![Secret! [War Of K-M-DGsp-M4221] Locked OSO.0](https://asset.asean.biz.id/secret---war-of-k-m-dgsp-m4221--locked-oso-0.webp)
Di kursi para saksi di mana preman-preman sedang duduk, si Bos preman serta semua anak buahnya menjerit dan dengan disertai ekspresi ngeri pada wajah mereka.
“Bos, dia ....” Anak buah Bos preman itu berwajah ngeri sekaligus mengasihani pilihan Secret selaku terdakwa. “Bocah itu―”
“Diam,” desak si Bos preman, “Yang Mulia Hakim akan berbicara. Kita lihat saja apa yang kita dapatkan dari ini semua. Aku juga jengkel, kau tahu, Prangko Oranye miliknya telah lenyap dari tangan kita. Dan karena kontrak pararel tidak sesuai, kelompok preman kita rugi 100 Point dari ketiga Trinitas Point tanpa mendapatkan apa-apa!”
Lalu, preman-preman yang berada di kursi saksi berhenti berbisik-bisik saat Yang Mulia Hakim Robot serta semua yang ada di Ruang Pengadilan mulai berdiri.
{Secret, selaku penduduk kelas bawah telah mengakui atas tindakan kejahatan ilegal dan atas pelanggaran ketiga Nomber Peraturan Yang Mulia Sistem: ‘No. 5’ ....}
Ia menjelaskan semua pelanggaran peraturan yang telah dilakukan oleh Ret―dan ia pun menjelaskan tututan setiap orang di Ruang Pengadilan serta hal-hal lainnya.
{.... Namun, karena Terdakwa kooperatif saat ditangkap Anggota Unit Justice-man setempat dan berprilaku baik di Ruang Pengadilan, Secret selaku terdakwa diberikan keringanan sebesar 30% berupa pengurangan dari total hukuman ....}
“Bos! Anak itu mendapatkan 30% ...!!” bisik si anak buah Bos preman di Podium, “Itu terlalu banyak―”
Bos preman itu memelototi anak buahnya supaya tetap diam dan menyimak Robot Yang Mulia Hakim.
{Tetapi karena Terdakwa tidak bisa mengembalikan Kantung Plastik milik Korban, jumlah hukuman yang diterima Terdakwa akan dikalikan dua.} Robot Yang Mulia Hakim berhenti sejenak saat melihat Korban di poduim, dan dia seperti akan melakukan sesuatu.
Anak buah Bos preman yang berada di Podium Korban tidak jadi mengintrupsi hasil akhir sidang.
Dan kemudian, ia pun lanjut menjelaskan hasil akhir pengadilan:
{.... Kami, selaku Hakim Sidang Pengadilan kasus ini memutuskan: Terdakwa Secret akan dikenai denda sebesar 3000 Kredit. Dikarenakan saldo Kredit Terdakwa hanya sebesar 440 Kredit, Secret selaku terdakwa akan dihutangkan kepada World Bank sebesar 2.560 Kredit. Dan dikarenakan pula Terdakwa telah memilih untuk menjadi budak, jadi, setelah perhitungan dan dikurangi dengan 30% remisi: Terdakwa Secret dihukum menjadi budak selama 3.584 Hari―dan seperti biasa hukuman tersebut akan dihitung setelah Secret selaku terdakwa terjual di Pasar Budak. Itu saja dari kami, sekian.}
Semua Robot di Ruang Pengadilan kembali ke bawah tanah, setelah Robot Yang Mulia Hakim menghilang.
“Hampir, 10 Tahun?!” pekik si anak buah Bos preman, yang masih berdiri di Podium bertuliskan: Korban. “Sial. Aku hanya bisa mengasihanimu, bocah!! Lebih baik kau mengikuti kontrak pararel kami, sial-sial.”
Anak buah si Bos preman itu menggelengkan kepalanya dan terus mengasihani Ret.
Apa yang 10 Tahun?! Maksudnya, pikir Ret, kemudian berkata, “Apa?”
Dua Robot Keamanan mendekati Ret di Podium Terdakwa, dan masing-masing dari ‘mereka’ memegang sebuah kalung besi berwarna hitam mengkilap disertai tali besi elastis panjang yang dipengang oleh Robot lainnya.
Suara-suara gumaman dan obrolan ngeri berlanjut di kursi para saksi. Karena sidang di Ruang Pengadilan telah selesai, mereka semua bebas untuk berbincang.
__ADS_1
Tidak ada yang menyangka Ret akan dengan bodohnya memilih untuk menjadi budak.
“Karena Terdakwa memilih untuk menjadi budak, kita mendapatkan 10.000 Left Poin, huh, lumayan-lumayan, Nak,
terimakasih,” kata si Bos preman, menyeringai lebar pada Ret. “Tidak buruk. Jadi, tidak lama lagi kita bisa menjadi gangster. Sungguh. Terimakasih, Nak!”
