![Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/secret---war-of-k-m-dgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Mereka bertiga sudah sampai di luar gang dan menuju ke tempat yang tertera di Surat Rekomendasi Herbalish.
“Siapa namamu, ngomong-ngomong?“ tanya Ret ke si pria berkacamata bulat yang masih berjalan bersamanya.
Pria berkacamata bulat itu berhenti berjalan saat Rom di depannya berhenti, dan berkata, “Namaku: Ate ....”
Rom yang berjalan di depan Ret dan Ate pun menoleh ke belakang.
“Jadi,” katanya pada Ate, “kamu tidak perlu ke Toko Herbal, yeah, Ate?!’
Rom mengatakan nama si pria berkacamata bulat dengan aksen bahasa inggris kacau namun masih berarti ‘makan’.
“Kalau kamu mau ikut dengan kami ... Melihat-lihat Toko Herbal, aku tidak apa.”
Ate menundukkan kepalanya dan tersenyum canggung.
“Tidak,” tolak Ate, menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mau mengganggu kalian―”
“Iuh. Itu disgusting, Ate! Bukan berarti aku pacaran dengan pria bodoh ini atau apa.”
“P-pacaran, apa?! Maaf, Rom, aku masih menyukai wanita. Maaf.”
Rom menolehkan tubuhnya sambil menatap Ret, dengan tatapan jijik.
“Why you, shit, Rat ...!?? Kenapa,” seru Rom, menunjukkan ekspresi tidak puas, “Kenapa kau meminta maaf seperti itu, fucking shit! I’m normal too, **** you, Rat!!”
Mereka semua terdiam sejenak. Lalu tertawa terbahak-bahak bersama.
“Ahahaha....”
Setelah puas tertawa terbahak-bahak dan berbincang ria, Ate pun berpamitan ke Ret dan Rom.
Pria berkacamata bulat itu berpisah dengan mereka berdua dan berjalan menuju arah berbeda. Tidak ada yang tahu bahwa kelak nanti dia akan menjadi sahabat sehidup-semati mereka berdua pada saat Era Perang dimulai.
“Sangat jarang ada orang yang bisa diajak ngobrol seperti itu pada Era Hiburan ini,” kata Rom, menatap punggung Ate, “Well. Except PSK, sih.”
“PSK?!” tanya Ret, kebingungan, “Apa itu?”
“Kedua wanita tadi,” jawab Rom, mengerucutkan bibirnya, “Pekerja Sex Komersial, like a normal *****?”
Uh. Aku baru tahu, pikir Ret. “Tentang itu, kau tidak perlu untuk menyebutkannya, Rom.”
Mereka berdua melewati jalan besar Area.3 dan melihat toko-toko cukup mewah berjejer cukup rapih di pinggir jalan.
Berhenti di hadapan Toko Sederhana, Ret dan Rom saling memandang lalu memasukinya. Karena Toko yang dimasuki mereka berdua terlalu sederhana, tidak ada yang menyadari bahwa ia adalah jalan menuju Toko Herbalish.
“Selamat datang di Toko Sederhana kami. Ada yang bisa saya bantu?”
Satu orang Penjaga Toko sedang berdiri di hadapan mereka berdua. Penjaga Toko itu berada di dalam wilayah dalam toko di sebrang meja teller panjang pembatas area luar dan dalam Toko tersebut.
Rom langsung menyodorkan dua Surat Rekomendasi Herbalish tanpa mengatakan satu patah kata pun. Dan kemudian, Penjaga Toko itu langsung memeriksa Surat tersebut dengan seksama.
Ketiga orang di dalam Toko Sederhana menjadi sangat serius dan mencekam. Mereka semua seperti sedang bertransaksi narkoba.
“Ikuti saya!”
Rom dan Ret saling memandang, dan menganggukan kepalanya serempak.
Penjaga Toko itu keluar dari wilayah dalam Toko lalu menuntun Ret dan Rom menuju ke Toilet Toko tersebut.
Kenapa semua jalur ilegal selalu memanfaatkan dinding Toilet seperti itu, huh, demikian pikir Ret. Dia sudah
mengetahui jalur aneh yang akan dilaluinya setelah si Penjaga Toko memasuki Toilet Umum.
Namun berbeda dengan saat Ret kembali ke Bangunan Penginapan-nya, anak tangga di hadapannya turun ke bawah tanah.
Ret dan Rom masuk ke Ruang Bawah Tanah kembali, tetapi bukan Ruangan yang menunggunya melainkan suatu lorong tersembunyi.
