Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-4] Penyebab Kedamaian Dunia (2/2)


__ADS_3

Ret menaiki anak tangga kayu, menuju ke lantai 2 Penginapan. Di akhir anak tangga tersebut dan di hadapannya terdapat sebuah pintu kayu yang merupakan pintu Ruangan-nya.


Duduk di kursi kayu di dalam Ruangan sederhananya, Ret membaca sebuah buku besar di tengah meja yang berjudul:


Akal Sehat Dunia


“Untung aku sudah membeli buku ini,” desah Ret, lega. “Walaupun buku besar seperti ini sulit didapat dan sangat mahal.”


Ret membeli buku aneh itu karena dia tahu, bahwa tidak semua .Wix jabarkan tentang ‘Akal Sehat Dunia’ pada Era Hiburan, atau tentang Sistem Dunia-nya sendiri pun ia tidak menjabarkannya. Ditambah tentang sejarah Bumi terdahulu yang tertulis di buku besar itu, membuatnya sangat penasaran.


Terminal Mobile .Wix terdapat berbagai portal seperti: World Bank, World Society, World Mail dan sebagainya. Tiga portal itu merupakan portal utama, dan masuk ketiga portal utama tersebut gratis. Sedangkan portal lainnya harus membayar Kredit perhari.


Seperti portal Terminal Mobile World School yang dikatakan si pengemis, huh. Ini, pikir Ret, mengakses portal Terminal World School di smartphone-nya, 100 Kredit, uh .... Nanti saja, lah.


Menyimpan smartphone-nya, dia lanjut membaca tentang Sistem Dunia yang tertulis di buku, “Beberapa mengatakan ia adalah Konspirasi Bumi, Alien, atau Hantu. Ada juga yang berkata bahwa Sistem Dunia adalah, Anak Tuhan.”


Tuhan, huh, demikian pikirnya.


Menggelengkan kepala dan tidak memikirkan lebih jauh tentangNya, Ret membalik halaman berikutnya dari buku besar itu dan terus membaca.


Setelah melakukan rutinitas harian dan mencapai semua target yang telah dia tetapkan, Ret akan bersiap untuk pergi ke Area.3 yang merupakan wilayah penduduk kelas menengah.


Namun, saat menutup buku, dia melihat jam di smartphone-nya menunjukkan pukul 11.50.43.


Sungguh tak kerasa sudah jam segini lagi, huh, pikirnya.


Kemudian saat akan berdiri, Ret merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


“Seperti biasa, uh,” gumamnya, mencengram bahu. “Setelah lari pasti akan terasa sakit seperti ini.”


Mengabaikan rasa sakit pada tubuhnya, dia berjalan tertatih-tatih keluar dan menuruni anak tangga kayu ke Ruang Makan.


“Seperti biasa, Rat?” tanya si pramusaji dengan senyum menyebalkannya.


“Ya,” jawabnya singkat, sambil memainkan smartphone-nya dan mengakses portal Terminal Mobile World Mail.


Dia membaca informasi yang telah dia beli.

__ADS_1


Ini benar-benar hanya informasi dasar, demikian pikir Ret.


Pramusaji itu kemudian membawa makanan yang sama, dan menghidangkannya di meja makan Ret.


“Tidak ada yang bisa aku gunakan,” desah pasrah Ret, menyimpan smartphone-nya. “Huh ....”


Saat si pramusaji pergi dan masuk ke bagian dapur, Televisi yang sangat lebar tertempel di dinding sudut Ruang Makan, tiba-tiba menyala tepat pada pukul 12.00.03. Semua orang di Ruang Makan melihat layar lebar Televisi Besar itu sembari menikmati hidangan yang telah mereka pesan.


Termasuk Ret yang menoleh ke belakang, dan mengerutkan kening saat menonton berita yang sama di koran pagi tadi.


{Salah satu Komandan ******* terindentifikasi berada di Wilayah Penduduk Kelas Bawah. Army-man dan Justice-man dikerahkan untuk menangkap mereka yang telah meledakkan Distrik.5―Area.8 yang merupakan ....}


Suara seorang wanita pembaca berita, terdengar oleh semua orang di Ruang Makan. Dan video luluh-lantahnya berbagai Bangunan dan Gedung di Area.8 terlihat oleh Ret dan semua orang di layar lebar Televisi.


Lalu, obrolan orang-orang di Ruang Makan terdengar oleh Ret.


“Para idiot itu selalu berhasil lolos. Apa yang dilakukan oleh Sistem Dunia sih?”


“Kau tahu, mereka itu sangat licin seperti lintah. Markas dan pemimpin para idiot itu pun tidak ada yang tahu.”


“Iya. Aku tahu itu, biasanya seorang pengemis atau gangster yang menjadi ‘Informan’ itu. Aku tak habis pikir Army-man dan Justice-man masih tidak menemukan mereka.”


“Mmm.....” Seseorang mengangguk dan berkata, “Pengemis-pengemis yang melakukan hal itu pasti pengemis ilegal. Lisensi mereka pasti akan ditarik jika diketahui oleh Sistem Dunia.”


