![Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/secret---war-of-k-m-dgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Aku, masih menjadi manusia, ha ..., itulah yang selalu kupikirkan saat pertama kali aku membuka mata dari tidurku.
“Menjadi manusia itu merepotkan, huh,” gumamku menghela napas panjang seraya menggelengkan kepalaku.
Aku semalam kembali ke Apartemen-ku dengan membawa obat demam pemberian orang cacat bernama Ret, dan tumbang di lantai.
Walaupun dia disebut ‘orang cacat’ menurut orang-orang, sih, aku menganggap orang-orang seperti dirinya itu adalah: Orang Baik. Aku berkata padanya bahwa ‘teman’ku sakit, tetapi sebenarnya, akulah yang sakit, huh.
Entah itu mental maupun fisik diriku pada Tahun 2313 ini, sangat teramat sakit!!! Tahun di mana aku telah mencapai kepala tiga yang tetap menjadi manusia di Era hiburan ini. Di mana semua manusia berkerja keras hanya untuk bersenang-senang.
Era dimana dan siapa penemu sebuah Energi berbentuk cahaya yang mungkin menurutku, ia akan menghancurkan Tatanan Dunia.
Karena sistem listrik, energi oktaf pada minyak maupun eneji fisik sejenisnya telah lenyap termakan waktu. Hanya tersisa Energi ‘cahaya’ yang entah dari mana kami―para manusia temukan dan dipakai di Bumi ini sejak lama.
Aku duduk di ujung karusku dan dengungan keras di kedua telinga diikuti gambaran yang aneh di hadapanku terlihat sangat sangat kabur.
__ADS_1
“Dan setelah ini aku pasti akan demam, huh, Sial!!!” umpatku, mencengkram ujung kasur dengan sangat kuat.
Punggung lebar seorang kakek berjubah putih sainstik seperti ilmuan yang terlihat wajah buram namun jenius,
Pria tua menengok ke belakang menatapku terus berulang kali saat aku baru bangun tidur.
“Huh ... ini seperti tidak ada habisnya,” gumamku menatap langit-langit kamar yang putih seperti biasanya.
Dan entah Energi ‘cahaya’ ini bagus atau tidak, aku tidak tahu. Yang kutahu adalah semua manusia hidup dengan damai dan bahagia, namun ‘seolah’ mereka tidak sedikit pun memliki masalah.
Aku menemukan bahwa Energi ‘cahaya’ ini tidak berasal dari kami manusia―atau Bumi tempat kami hidup.
Ataupun Planet lain serta Galaksi Bima Sakti di mana bumi dan Planet Bumi ini berada. dan Energi tersebut pun bukan berasal dari Galaksi di sekitar Bima Sakti.Bahkan mungkin bukan berasal dari alam semesta ini. Namun, aku tidak tahu apa itu.
Yang pasti, Energi cahaya itu adalah Energi yang bahkan kami tidak tahu asalnya dari mana. Namun, kami selaku manusia hanya memakaiNya dan juga hanya perlu memerlukan pengorbanan Tatanan Dunia yang sepenuhnya berubah pada saat itu.
__ADS_1
Aku pun berdiri kemudian berjalan ke jendela Apartemen Kecil-ku yang sederhana dan tidak sampai 50x150 meter, aku melihat keluar jendela di mana para manusia sedang gembira seperti hari-hari biasanya.
Mereka hanya bisa bersengang-senang dengan gembira dengan mobil terbangnya, berjalan-jalan santai bersama Robot Maid merka masing-masing yang setia selalu mengikuti mereka.
Sesekali Robot Maid tersebut berhenti dan memisahkan dirinya menjadi kepingan-kepingan kecil lalu ia semua membentuk sebuah gerbang, serta menampilkan ‘ruang’ di hadapan manusia pemilik Robot tersebut.
“Well, man, dia Morp kah ....” gumamku menghela napas melihat ‘ruang’ tersebut. Pria itu sangat sombong, jika aku mem-PK Morp itu dari sini mungkin dia akan menangis.
“Hahaha....” Aku tertawa kosong sendiri kemudian menutup jendela meski mentari pagi menyiari Ruang Apartemen-ku, dimana matahari belum memancarkan sinarnya sedikit pun. “Aku juga baru main game itu, sih.”
Aku melemparkan tubuhku ke kasur dan menatap langit dan mengeluarkan obat demam dari saku jubah putihku.
“Guh?!” Aku tercengang melihat obat yang kuangkat ke atas seraya berbaring terlentang di atas tempat tidur-ku. “Ini obat jenis supositoria!? Sial.”
***
__ADS_1