Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-31] Terkadang, Satu Kebaikan Tanpa Sadar Dibalas Oleh-Nya Dengan Rentetan Kebaikan (2/12)


__ADS_3

“Ia berkata ’Semoga bisa selamat’, huh,” gumam Ret. “Berarti aku benar-benar ditipu Anggota Unit Justice-man senior itu. Sial!!”


Tali besi elastis pada kalung budak yang melambai di belakang Ret, tiba-tiba masuk ke besi yang menempel erat di leher Ret dan menghilang begitu saja, seperti meteran sonding.


Apa bedanya tempat ini dengan penjara?! Aku pikir ini masih sama dengan jeruji besi di penjara-penjara yang pernah aku lihat di Televisi atau Koran, demikian pikir Ret. Dia melihat dengan seksama pintu jeruji besi cukup jauh di depannya secara terbalik.


Ret sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dengan leher sampingnya meyentuh lantai dan tubuhnya tidak beraturan menempel di dinding Sel.


Sel besi yang cukup besar dengan hanya ada tempat tidur single dan satu pintu kayu tua yang masih bisa dilihat Ret―satu Ruangan berbeda di dalam Sel berada tepat di sampingnya.


“Apa aku memliki teman―”


Seorang pria membuka pintu tersebut, dan tercengang saat melihat Ret yang sedang bersandar dengan posisi menakjubkan di dinding di samping tempat tidurnya.


“Ng? Kau kenapa?” tanya si pria.


Ret menjawab, “Uhh. Entahlah. Aku juga tidak tahu, aku sedang apa.”


“Ah! Nomong-ngomong, namaku Nok,” kata si pria, langsung memperkenalkan diri sambil berjalan ke arah tempat tidurnya. “Panggil saja aku: Nok.”


“Aku Ret.” Pria muda itu mencoba memperkenalkan dirinya juga. “Kamu bisa memanggilku: Ra―”


“Ah ...!!” Nok memotong perkataan Ret, sambil mengangguk ringan dan berkata dengan aksen aneh yang bisa diartikan sebagai ‘tikus besar’, “Rat ... Nama yang bagus untuk seorang Infroman?”


Nok menatap tajam Ret yang masih bersandar di dinding Sel dengan posisi yang menakjubkan.


“Cih. Ayolah,” decak Ret, kesal. “Aku selalu dipanggil seperti itu, huh, padahal aku hanya penduduk biasa.”


“Hahaha. Kau menjadi budak bukan karena menjual informasi?! Padahal namamu sudah cocok untuk menjadi tikus-tikus itu―mereka ‘tikus besar’, bukan?” tanya Nok, dengan nada mencibir, “Bukan tikus-tikus menjijikan seperti koruptor di setiap Partai.”


“Ya.” Ret mencoba mengangguk tetapi tidak bisa. “Itulah sebabnya aku tidak suka dipanggil seperti itu.”


Nok mengangguk setuju dengan perkataan Ret.


Karena nama sudah diatur olehNya dari lahir. “Jika ingin mengganti nama, kau bisa membayar 10.000 Kredit ke Sistem Dunia. Kupikir lebih baik kau dibully sedikit, daripada menjadi budak seumur hidup dengan nama sepertimu, Rat.”


Nok menyeringai lebar padanya setelah menyarankan Ret untuk mengganti namanya.


“10.000!?” Ret tercangang. “Apa itu?! Aku baru dengar tentang itu. Ternyata kita bisa mengganti nama ...?”


“Jadi,” tukas Nok, kembali serius. “Boleh aku tahu kenapa kamu menjadi budak, Rat?”


Nok berjongkok tepat di hadapan tubuh Ret yang masih tidak bisa bergerak.

__ADS_1


“Aku sepertinya dijebak.”


“Apa maksudmu dengan ‘sepertinya’!?”


Memicingkan alisnya, Nok tidak mengerti dengan perkataan Ret. Pria itu menjadi sangat curiga padanya.


Namun, Ret menjelaskan tentang Anggota Unit Justice-man senior yang berkata padanya untuk menjadi budak sebelum memasuki Ruang Pengadilan.


“Begitulah,” desah Ret, frustasi, “Aku sangat mempercayainya karena dia adalah Anggota Unit Justice-man.”


“Yah ...” Nok menghembuskan napas kecilnya. “Secara garis besar, Anggota Unit Justice-man senior itu tidak salah.”


“Tidak salah?!” tanya Ret, tercengang, “Kenapa seperti itu?”


Nok tidak langsung menjawab, tetapi hanya menaikkan alisnya saat mendengar Ret bertanya seperti itu.


“Jika kamu masuk penjara, kamu akan mendapatkan catatan kriminal―dan itu adalah hal yang paling merepotkan! Kau tahu,” gerutu Nok, mengerucutkan bibirnya.


Pria itu kembali duduk di tempat tidurnya di samping Ret.


“Catatan kriminal?!” sahut Ret. “Aku hanya pernah mendengar itu?”