Saat mendengar percakapan orang-orang disekitarnya, bahu Ret sedikit bergetar. Namun, dia tetap tenang dan terus memakan hidangan yang telah dia pesan. Bukan berarti aku ingin menjadi seperti mereka, pikirnya, menatap layar lebar Televisi. “Aku tahu Sistem Dunia telah merubah tatanan hidup semua orang di muka Bumi ini, dan ....”


Walaupun seluruh aturan Sistem Dunia telah diterapkan ratusan tahun, pasti masih ada orang-orang yang menentang-nya, dan mereka yang menjadi memberontak biasa disebut: ‘orang-orang idiot’. Mereka terus menentang tatanan serta kasta yang telah ditentukan oleh Sistem Dunia selama ratusan tahun. Dan dari 1 miliar penduduk Bumi yang masih tersisa pada Era Hiburan ini, 1% dari mereka terus menentang Sistem Dunia.


“.... Yang berarti, lebih dari puluhan juta manusia idiot akan selalu mengacaukan Kedamaian Dunia, huh,” gumam Ret, menggelengkan kepalanya. Aku bersumpah tidak akan pernah menjadi seperti mereka, pikirnya sambil memakan roti dan menatap layar lebar Televisi. Melakukan kejahatan seperti para idiot itu adalah tindakan yang bodoh.


Setelah dia menghabiskan makanan, dia menuju ke ruang pembayaran Penginapan di bagian resepsionis.


Hanya ada seorang pria muda ber-rambut ikal yang sedang duduk di kursi dan menatap layar komputer tabung putih.


“Ou, Rat,” sapa pria muda ber-rambut ikal, meliriknya sambil mengeluarkan sebuah kotak hitam berlubang persegi panjang. “Membayar ruangan untuk 10 hari, seperti biasa?”


“Ya,” jawab Ret sambil memasukkan smartphone-nya ke lubang kotak hitam itu. Lubang yang sangat pas untuk smartpohne-nya dan langsung berkedip dengan cahaya biru, menandakan saldo Kredit yang dimilikinya telah berkurang.

__ADS_1


Ret menarik smartphone-nya dan bertanya, “Apa tidak ada hal yang menarik lagi?”


“Untuk sekarang tidak ada, sih.” Pria muda ber-rambut ikal itu menengokkan kepalanya, berkata, “Paling itu, Mmm..... Oh, ya, di Kombini 22 Distrik.4―Area.3 ada kemungkinan Prangko jenis baru akan muncul.”


“Itu terlalu jauh,” gumam Ret, mengerutkan kening.


Dia melihat smartphone-nya dan membuka portal Terminal Mobile World Bank, dan saldo rekeningnya bekurang menjadi 506 Kredit. Sambil mengangguk ringan, dia bertanya, “Apa tidak ada di sekitar Distrik.2 lagi?”


“Tidak ada,” kata si pria muda ber-rambut ikal, “Sepertinya.”


“Huh,” desah Ret, pasrah berbalik, “Terimakasih, kalau begitu.”


Pria muda ber-rambut ikal itu menjawab, “Ou,” dan kembali fokus ke monitor tabung komputernya.


Ret selalu membayar Ruangan Penginapan sekitar 10 hari sekali, karena setiap Penginapan di Area mana pun selalu penuh. Dan jika ada sesuatu pada Bangunan Penginapan maupun penginapnya akan pindah, sisa Kredit tentu saja tidak bisa ditarik kembali.


Saat dia berjalan melewati Ruang Makan, Televisi sudah dimatikan pada pukul: 12.30.04 siang hari.


Ret kembali ke Ruangan-nya dan lanjut membaca buku.


Dia membaca suatu hal yang membuat dia gugup, meskipun kejadian saat dia sakit itu bulan lalu.


Sistem Dunia memberikan Kredit untuk seluruh kelas penduduk, tetapi dengan jumlah yang tergantung pada tingginya kelas penduduk.


Ret yang merupakan penduduk kelas bawah menerima 300 Kredit perbulan. Dia pernah sakit beberapa bulan yang lalu, jadi sebelumnya dia mewanti-wanti apakah ada pemotongan Kredit pada bulan ini.


Karena kesehatan merupakan hal utama supaya penduduk diberi 300 Kredit oleh Sistem Dunia. Jika sakit ringan minus 100 Kredit akan ditetapkan untuk klaster penduduk mana pun.


“Selama 6 bulan kemarin,” gumamnya, menggelengkan kepala, “aku terus mendapatkan minus 100 Kredit. Jika dipikir-pikir, sakit itu ....”


Adalah hal yang lumrah untuk penduduk kelas menengah ke bawah, atau penduduk seperti Ret untuk sakit. Namun, untuk orang yang tinggal di Wilayah Penduduk Kelas Atas serta di atasnya? Tentu mereka sakit oleh hal-hal aneh yang tidak dimengerti olehnya, selaku manusia normal.


“Huuuhh,” desah Ret, meregangkan tubuhnya. “Aku baru baca sampai sini, dan ....”


Tak terasa olehnya waktu telah berlalu cukup lama, dan malam hari pun telah tiba.


***

__ADS_1


__ADS_2