Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0

Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0
[B1-7] Untuk Kedamaian Dunia (3/4)


__ADS_3

“Aku tidak bisa keluar dari wilayah gang Area ini, huh,” kata Ret sambil terus berlari dengan langkah yang sangat cepat, dan dia masih menggendong seorang wanita.


CCTV di setiap sudut gang yang dilalui Ret, terus memantau pergerakannya. Walaupun Ret tahu bahwa dirinya dan si ******* terpantau dengan jelas, dia terus berlari, berbelok, dan sesekali bersembunyi di balik titik-buta lensa kamera pemantau yang tertuju padanya.


Seluruh wilayah gang ini dikuasai oleh bos gangster itu, uh, demikian pikirnya.


Dia sejenak bersembunyi dari pantauan lensa CCTV, dengan bersandar di sisi tempat sampah. Berlari cukup lama sambil menggendong seorang wanita, membuatnya lelah sampai-sampai napasnya pun cukup berat dan terengah-engah.


Apa aku harus membiarkan dia ditangkap, pikirnya. Dia menatap si wanita yang memeluknya dengan erat, Dan melarikan diri saja?


Tubuh menggoda si wanita, menempel erat dengan tubuh Ret.


“Itu adalah pilihan yang logis,” gumamnya, mengerutkan kening. “Di situasi Kredit-ku sekarang, terluka bukanlah pilihan.”


Dia mendesah pasrah, saat si wanita dipelukannya mendongak, dan menatapnya dengan tatapan pasrah namun menggoda.


“Tidak apa.” Wanita itu menggelengkan kepala. “Kamu bisa menurunkanku di sini. Larilah, dan terima―”


“Kamu masih belum bisa berjalan, kan?” Ret memotong perkataan si wanita sambil memperhatikan sekitarnya, “Kita pasti bisa keluar dari sini. Percayalah padaku.”


Wanita itu mengangguk diam dan menenggelamkan kepalanya ke leher Ret.


Saat Ret akan berdiri, seruan seorang anggota gangster dari balik tempat sampah terdengar olehnya, “Itu mereka!”


Mendengar seruan itu, Ret tersentak berdiri dan bersiap untuk berlari. Namun, di hadapannya pun terdapat dua orang anggota gangster lainnya.


“Jangan biarkan mereka lolos!” kata pemimpin anggota gangster yang baru saja keluar dari belokan gang.


Kepala bos gangster itu masih bercucuran darah akibat hantaman balok kayu Ret.


Ret yang menggendong seorang wanita yang disebut ******* oleh para anggota gangster, akhirnya terpojok. Dia terpojok di tengah-tengah pertigaan gang.


Tetapi meskipun disebut pertigaan, gang yang berada dua langkah di sampingnya hanya seukuran satu setengah tubuh manusia normal.

__ADS_1


“Uh, kita benar-benar terkepung,” bisik Ret. “Seandainya ....”


Dia dipukuli oleh para gangster adalah hal yang paling berbahaya. Walaupun Ret pasti tidak akan mati, jika dia terluka sedang atau berat, itu masih termasuk ke dalam golongan orang-orang sakit, jadi Kredit bulanan dari Sistem Dunia yang akan diterimanya akan kembali berkurang.


“.... Aku terluka,” dia bersiap untuk berlari memasuki gang sempit dua langkah di depannya, “Larilah secepat yang kamu bisa walau itu menyakitkan, ok?”


“Aku ....” Wanita itu mendongak, menatap Ret, seolah ingin membantahnya.


Namun, Ret menatap balik mata biru si wanita, dengan tatapan penuh keyakinan.


“Ok. Baiklah. Tapi, jika kamu bergerak, ini akan menyakitkan.” Ret mengatur gengdongannya, agar mereka berdua bisa masuk ke celah antara dua Bangunan berupa gang kecil, “Jadi tahanlah―”


“Bocah ....” Pemimpin gangster itu maju ke depan dengan langkah lebar, dan menyambar pipa besi dari salah satu bawahanya. “Kau tidak bisa kabur lagi sekarang―Untuk apa kau menyelamatkan ******* itu, Ha? Kau bisa menyewa ******* di Gedung Besar pusat Distrik sesukamu. Serahkan ******* itu, aku hanya akan melumpuhkan satu kakimu.”


Tubuh Ret bergetar sedikit setelah mendengar perkataan si pemimpin gangster.


“Aku berjanji,” lanjut si bos gangster berkata, “Hanya satu kakimu saja yang akan kulumpuhkan.”