“Ya. Aku tahu karena,” kata Nok, dengan nada melankolis, “Aku adalah residipis dari Sel.41 di Pusat Negara. Aku pernah mendapatkan beberapa catatan kriminal, sial, mengingatnya membuatku merinding―bagaimana aku masih bisa bertahan sampai saat ini, huh.”


Dan tiba-tiba dia melebarkan matanya, menyadari sesuatu.


“Uh-huh ... Seperti yang kau pikirkan, Rat.” Nok mengangguk ringan sambil melirik tajam Ret di samping bawahnya. “Aku baru saja keluar dari penjara dan tinggal di sana itu beberapa tahun.”


Ret teridam setelah mendapatkan lirikan tajam Nok.


Uh. Aku tidak tahu dia bagian dari kriminalitas, sial, dan kenapa juga pria ini sangat supel seperti itu?! Aku jadinya terlalu terbawa suasana, huh, sial, demikian pikir Ret. Dia terus menggerutu di dalam hatinya.


“Aku memilih dipenjara karena orang-orang di sekitarku berkata,” Nok berkata sambil menggelengkan kepalanya seperti mengingat sesuatu, “bahwa menjadi budak sama saja dengan dihukum mati. Tapi―”


“Uh. Aku pernah mendengar itu ...! Nok, apa kamu,” tanya Ret, mulai gugup, “salah satu kelompok preman?”


“Ahahaha....” Nok tertawa terbahak-bahak, setelah mendengar estimasi Ret tentang dirinya. “Apa aku terlihat serendah itu di matamu, Rat?”


Ret ingin menggeleng dengan tegas tetapi tidak bisa.


“Tidak. Bukan seperti itu! Itu―i-itu, maksudku ...” bantahnya, dengan gugup dan mulai berkeringat dingin.


Nok berkata, “Tidak apa ... Aku mengerti, kok―oh, ya, ngomong-ngomong berapa lama kau akan menjadi budak?”

__ADS_1


“I-itu ....” kata Ret, tambah gugup walaupun sudah membantah perkataannya sendiri.


Nok terdiam sejenak saat melihat Ret masih gugup. “Aku bilang tidak apa. Santai saja bersamaku di sini―Toh kita sama-sama budak yang akan dibeli seseorang.”


Pria itu menaikkan alisnya sambil menatap Ret, dengan tatapan santai.


“O-oke.” Ret menggangguk kuat walaupun terlihat diam. “Aku, sedikit malu mengatakannya, sih, tapi aku menjadi budak sekitar 10 Tahun, kira-kira.”


Nok terdiam setelah mendengar Ret berkata seperti itu. Pria itu berpikir bahwa dia salah dengar, dan tiba-tiba dia tersenyum kecut.


Sudut bibir Nok bergetar dan memastikan kembali perkataan Ret, “Berapa lama?”


“10 tahun, aku bilang,” tegas Ret.


Nok terdiam kembali setelah mendengar kepastian jawaban Ret.


“Kau bodoh, Rat?!! Aku saja menjadi budak tidak lebih dari 7 hari! Satu mingguku akan menjadi di neraka dan kau―”


“Uh. Aku juga sama sekali tidak mengira akan menjadi seperti ini,” desah Ret, frustasi.


Nok mencoba untuk tenang dengan menghembuskan napas beratnya.


“Yah. Semoga saja ada kakak-kakak cantik baik hati yang membelimu, jadi 10 tahun kau menjadi budak tidak akan terlalu menderita. Masih lebih baik dari mendapatkan catatan kriminal di usiamu saat ini. Tapi, hal seperti itu


hanyalah mimpi. Hahaha.....”


Nok tertawa terbahak-bahak, dan mulai mengasihani Ret.


“Memang seberat itu, ya?” tanya Ret pada Nok, dengan nada santai, “Memiliki catatan kriminal?”


“Catatan kriminal, huh,” desah Nok, menggelengkan kepala. “Ya. Aku kira kamu beruntung. Mungkin? Menjadi budak kurang dari 10 tahun, daripada dipenjara 100 Tahun―meski kamu bisa keluar kalau kamu punya potensi, sih.”


Nok menatap tajam Ret, seolah dia mengetahui semua hal tentangnya hanya dengan beberapa kali percakapan.


Uh. Apa aku terlihat begitu cacat di matanya, ya? Sial, demikian pikir Ret, mendesah frustasi.


Nok terdiam sejenak selagi Ret berpikir demikian, lalu dia mulai berkata, “Untuk menghilangkan 1 catatan kriminal-mu yang teringan, kamu harus membayar 1.000 Kredit ditambah 1.000 Right Point, kau tahu?”


“Itu .... Kenapa kita tidak biarkan saja catatan kriminal-nya? Tidak usah dihilangkan, maksudku.”


“Hahaha..... Dulu saat aku seumuranmu juga berpikir seperti itu ...!!” Setelah dia tertawa, Nok menggelengkan kepalanya, lalu mendesah frustasi. “.... Tapi nyatanya tidak semudah itu, Rat, banyak kerugian yang kita dapatkan jika―”


Saat Nok akan lanjut menjelaskan tentang catatan kriminal, suara langkah kaki seseorang terdengar oleh mereka berdua sedang mendekati Sel Jeruji Besi mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2