Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-48’] Rat, Cara Benar Menculik Orang Di Era Ini Pasti Lebih Merepotkan!! (3/3)


__ADS_3

5 September, 2313.


Total saldo di rekening World Bank Secret, masih: 0 Kredit.


Nol Kredit di saldo rekining-ku ... memang sangat tidak menyenangkan, huh, demikian pikir Ret. Dia masuk ke Ruang Makan Penginapan dan duduk di kursi meja makan biasanya.


Duduk di paling sudut Ruang Makan sembari menopangkan pipi ke telapak tangannya, dia dengan acuh memperhatikan para penginap lain di sekitarnya. Gelandangan, pengemis, dan beberapa Anggota Unit Justice-man berpangkat menengah di sekitarnya menutup hidung mereka seperti sedang mencium bau sesuatu.


“Kau sangat bau, Rat ...!! Apa kau main di gorong-gorong atau semancamnya, huh? Kau tidak punya kerjaan atau apa.” Pramusaji menyebalkan seperti biasanya mendatangi Ret, namun dengan menutup setengah wajahnya dengan nampan. “Bisakah kau mandi dulu―”


“Ambil saja jatah makan malamku kalau sudah siap,” sahut Ret, dengan nada tinggi tetapi tetap acuh menatap si pramusaji, “Aku akan memakannya di Ruangan-ku lagi, tenang saja.”


“Oke~” Dengan acuh juga si pramusaji meninggalkan Ret begitu saja.


Ret memasuki Ruangan-nya sambil membawa nampan berisi hidangan makan malamnya, yang akan diberikannya pada Sei.


“Oh~” Sei menyambutnya dengan ekspresi terkejut nan menyenangkan di balik masker hitamnya. “Kau cepat juga, Rat. Aku kira kau membutuhkan beberapa hari untuk menemukan smartphone-ku.”


Wanita itu hanya menaikkan kedua alisnya sambil terus tersenyum di balik masker hitamnya. Dia sangat mengharapkan smartphone-nya ditemukan oleh Ret. Dan dia sama sekali tidak mengeluh dengan bau dari tubuh Ret.


“Apa kamu menemukan-nya,” tanya Sei, dengan antusias, “Rat?!”


“Uh.” Ret tidak tahan dengan aura kebahagiaan yang dipancarkan Sei. “.... Nih.”


Setelah Ret memberikan smartphone miliknya, Sei sangat kegirangan dan langsung berbaring menghadap tembok.

__ADS_1


“Sei, ini, makanlah dulu―”


“Simpan saja di sudut tempat tidur―toh mau dingin atau hangat rasanya sama saja.”


“Iya, sih, tapi itu―”


*Ping!*


Smartphone Ret di atas meja tiba-tiba menyala. Dia mendekati meja sambil mengerutkan keningya, curiga.


Apa, pikir Ret, kebingungan. “Ini?!”


Melihat layar smartphone-nya, Ret tambah bingung saat mengakses akun World Bank-nya.


Kenapa kerditku, pikir Ret, kemudian berseru, "Menjadi 10.000 ...?!”


“Aku,” gumam Ret, semakin keheranan, “Kaya?! Kenapa aku, tiba-tiba menjadi kaya seperti ini ...?!”


Getaran tangannya menjalar ketubuhnya tetapi langsung berhenti―dan dia langsung mengalihkan pandangannya ke punggung si ******* pemalas Sei.


“Sei, ini kamu yang―Ah!” Saat Ret akan bertanya, dia menyadari sesuatu. “Aku barung ingat! Sialan, kau, Sei ...!!! Apa-apan makhluk di gorong-gorong itu!?”


“Ng ...?” Sei masih memainkan smartphone-nya. Lalu menolehkan tubuhnya pada Ret.”Itu? Apa? kamu?! Ah! Hahahaha. Aku sudah mengingatkanmu untuk berhati-hati, kan?”


“Sial,” gerutu Ret, duduk di kursi, “Tadi itu sangat menyeramkan―beritahu aku terlebih dulu kalau ada monster-monster seperti itu."

__ADS_1


Sei terus menatap layar smartphone-nya dan hanya mengangguk kecil.


“Ng. Yang penting kamu selamat, kan.”


“Uh. Iya, sih, tapi ....”


Ret terus menggerutu di dalam hatinya saat Sei menjawab perkataannya dengan acuh seperti itu.


Dan tadi itu hanyalah keberuntungan murni, aku bisa selamat, sial. Tapi aku selamat dari kejadian kemarin-kemarin juga, hanya karena keberuntungan semua, huh, demikian pikir Ret. Dia mengingat saat-saatnya menjadi budak walau hanya sebentar.


Setelah Sei memainkan smpartphone-nya, dia membagi dua hidangan makan malam dan memberikan setengahnya ke Ret.


Sei berkata, “Untuk sekarang, kau harus pergi ke si Tua So͝oR terlebih dulu dan beli alat-alat yang kutuliskan ini


darinya. Ah! Berikan padaku semua kertas yang kuberikan padamu―atau jika sudah kau selesaikan, pastikan untuk membakar atau melarutkannya.”


Wanita itu menuliskan daftar alat-alat yang harus dibeli Ret di si Informan So͝oR, seperti menulis daftar belanjaan.


Namun, saat Ret memperhatikan Sei menulis, dia sama sekali tidak bisa membaca tulisannya sama sekali.


“Tidak hanya gambarmu saja yang jelek, Sei, tulisanmu juga―”


Sei menatap tajam Ret.


“Ha ...?”

__ADS_1


***


__ADS_2