapa jam?! Tapi aku harus ke ....”


“Hu ...?”


Kembali menghembuskan rokok ke wajah Ret, Anggota Unit Justice-man senior itu membuat ekspresi tidak senang.


“Tidak. Aku akan kooperatif dengan anda, Pak.”


Anggota Unit Justice-man senior itu memasukkan smartphone milik Ret ke suatu kotak dan data-data muncul di panel biru di hadapan mereka berdua. Berbagai data dicocokkan dan waktu hitung mundur beberapa jam, tertera di panel biru.


“Kau tidak membaca surat penangkapan dengan jelas? Kenapa kau membuat ulah di Wilayah Penduduk Kelas Atas―dan kau bermain-main dengan para preman?! Kuberi tahu, ya, Hu ....”


Anggota Unit Justice-man senior itu menghembuskan asap rokok, lalu men-scroll ke atas dan ke bawah panel biru yang melayang di hadapan mereka berdua.


“Preman!?” Ret terkejut, tetapi dia menyadari sesuatu. Mereka sampai-sampai memanggilku ke pengadilan? Tapi ... untuk apa? Banyak kamera pemantau yang memantau kita semua saat itu. Tidak mungkin mereka―


“Iya. Preman-preman itu menuntutmu atas hak milik sebuah ....” Anggota Unit Justice-man senior itu membaca data di panel biru, tetapi dia tiba-tiba memicingkan alisnya. “’Kantong plastik’?!”


***

__ADS_1


__ADS_2