__ADS_1
“Jangan sentuh atau mengutil apapun di Gudang ini. Atau hukuman yang anda sekalian dapat bukan hanya penjara.”
Ini, Gudang?! Aku biasa menyebut, pikir Ret. “Ini lorong.”
Rom mengangguk setuju. “Yeah. Ini lorong, Sir.”
“Oh ... Anda sekalian baru ke Distrik tersembunyi, ya?” Penjaga Toko itu menolehkan kepalanya ke belakang. “Ikuti saja saya, kalau begitu.”
Kemudian, Rom dan Ret saling memandang kembali, lalu mengangguk bingung serempak.
“Itu wajar, sih, karena Toko Herbalis hanya ada di Wilayah Penduduk Kelas Atas serta klaster Wilayah Kependudukkan di atasnya, dan hanya yang ber-klaster kependudukkan atas yang bisa membeli di Toko Herbalish secara legal,” jelas si Penjaga Toko, dan memberikan sebuah kotak berangka: 32 ke Rom, “Nanti anda bisa mencari Toko yang telah direkomendasikan Informan dengan nomor itu.”
Rom menerima kotak kecil seukuran telapak tangannya dengan canggung. Lalu, di balik tubuh si Penjaga Toko terlihat cahaya matahari terang walau waktu menunjukkan pukul 02.32.45 dini hari.
“M-matahari?!” seru Ret, menengokkan kepalanya ke samping.
Rom hanya menggelengkan kepala sambil mengangkat bahunya, dengan ekspresi tidak tahu.
“Yah. Selamat menikmati Distrik bagian Perbelanjaan Rahasia.”
Penjaga Toko itu berbalik dan sama sekali tidak menyentuhkan tubuhnya ke cahaya mentari yang sedikit masuk ke dalam lorong.
“Ah!” Tiba-tiba, si Penjaga Toko menolehkan tubuhnya ke Ret dan Rom, dan memperingati mereka berdua, “Aku
memperingati anda sekalian untuk tidak membuat ulah jika ada konglomerat datang ke Distrik ini.”
Ret dan Rom menghembuskan napas berat mereka serempak.
“Uhh!”
“Guh!!”
Mereka berdua pun berjalan menyusuri Distrik Rahasia dan mencari Toko yang telah direkomendasikan.
Ret tahu dari bahwa beberapa toko di sampingnya juga Toko Herbalish. Tertulis jelas dari papan toko dan pamflet
Pada Era Hiburan, otak manusia bisa berevolusi di umur 14 sampai 18 tahun, yang normalnya otak manusia berevolusi pada umur 18 sampai 23 tahun. Dan dengan meminum liquid dan suplemen yang dijual di Toko Herbalish itu, manusia bisa tahan terhadap penyakit normal maupun sedang, dan tentu saja untuk memperkuat tubuh.
“Maybe,” kata Rom, mencocokkan kotak nomber dipegangnya, “Toko ini?!”
“Aku pikir, memang ini.” Ret mengangguk ringan dan memasuki Toko. “Ayo masuk, Rom.”
Bangunan Toko yang sederhana dan interiornya pun sangat sederhana, berebeda dengan berbagai Bangunan Toko yang dilalui mereka berdua.
“Halo~Ada yang bisa oe bantu?!”
Wanita Penjaga Toko Herbalish menyambut Ret dan Rom, sambil sedikit mencondongkan tubuh yang menakjubkannya ke depan.
“Kami ingin obat herbal biasa,” kata Ret, sedikit meneguk ludahnya saat melihat Wanita Penjaga Toko mengenakan qing pao merah.
“Ouh ... Kalo begitu kalian bisa ikut oe!"
Wanita Penjaga Toko Herbalish itu menggunakan aksen aneh yang tidak diketahui Ret dan Rom. Dia membawa mereka berdua ke hadapan etalase yang terdapat berbagai Kotak Persegi seperti Kotak P3K, namun ia memiliki berbagai warna.
Rom memasukkan smartphone-nya ke kotak pembayaran seperti biasa, lalu membuka Kotak Persegi yang telah dipilihnya. Dia langsung menggelengkan kepala sambil mengerucutkan bibirnya, saat melihat di dalam Kotak Persegi terdapat angpau berisi gambar herbal yang tak diinginkannya. Dan kemudian, Rom terus mencoba mencari obat herbal yang diinginkannya.
Ini pasti sangat menguras banyak Kredit, pikir Ret, memasukkan smartphone-nya ke lubang alat pembayaran, “Seperti coklat Choco Marble, huh.”