Bos preman itu berdiri dari kursi saksi dan melirik Ret, lalu menatapnya dengan lirikkan cibiran.
“Ya, Bos! Kita sangat beruntung!! Kami jadi saksi juga mendapatkan 100 Right Point! Ini sangat menguntungkan, hanya perlu mengutarakan omong kosong seperti itu.”
“Uh-huh. Jika kita satukan kembali Right Point yang kita miliki, kita mungkin menambah keuntungan meski sedikit.”
“Itu benar.” Bos preman-preman itu berjalan ke Podium Korban. “Ayo kita pergi!”
Semua anak buah si Bos preman, menjawabnya dengan serempak, “Siap, Bos!”
“Jika bocah itu dipenjara walau 100 tahun, dia masih bisa diambil oleh seseorang kalau bocah itu memiliki sedikit kemampuan.”
“Ya, Bos! Yang kudengar, menjadi budak itu sama saja dengan dihukum mati―”
Apa?! Sama dengan hukuman mati?! Tapi, demikian pikir Ret. Dia mendengar dengan jelas perbincangan para preman yang telah memasuki pintu gate.
Ret yang masih berada di Podium Terdakwa, ketakutan dan mundur beberapa langkah saat melihat kedua Robot Keamanan mendekatinya.
“Kata si Anggota Unit Justice-man senior, aku harus memilih hukuman ini ...! Apa dia berbohong?!”
Seperti memakaikan kalung kepada bintangan peliharaan; ‘mereka’ langsung memakaikan kalung budak ke leher Ret.
Setelah Ret dipasangkan kalung besi dilehernya oleh ‘mereka’, Ret mendengar suara di kalung tersebut disertai tulisan perkata di hadapannya:
「Anda telah menjadi budak sekarang! Jangan pernah melawan Tuan di Pasar Budak maupun Tuan yang menjadi Majikan anda kelak!! Selamat menikmati karir baru anda ....」
“Ugh,” desah Ret, frustasi, “Karir apanya, sialan ...!!”
Ret tidak mendengarkan dengan jelas suara intruksi di lehernya. Dia merasa kesakitan dan tidak nyaman seperti ada jarum-jarum menusuk lehernya, lalu besi yang menempel dilehernya perlahan mencekiknya.
“Ugh. Apa ini―”
__ADS_1
Suara dan ketikan perkata berlanjut dan berubah warna menjadi tulisan merah:
「.... Waktu anda menjadi budak selama: 3.584 Hari. Waktu tersebut akan dihitung mundur setelah anda dibeli oleh seorang Tuan yang menjadi Majikan anda kelak.」
Wajah Ret mulai memerah seperti sedang tercekik dengan kuat.
“Ugh!! Sial―”
Saat dia mencoba melepaskan kalung besi karena merasa tidak nyaman, dia langsung tumbang dan lumpuh dengan sendirinya.
Apa, pikir Ret, ini ...?!!
「Peringatan!!!」
Tiba-tiba suara tegas disertai tulisan penegasan berwarna merah darah memperingatinya:
「Anda tidak diperkenankan untuk menyentuh kalung budak maupun tali besi budak yang menempel di leher anda!!」
Uh. Beri tahu aku dari tadi, sial, demikian pikir Ret. Dalam hatinya dia terus menggerutu dengan kesal.
「Jika seseorang menyentuh kalung budak anda atau tali selain dari Tuan yang menjadi Majikan anda kelak, anda akan langsung lumpuh dan tidak bisa bergerak. Hanya Tuan Budak yang dapat membangunkan anda kembali.」
Ret diangkut oleh kedua Robot Keamanan. Dia seperti orang lumpuh yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Uhh ... Aku seperti mesin otomatis yang hanya bisa digunakan pemiliknya, huh, demikian pikir Ret. Dia membayangkan sebuah mobil terbang dan robot canggih yang dibacanya di koran, dengan retina mata atau sidik jari untuk mengaktifkannya.
Kepala Ret terkulai ke samping dan hanya melihat ke lantai yang terus bergerak. Bahkan, dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kedua matanya.
Lalu, kedua Robot Kemanan yang mengangkut Ret, membawanya ke bawah tanah.
Setelah menuruni anak tangga yang tidak terhitung olehnya, Ret melihat jeruju besi berwarna hitam dan sedikit berkarat.
Ret dilempar ke dalam jeruji besi oleh kedua Robot Kemanan\, lalu tubuhnya yang lumpuh total langsung menabrak dinding dengan suara *Buk!* dan menyertai suara tersebut berupa tulisan:
「Sekali lagi, selamat menjalani karir baru anda sebagai budak. Semoga anda bisa selamat sampai waktu hitung mundur anda menjadi budak dimulai ....」
***
__ADS_1