Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-28’] Merebut Hak Milik Sampah Plastik Sampai - Sampai Harus Ke Meja Hijau (4/5)


__ADS_3

2 September, 2313.


Total saldo rekening di World Bank Secret: 440 Kredit.


Ret menyimpan smartphone-nya di podium sesuai dengan instruksi suara mekanisme pria sistem yang menggema di Ruang Pengadilan.


Kedua smartphone di podium yang saling bersebrangan tiba-tiba melayang di udara secara perlahan. Kemudian, kedua smartphone tersebut megeluarkan berbagai data pribadi kedua belah pihak, yang tertera di panel putih.


Data pribadi umum dan berupa: Profil dasar kedua belah pihak, Jumlah Kredit, Right Point, Middle Point dan Left Point mereka masing-masing. Lalu, salah satu Robot mulai berdiri dan membuka mulutnya:


{Pengadilan akan dimulai. Hadirin mohon untuk tidak gaduh dan mengintrupsi ia yang sedang berbicara. Jika Tersangka atau Penuntut ingin membantah atau mengintrupsi lawan biacara, harap tekan tombol di atas podium dan menunggu Yang Mulia Hakim mempersilahkan Anda sekalian untuk berbicara....}


Para preman itu melihat jumlah Trinitas Poin yang dimiliki Ret, tiba-tiba mengerutkan kening mereka. Dan Robot di sudut meja hakim terus menjelaskan peraturan yang tidak dimengerti oleh Ret.


“Hei, Bos!,” tanya anak buah si Bos preman, terkejut setelah melihat perbedaan Trinitas Point yang tertera di panel putih transparan di hadapannya, “Bocah itu sungguh bodoh! Kita akan menang dengan cepat kalau seperti ini. Apa dia benar-benar bagian dari para ‘Mafia’ itu?!”


“Kita tidak tahu,” sahut Bos preman sedang berjalan menuju kursi saksi, “Untuk sekarang, jangan ceroboh dan habisi saja anak itu!”


“Siap, Bos!” seru anak buah si Bos preman, mengalihkan pandangan penuh cibirannya kepada Ret, “Aku tidak tahu siapa kamu, bocah. Tapi ... Dengan beraninya menentang kami hanya dengan 0 Left Poin? Kau sudah berakhir, sialan!!”


Menyertai seuran cibiran anak buah si Bos preman di Podium Penuntut, suara salah satu Robot yang mengakhiri pembukaan sidang dengan:

__ADS_1


{.... Keputusan kami para Hakim, tidak dapat diganggu gugat. Dan tentu, semua jenis Point dan Kredit berlaku untuk ia semua yang berada di Ruang Pengadilan tidak terkecuali untuk Yang Mulia Hakim.}


Setelah Robot itu menundukkan tubuh robotnya kepada Robot Yang Mulia Hakim yang duduk di tengah-tengah meja panjang di sampingnya, ia duduk kembali.


Bos preman itu menuju ke kursi saksi setelah Robot menyelesaikan perkataannya.


“Bos!” kata salah satu anak buahnya di kursi saksi, “Apa pria itu tidak akan menggunakan trik di lengan bajunya?”


Anak-anak buah si Bos preman lain menimpalinya.


“Ya, Bos! Mungkin saja dia memliliki jalan lain untuk menang. Dia bahkan bisa lolos saat aku mau menangkapnya. Tidak mungkin dia itu orang biasa-biasa saja!”


“Ya, Ya! Dia bahkan masih hidup setelah menginjakkan kakinya di Wilayah Terlarang Area.5 ...! Pria ini sungguh aneh, pastinya.”


“Aku pikir tidak.” Bos preman-preman itu menggelengkan kepala. “Ini akan berakhir cepat, tenang saja. Tidak apa-apa kita menghabiskan 1000 Kredit dan 1000 Right Poin untuk 100% kemenangan. Mungkin kita bisa mendapatkan lebih darinya?”


“Aku pikir tidak, Bos!” bantah salah satu anak buah si Bos preman, “Lihat itu! Dia hanya mempunyai 440 Kredit.”


Data terbaru Ret langsung ditampilkan di panel putih di hadapan kursi para saksi setelah Robot Yang Mulia Hakim sedang melihatnya.


“Uh,” desah si Bos preman, menggelengkan kepalanya. “Mungkin kita akan rugi sedikit. Tidak. Balik modal sudah untung, karena kita sekarang menargetkan 1000 Right Poin, bukan? Yang terpenting kita mendapatkan Prangko miliknya dan memasukkan dia ke penjara.”

__ADS_1


Mengangguk serentak, semua anak buah si Bos preman terkagum-kagum pada Bos mereka.


“Ya! Aku pikir Bos benar!”


“Right Point memeang sulit untuk kita dapatkan setelah menjadi preman di Wilayah Penduduk Kelas Atas.”


“Seperti yang diharapkan darimu, Bos!”


Kemudian, saat suara Robot Yang Mulia Hakim terdengar: {Sidang saya mulai ....}, tidak ada satu pun yang berbicara maupun bergerak. Mereka semua terdiam dan memperhatikan kelanjutan sidang.


{.... Kasus pelanggaran Peraturan Dunia yang telah ditetapkan oleh Yang Esa Sistem. Kepada selaku Jaksa Penuntut, saya persilahkan untuk berbicara.}


Hanya ada satu Robot Kuasa Hukum yang dimaksud Yang Mulia Hakim Robot. Dan ia berdiri sambil berkata, “Saya ijin memutar video, yang telah saya serahkan ke Jaksa, Yang Mulia.”


Lalu, setelah Robot Yang Mulia Hakim mengangguk, Robot Jaksa memutar suatu Video dan ditampilkannya di panel putih yang terlihat oleh semua yang ada di Ruang Pengadilan.


Video dari kamera pemantau dan CCTV diputar di panel biru di tengah-tengah Ruang Pengadilan, yang menampilkan Ret sedang berlari dengan panik dan keluar dari suatu Super Kombini.


Apa, pikir Ret, melebarkan mata hitamnya dan langsung terdiam, itu ....


Selagi Ret berpikir seperti itu, salah satu Robot Jaksa berdiri dan berjalan ke tengah-tengah Ruang Pengadilan, dan ia menembus panel biru transparan di hadapan mereka semua.

__ADS_1


***


__ADS_2