Namun dengan sekali percobaan, Ret langsung mendapatkan: Herbal Salep Untuk Luka Berat, di dalam Kotak Persegi Hijau yang telah dia pilih.
Wow!!! Ini keberuntungan yang sangat menakutkan, huh, demikian pikir Ret, melebarkan kedua mata hitamnya. Dia untuk pertama kalinya sangat beruntung hingga merasa takut pada dirinya sendiri.
¤¤¤
Sambil tersenyum-senyum cerah nan membahagiakan, Ret kembali ke Ruangan Penginapan-nya membawa makanan mewah yang telah dia beli di Restoran bersama Rom.
Mereka berdua berpisah dan saling bertukar kontak―dengan Wanita Penjaga Toko Herbal, tentu saja.
__ADS_1
“Aku kembali―”
Ret melihat penyembuhan wanita di Ruang Penginapan-nya tidak membaik. Wanita itu sedang mendonggkakkan kepalanya ke sisi luar kasurnya dengan kesakitan.
“Uh,” desah Ret.
Pria muda itu menyimpan nampan serta Kotak Persegi Hijau seraya meringis kesakitan saat melihat wajah Sei mulai memucat.
“Apa kamu mendapatkannya, Rat?” tanya Sei, membetulkan posisi tidurnya, “Obat Herbal, maksudku.”
Sei duduk di tengah kasur sambil meringis dan mengigil seperti sedang deman.
"Aku mendapatkannya," jawab Ret, mengeluarkan Herbal Salep Untuk Luka Berat dari Kotak Persegi Hijau.
“Kau bisa menolongku mengoleskannya di punggung, Rat?” pinta Sei.
Wanita itu membuka bajunya tepat di hadapan Ret.
“Ugh ... Luka tembak itu sampai tembus?!” Ret tidak menyimak permintaan Sei dengan jelas, “A-apa?! H-hei, Hei ...!? Kenapa kamu membuka bajumu di sini?!!”
Sei membuka bajunya―tetapi menghadap dinding Ruangan―memunggungi Ret.
“Oleskan saja ke luka-luka tembak di punggunku, sisanya, aku akan melakukannya sendiri."
“O-Oke!”
Ret lalu mengoleskan salep dipegangnya ke luka di tubuh Sei.
“Sei ....”
“Ng?! Apa kau berpikir mesum―”
“Apa, sih, tujuan ‘kalian’ itu sebenarnya?”
“Ng? Ap―Kita semua, maksudku, hanya bertujuan untuk menyelamatkan Sirius.”
Ret tidak mengerti dengan jawaban Sei. Dan dia sudah sepenuhnya mengoleskan salep ke tubuh belakang Sei.
“Apa?! Sir-apa-Huh?” tanya Ret, memicingkan matanya, “Kenapa kalian harus menyelamatkan majalah manga?!”
“Aku butuh waktu satu bulan untuk hibernasi,” tukas Sei, memberikan kertas turotrial bagaimana cara menculik pada Ret, “Ambil ini, dan lakukanlah apa yang kau mau―jangan satu kali pun mengangguku walau kita satu Ruangan―atau sewa Ruangan lain. Pasti ada sisa Kredit-ku, kan?”
“Ah!” Ret baru menyadari hutangnya bisa dilunasi dengan mudah. “Tentang hutang―”
Wanita itu kembali memunggungi Ret―menghadap dinding Ruangan sambil menutup ringisan matanya.
Hibernasi, huh, memangnya kamu itu seekor beruang, Sei, demikian pikir Ret. Dia menggelengkan kepalanya seraya berjalan menuju ke pintu depan Ruang Penginapan-nya.
“Yah ... Sudahlah,” gumamnya sembari menggenggam gagang pintu dan mendorongnya ke depan, “Untuk sekarang aku akan melakukan pengintaian terlebih dulu saja.”
Pagi hari pun telah tiba untuk Ret memulai awal dari rentetan kejahatan yang akan dilakukannya kelak nanti.
¤¤¤
***
[Arc/Part.0: “Human” ... End,]
「{Terimakasih banyak kepada para Pembaca Hebat} 」
「{Yang telah rela membuang sedikit waktu hidup-nya}」
「{Untuk membaca cerita kriminal-ku ini ..., Maksudku, isi cerita-nya tentang kriminalitas!}」
「{Sungguh …}」
「Thank you Very much!!!」
__ADS_1
[MA-YONG]