Pemimpin gangster itu menyeringai lebar, dan bawahan di sampingnya menambahkan, “Sudahlah. Jangan mencoba untuk menjadi seorang pahlawan. Kau tahu, kan? Di Era sekarang ini, ‘Hati Nurani’-mu itu adalah kecacatan. Kau akan mati jika terus mempertahankan itu. Percayalah padaku, satu kakimu lumpuh adalah keringanan dari Bos kami.”


Memainkan pipa besi, para anggota gangster yang mengepung Ret, bergerak maju perlahan.


Senjata yang mereka bawa adalah senjata gangster pada umumnya, seperti pipa besi, balok kayu dan tongkat baseball, serta beberapa gear baja. Tidak satu pun dari anggota gangster manapun mempunyai senjata api atau senjata canggih pada Era Hiburan, karena senjata-senjata tersebut akan bisa langsung membunuh manusia dengan mudah.


Membunuh manusia bukanlah pilihan untuk gangster manapun, sebab pembunuhan pasti akan langsung diketahui oleh Sistem Dunia, dan hukuman yang ia berikan pun tidak akan ringan.


“Tch,” decak kesal pemimpin anggota gangster, saat melihat Ret bergerak. “Jika saja Sistem Dunia tidak menghukum pembunuh. Dunia ini pasti akan jadi lebih menarik.”


Melihat seringai dan tatapan tajam si pemimpin anggota gangster, Ret bergerak perlahan menuju gang kecil.


“Bagaimana, Bocah?” desak si pemimpin anggota gangster, “Turunkan saja ******* itu, dan aku hanya akan melumpuhkan satu kakimu, sungguh―”


“Kau tidak akan membiarkan wanita ini,” dengan bodohnya Ret berkata, “juga kan?”

__ADS_1


Pemimpin anggota gangster dan anak buahnya yang mengepung tiba-tiba menyeringai menyeramkan, dan mereka menatap tajam Ret.


Ret yang ditatap tajam oleh mereka, mengerutkan kening dan wajahnya semakin gelap.


“Selamat tinggal―” Ret tiba-tiba langsung berlari memasuki gang kecil, dan anehnya mereka berdua bisa masuk, “kalau begitu.”


Tidak ada yang menyangka Ret akan terus melarikan diri dari mereka. Para anggota gangster itu mengumpat pada saat-saat terakhir, mereka tidak bisa meraih Ret.


“Sial. Dia bisa masuk ke sana?”


“Apa dia kucing?!”


“Cepat kejar mereka! Jangan biarkan mereka lolos! Kalian berdua masuk dan kejar mereka.” Pemimpin anggota gangster itu memberi perintah, dan langsung berlari ke arah lain untuk mengepung Ret, “Sisanya ikuti aku!”


Ret terus dikejar oleh beberapa anggota gangster yang berada tepat di belakangnya. Dia berbelok secara acak dan langkah kakinya semakin cepat.


Aku bisa berlari dari mereka sekarang, uh. Tapi ... aku benar-benar tidak tahu harus kemana, demikian pikir Ret yang terus berlari meskipun dia tidak tahu akan kemana.


Para anggota gangster itu tertinggal, karena walaupun mereka biasa bertempur, mereka memiliki tubuh gumpal paruh baya yang penuh lemak, dan beberapa dari mereka seperti anak jalanan biasa. Tidak ada satu pun dari mereka yang bertubuh altetis seperti Ret.


Semakin Ret berlari, semakin banyak anggota gangster yang mengejarnya. Tetapi para anggota gangster masih tertinggal di belokan gang terakhir.


Ret mulai merasa lelah, dengan pandangannya pun mulai kabur dan tempo langkahnya semakin melambat.


Gang biasa pun terasa sangat panjang, tetapi dia terus berlari.


“Aku sudah tidak kuat, sial.” Saat dia berada di ujung gang dan berbelok, Ret melihat tempat sampah terbuka, berkata, “Kau masuk ke sana dan sembunyilah ....”


Dia melepas rangkulan si wanita, lalu melemparnya ke tempat sampah sambil menggenggam penutup tempat sampah.


“.... Selagi tidak ada yang melihat kita―”


Namun, si wanita langsung merangkulnya kembali dengan erat dan menarik Ret masuk, lalu tubuh Ret yang sudah lemah pun kehilangan keseimbangannya. Dia ikut masuk ke dalam tempat sampah yang cukup besar untuk bisa dimasuki lima orang.

__ADS_1


“Kau bodoh!” teriak Ret, merasa jengkel. “Percuma saja jika kita berdua masuk, mereka jelas akan tahu―”


***


__ADS_2